
Sarrah menghampiri Kimora dia memandang wajah Kimora yang terlihat sangat bahagia sekali dengan putri cantik nya.
"Kimora sayang, anak mama kamu sehat nak,?"
Ucap Sarrah dengan tangisan di pipinya.
Kimora tidak menjawab dia hanya memandangi putri cantik nya.
"Ini putri cantik kamu sayaaaaang, dia gemes sekali yaaa, kamu pasti sangat senang sekali mempunyai anak secantik ini."
Kimora hanya melirikan mata nya saja, dia tidak menjawab pertanyaan dari Sarrah.
"Kimora Leticia, ini Mama nak Mama Sarrah ayo nak kamu pasti ingat dengan Mama kan."
Kimora langsung berjalan memberikan Tiara kepada Suster Diana.
"Jaga anak ku baik-baik."
Kimora kembali menghampiri Sarrah dengan wajah yang sangat serius.
"Aku bukan Ayana aku ini Kimora."
__ADS_1
Ucap Kimora dengan suara yang tegas.
"Iyaa sayang, kamu Kimora Letica bukan Ayana Larasati. Ayana sudah tidak ada dia sudah meninggal dan sekarang Mama sudah bisa mengiklas nya sepenuhnya."
Mata Kimora pun langsung berkaca-kaca.
"Tapi dia masih mencintai Ayana, dia masih menyimpan Ayana."
Kimora meneteskan air mata nya sambil berkata.
"Maaafkan Genzy yang masih saja mencintai Ayana, perlakuan dia memang sangat kelewatan sekali melebihi batas normal."
"Dia jahat aku benci dia aku benci sekali dia"
Kimora langsung berlari masuk ke dalam kamar nya.
Sarrah langsung berlari menghampiri Kimora dia masuk ke dalam kamar itu.
"Kamu jangan memikirkan Genzy terus yaa, kamu lupakan Genzy sepenuhnya. Kamu harus bahagia bersama dengan yang lain, kamu harus sehat kembali yaa."
Kimora berjalan menuju ke jendela kamar nya, mata dia memandang ke luar. Apa yang dia lakukan ini seperti apa yang selalu Kimora lakukan di kamar nya ketika masih bersama dengan Genzy.
__ADS_1
"Dia setiap hari membawa setangkai mawar putih untuk nya, dia membawa begitu banyak bunga-bunga mawar putih yang dia hias di kamar nya. Dia masih menyimpan nya dia tidak mau kehilangan nya."
Sarrah tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Kimora, Sarrah langsung menghampiri Kimora kembali.
"Kimora sudah yaa sayang, jangan lagi kamu mengingat Genzy. Supaya kamu bisa cepat pulih kembali, dan sekarang pun Mama sudah keluar dari Rumah itu, Mama lebih memilih untuk tinggal di Apartemen ini."
Sarrah terus mencoba untuk menggenggam tangan Kimora yang terasa sangat dingin dan bergetar.
Sarrah terus menggenggam erat tangan Kimora.
"Kimora sayang, dulu kamu yang membuat Mama sembuh dari despresi Mama. Itu karena kehadiran kamu sayang, dan sekarang Mama juga akan membantu kamu untuk bisa sembuh kembali seperti semula."
Kimora mulai merasakan kenyamanan ada di dekat Mama Sarrah.
"Aku Kimora letica, aku adalah Dokter Specialis kandungan, tapi kenapa aku hanya diam di sini saja. Aku ingin menjadi Dokter Specialis kandungan seperti dulu."
Sarrah merasa sangat menyesali apa yang dulu dia lakukan kepada Kimora dan Genzy, pernikahan terpaksa yang tidak bisa membuat mereka bahagia.
"Maafkan Mama yaa sayang, semua nya adalah salah Mama. Kamu jadi seperti ini masa depan kamu hilang karena Mama."
Sarrah pun langsung memeluk erat tubuh Kimora yang terlihat sangat kurus dan lemas sekali. Lingkaran mata hitam karena kurang beristirahat dan wajah cantik berubah menjadi sangat pucat sekali dan tatapan mata yang selalu kosong.
__ADS_1