
Setelah menelephone Dokter Alena, Genzy pun langsung kembali ke kamar nya. Dia berharap Kimora bisa selama nya kembali ke rumah ini.
Genzy terus memandangi wajah cantik Kimora, penyesalan terbesar selalu menghampiri di pikiran nya.
"Kimora, semoga kamu bisa segera sembuh kembali dan kamu pasti akan selalu menjaga rahasia ku ini."
Genzy membelai mesra rambut panjang Kimora, dan dia pun memilih untuk pergi dari kamar tersebut dan tidur di kamar tamu.
Merasakan Genzy tidak ada di sekitarnya, Kimora pun terbangun dari tidurnya dia pelan-pelan membuka pintu kamar nya.
Dan berjalan menuju ke luar rumah tapi melewati jalan dapur, Kimora ingin sekali datang menghampiri gudang belakang rumah tersebut.
Kimora hanya bisa berjalan perlahan dengan badan yang masih sangat lemas sekali, rasa kekuatan yang sangat tinggi sekali Kimora akhirnya berada di depan gudang tersebut.
Kimora mencari cara bagaimana dia bisa masuk ke dalam sedangkan pintu nya terkunci rapat.
__ADS_1
"Aku harus bisa membuktikan bahwa ini bukan halusinasi ku saja, ini adalah kenyataan bahwa Mas Genzy memang menyimpan jasad istrinya di dalam gudang ini, di dalam peti mati yang di awetkan."
Kimora sangat kebingungan untuk bisa masuk ke dalam, dan pada akhirnya Kimora melihat kunci yang ternyata di simpan di atas pintu yang di tutupi sesuatu.
"Seperti nya itu adalah kunci masuk yang di tutupi kain putih."
Kimora pun menarik kain putih tersebut, dan benar saja ada kunci di balik kain putih yang bergantung seperti mirip kain kafan.
Tangan Kimora bergetar ketika memegang kain putih tersebut, dan langsung menyimpan seperti semula. Kimora memberanikan diri untuk masuk ke ruangan tersebut.
Kimora langsung merasa sangat wangi aroma parfume bunga melati asli, tapi Kimora tidak berhenti sampai di situ saja.
Dan tiba-tiba saja Kimora merasa ada angin kencang masuk ke dalam ruangan tersebut, Kimora langsung terkejut dan membalikkan badannya.
"Apa ituuu yaaa seperti nya hanya angin biasa yang masuk ke dalam rumah."
__ADS_1
Langkah Kimora langsung tertuju kepada peti mati yang berwarna putih.
"Itu dia aku sangat yakin sekali pasti jasad Ayana di simpan di dalam peti mati tersebut."
Kimora pun langsung menghampiri nya dan pelan-pelan membuka nya, tapi ternyata peti mati tersebut kosong hanya tumpukan bunga-bunga mawar putih yang masih sangat segar.
"Kenapa kosong, kenapa tidak ada apa-apa di dalam nya."
Kimora menutup rapat kembali peti mati tersebut, dan dia hanya melihat kekosongan semata.
"Nggak aku nggak mungkin berhalusinasi, bukan kah sebelum aku tidak sadar kan diri Mas Genzy berlutut di hadapan ku dia belum bisa berpisah dengan jasad istrinya.".
Kimora pun mencoba untuk menenangkan pikiran nya dia keluar dari tempat tersebut harus menghapus jejak nya agar Genzy tidak mengetahui nya.
Mata Kimora terus melirik-lirik ke sudut-sudut tempat tersebut tapi semuanya bisa saja.
__ADS_1
Dan akhirnya Kimora keluar dari gudang tersebut dengan rasa kecewanya yang sangat besar.
"Bagaimana bisa aku meyakinkan Dokter Rian, aku nggak bisa membuktikan nya. Jasad itu tidak ada di dalam peti mati itu, aku harus bagaimana ini mengungkapkan semua nya."