Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 85


__ADS_3

Melihat mama nya pingsan di depan pintu kamar tersebut. Genzy langsung membawa Mama ke kamar.


Genzy sangat hawatir sekali dengan keadaan Mama nya tersebut, dia terus memegang tangan Mama nya yang terasa sangat dingin sekali.


"Mama,,,,, sadarlah Mam," Genzy terus memandangi wajah pucat Mama nya itu.


Dia terus memberikan minyak aromaterapi ke hidung Mama nya tersebut, tapi belum juga ada reaksi dari Mama nya.


Genzy mencium kening Mama nya, dia seperti sangat ketakutan sekali kehilangan Mama nya.


Beberapa saat kemudian, Mama mulai sadar dia membuka matanya secara perlahan dan memegang kepalanya yang sedikit pusing.


Sarrah terkejut melihat Genzy yang terlihat ada di samping nya.


"Nak, kenapa kamu ada di sini bukan kah Kimora sekarang sedang melakukan operasi di Rumah Sakit,?" tanya sarrah kepada putra tersebut yang terlihat seperti sedang kebingungan.

__ADS_1


"Aku tidak ke sana Buu, karena semuanya pasti menyalahkan aku sebagai penyebab dari ini semua nya, padahal aku hanya melihat Kimora terjatuh pingsan di dalam kamar tersebut. Aku tidak melakukan apapun terhadap Kimora."


Sarrah langsung bangun perlahan dari tidurnya, dia bersender di tempat tidur nya.


"Ada apa di dalam kamar tersebut, bukan kah isi nya hanya barang-barang Ayana yang tidak terpakai kan,? tapi kenapa ketika Mama mau masuk ke dalam Mama mencium aroma parfume bunga melati yang sangat menyengat sekali, sampai Mama merasa sangat pusing mual dan ingin muntah."


Genzy hanya terdiam mendengar perkataan dari mulut Mama nya.


"Dan, kenapa rumah ini menjadi sangat sepi sekali. Hanya karena Kimora tidak ada di rumah ini seperti rumah yang kosong tidak berpenghuni sama sekali."


"Mama seketika jadi merindukan almarhum papa kamu Genzy, Mama merasa kalau Papa kamu dan Ayana serasa masih ada di dalam rumah ini bersama dengan kita semuanya."


Genzy langsung memeluk erat tubuh Mama nya.


"Mama jangan seperti itu yaa, Mama harus tenang aku nggak mau Mama despresi kembali. Lebih baik sekarang Mama istrirahat saja, kita doakan saja Kimora di sini."

__ADS_1


Genzy membawa obat untuk menenangkan pikiran Mama nya, dia langsung menyelimuti tubuh Mama nya dan mematikan lampu kamar nya.


Genzy langsung ke luar dari kamar Mama nya, dia berjalan menuju ke kamar tersebut. Ketika Genzy membuka pintu kamar tersebut ternyata foto Ayana terjatuh, foto yang menggambarkan Ayana sedang tersenyum.


Genzy mengambil foto tersebut, dan membersihkan percikkan kaca-kaca yang pecah. Mengganti dengan yang baru.


Genzy membuka pintu kamar tersebut, hingga aroma parfume bunga melati mulai menyebar ke seluruh ruangan rumah nya.


Membuat semua pegawai yang ada di dalam rumah tersebut merasakan aroma bunga melati tersebut yang sangat menyengat sekali.


"Seperti nya mulai sekarang kamar ini lebih baik di buka kan saja, karena aku sudah menaruh nya di tempat yang aman tidak akan ada yang bisa menemukan kembali, kecuali jika Dokter Alena mau bermalam dengan aku."


Genzy masuk ke dalam kamar tersebut dan merapikan kembali, seperti tidak ada yang patut untuk di curigai.


Genzy menata rapih kembali ruangan tersebut, dia membuang boneka dan membuka kelambu yang menutupi tempat tidur tersebut.

__ADS_1


"Aku rasa semuanya sangat aman sekali."


__ADS_2