Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (241)


__ADS_3

Kimora langsung bisa bertemu dengan Mama Sarrah, terlihat Mama Sarrah yang sedang melamun sambil memegang setangkai mawar merah.


Perlahan Kimora menghampiri Mama Sarrah, dia mengambil mawar merah yang sudah sangat layu dan mengantikan nya dengan bucket mawar merah yang besar.


Seketika Mama Sarrah pun langsung tersenyum manis melihat kedatangan Kimora.


"Ayana, kamu datang nak bagaimana dengan kondisi kandungan kamu sekarang."


Mendengar Mama Sarrah yang masih saja memanggil nama nya dengan sebutan Ayana, Kimora merasa sangat Sedih sekali tapi dia tetap tersenyum karena tidak mau membuat Mama Sarrah sedih.


"Aku baik-baik saja, Mama bagaimana kabarnya sekarang?. Apa Mama sering ketakutan lagi."


Mama Sarrah pun langsung berdiri dari tempat duduk nya, tatapan mata yang kosong dan mata yang lebab karena sering sekali mengangis secara tiba-tiba.


"Mama jangan nangis yaa Mam, nanti kita buat taman bunga di rumah terus Mama bisa punya banyak bunga-bunga."


Kimora merasa tidak kuasa melihat kondisi Mama Sarrah yang selama 5 tahun tidak pernah ada perubahan nya, Kimora merasa sangat sedih sekali kehilangan sosok seorang ibu yang sangat tulus sekali kepada nya.


Kimora mencoba untuk memperlihatkan foto putri cantik nya kepada Mama Sarrah.


"Mama coba lihat deh ini nama nya Putri Kimora, dia baru berusia 5 taun dan sudah dua hari dia sudah masuk sekolah."


Kimora memberikan foto tersebut dan Mama Sarrah pun langsung memandangi foto Putri Kimora, dia begitu sangat serius sekali melihat foto tersebut.


Dan seketika langsung memeluk erat Foto Putri Kimora, Kimora pun merasa jika ini berdampak positif bagi Mama Sarrah.


Mama Sarrah pun langsung meninggalkan Kimora dan berjalan menuju ke kamar nya di dampingi oleh Suster perawat nya.


Dia memeluk erat foto tersebut dan mengabaikan bucket bunga mawar merah yang di berikan oleh Kimora.


Kimora mengambil bucket bunga mawar merah tersebut, dia pun memberikan kepada Suster agar menyimpan nya di dalam kamar Mama Sarrah.


"Mam, terimakasih banyak atas kekuatan kasih sayang yang membuat untuk aku bangkit dan sehat kembali. Aku lebih sayang Mama melebihi ibu kandung ku sendiri, yang sekarang meminta aku untuk segera menikah secepatnya dengan lelaki kaya raya pilihan nya."

__ADS_1


Dokter Rian pun menghampiri Kimora, dia membawa Kimora masuk ke dalam mobil nya.


"Sudah yaa Kimora, kamu jangan menerus seperti ini. Nanti bagaimana dengan Putri Kimora dia lihat Ibu nya sedih."


Kimora pun langsung menghapus air mata nya, dia mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan ketika bertemu dengan Putri Kimora.


Di perjalanan Kimora memikirkan bagaimana jika Putri nya ingin bertemu dengan Ayah kandung nya, apakah Genzy akan memperlakukan Putri Kimora yang baik.


Kimora sampai di depan rumah nya, tapi Dokter Rian memilih untuk langsung pergi karena jadwal praktek nya.


Kimora masuk ke dalam rumah nya terasa sangat sepi sekali, dia seperti mendengar hentakan kaki yang sedang berlari di kamar Putri Kimora.


Kimora pun langsung membuka pintu kamar tersebut tapi tidak ada siapapun di dalam kamar itu, Kimora pun langsung mencari keberadaan Putri Kimora yang ternyata sedang tertidur pulas di pelukan Suster Diana.


C.


Kimora menghampiri Putri kesayangannya itu yang terlihat begitu sangat erat sekali memeluk tubuh Suster Diana, Kimora memegang badan Putri Kimora yang begitu sangat hangat sekali.


"Badan nya sangat hangat sekali, aku harus mengukur suhu tubuh nya segara."


"39,1, suhu nya tinggi sekali."


Suster Diana langsung terbangun ketika melihat ada Dokter Kimora di dalam kamar nya, suster Diana melepaskan pelukan erat dari Putri Kimora.


"Suhu Putri Kimora sangat tinggi, lebih baik kita bawa saja ke Rumah Sakit."


Suster Diana pun langsung membangunkan Putri Kimora yang terlihat sangat pucat sekali, mengantikan bajunya.


Putri Kimora seperti tidak mau jauh-jauh dari pelukan Suster Diana, dia terus memeluk erat tubuh Suster Diana.


Kimora memperhatikan mobil nya, dia ingin putri mendapatkan penanganan yang tepat walaupun dirinya juga adalah seorang Dokter.


Kimora memperhatikan wajah pucat putri nya tersebut, dia menjadi tidak fokus mengendarai mobil nya pandangan terus melihat Putri nya tersebut.

__ADS_1


"Sudah Bu Kimora fokus saja menyetir, Putri aman ada di pelukan saya."


Kimora pun mulai fokus pada kendaraan nya, dia memikirkan keselamatan jika dia tidak fokus mengendarai mobil.


Sesampainya di Rumah Sakit, Putri Kimora langsung di tanyani oleh Dokter dan harus di rawat karena suhu tubuh nya yang menjadi 40 derajat.


Kimora begitu sangat cemas sekali dengan keadaan Putri nya tersebut, Suste Diana menghampiri Kimora.


"Buu, bagaimana kalau Putri kita pindahkan saja sekolah nya. Saya melihat Putri begitu sangat tidak nyaman berada di sekolah itu, dia menyampaikan langsung kepada saya."


Mendengar perkataan tersebut, Kimora pun langsung menyuruh Suster Diana dan dirinya duduk berdampingan.


"Ada apa dengan sekolah itu, bukan kah di awal Putri sangat menyukai sekolah itu. Itu adalah sekolah terbaik."


Suster Diana belum mau menyampaikan yang sebenarnya terjadi dengan Putri Kimora, dia sekarang hanya merancang alasan yang harus di katakan kepada Kimora.


"Walaupun sekolah itu bagus dan mungkin sangat begitu mahal dan terbaik tapi jika Putri Kimora tidak nyaman untuk apa, lagipula kecerdasan seseorang anak tidak di tentukan dari sekolah terbaik dan termahal."


Kimora terdiam mendengar perkataan dari Suster Diana, dia pun berdiri dari kursi nya dan melihat kondisi Putri Kimora dari balik kaca pintu.


"Aku hanya ingin yang terbaik untuk Putri kuu saja, tapi jika memang itu pilihan Putri tolong carikan sekolah yang bisa membuat Putri bahagia dan merasa nyaman."


Suster Diana merasa sangat senang sekali dengan jawaban dari Dokter Kimora yang sangat bijaksana.


Kimora pun akhirnya bisa di persilahkan untuk masuk ke dalam ruangan, dan melihat kondisi Putri nya yang tertidur sangat lemas sekali.


Kimora mencium kening putri tersebut dan mengusap rambutnya.


"Sehat kembali sayaaaaang, kamu anak yang sangat kuat sekali. Ayo semangat dan cepat pulih kembali."


Kimora memegang erat tangan Putri nya sambil meneteskan air mata nya, Suster Diana pun memilih untuk menghampiri Kimora.


"Semua akan baik-baik saja, Putri Kimora anak yang kuat dia hanya demam biasa. Dan besok pagi pun akan sehat kembali."

__ADS_1


Suster Diana mencoba membuat tenang perasaan Kimora, yang begitu sangat sayang sekali kepada Putri nya tersebut. Karena dia berpikir hanya Putri Kimora yang dia punya di dalam hidup nya selama ini, Putri Kimora merupakan penyemangat hidup Kimora.


__ADS_2