Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (275)


__ADS_3

Suster Diana mencoba untuk menenangkan perasaan Putri Kimora, dia terus mengelus rambut panjang Putri Kimora.


"Sabar yah sayaaaaang sabar, ini adalah kesempurnaan yang Tuhan berikan untuk Putri Kimora. Jadi Putri Kimora harus kuat dan berani terus yah sayang."


Suster Diana pun merasa sangat sedih sekali, tidak seharusnya Putri Kimora seperti ini. Tapi dia sangat bersyukur sekali Putri Kimora menjadi anak indigo semoga tidak menjadi anak seperti Papa kandung nya Genzy.


"Sudah yah jangan menangis yah sayang, kita kan mau memberikan surprise untuk Ibu Kimora. Hapus air mata nya yah jangan sampai Ibu Kimora melihat Putri cantik nya bersedih seperti ini.


Suster Diana dan Putri Kimora kembali ke ruangan praktek Kimora, mereka melihat suasana sudah sangat sepi sekali. Dan mereka pun langsung mengambil bucket bunga tersebut.


Mereka pun langsung masuk ke ruangan praktek Kimora dan membuat Kimora sangat terkejut sekali.


"Surprise untuk Ibuuuuuuuu."


Putri Kimora berteriak kencang sekali dan langsung memeluk erat Ibu nya.


Suster Diana memberikan bucket bunga yang sudah di siapkan oleh mereka untuk Kimora.


"Astaga, lucu sekali ini sayaaaaang. Terimakasih banyak yah."


Kimora langsung mencium kening Putri nya tersebut, Kimora pun memandangi wajah Suster Diana dan mereka pun berpelukan bertiga.


Putri Kimora begitu sangat bahagia sekali dia seperti mempunyai dua orang Ibu yang sayang sekali dengan nya.


"Buuu, tadi di toko aku juga membeli sebuah boneka yang di belikan oleh Suster Diana tapi boneka itu aku simpan di dalam mobil."


Suster Diana pun langsung berpikir bagaimana jika Kimora mengetuk jika boneka tersebut adalah boneka yang pernah di belikan oleh Alena di saat Putri Kimora bayi.


"Itu hanya boneka biasa saja tapi Putri sangat suka jadi yah aku belikan saja."


Kimora pun langsung mengendong Putri nya tersebut dan bersiap untuk pergi dari rumah praktek nya.


"Bu Kimora, bagaimana kalau pulang pakai mobil masing-masing saja. Mobil Ibu tidak usah di simpan di parkiran Rumah Sakit, biar aku mengendarai mobil sendiri dan Putri Kimora bersama dengan Ibu."

__ADS_1


Suster Diana ingin menyembunyikan boneka tersebut agar tidak terlihat oleh Kimora.


"Ohhh, baik lah tapi kita pergi makan dulu yah sebelum kita pulang ke Apartemen."


Suster Diana pun tersenyum pertanda dia setuju, mereka pun berjalan menuju ke mobil masing-masing.


Putri Kimora bersama dengan Ibu nya, dia terlihat sangat bahagia sekali dan melupakan boneka yang sudah dia beli.


Suster Diana pun mengendarai mobil dengan perasaan yang tenang tapi tiba-tiba dia teringat kembali dengan Genzy.


"Seperti nya tadi Pak Genzy sedang membelikan sesuatu untuk Putri Kimora, dia saat pertemuan mereka berdua. Tapi bagaimana perasaan Pak Genzy ketika dia melihat wajah Putri Kimora yang ternyata sebelumnya mereka sudah pernah bertemu di taman bermain itu."


Suster Diana pun merasa sangat terharu sekali membayangkan Putri Kimora bisa bertemu dengan Papa kandung nya.


"Semoga kalian bahagia, aku berharap sekali takdir Tuhan mempertemukan mereka bersama kembali. Bu Kimora, Pak Genzy dan Putri Kimora. Mereka bertiga bisa bersama dan tinggal di rumah baru dan suasana yang baru dan semoga saja Bu Alena tidak hadir kembali sebagai perusak di kebahagiaan mereka."


Suster Diana sampai di tempat yang sudah di siapkan oleh Kimora, mereka pun menikmati makanan bersama-sama.


"Buuuu, aku senang sekali di restoran ini nggak ada hantu nya jadi aku bisa makan dengan lahap dan tenang. Kalau aku melihat hantu nafsu makan ku berkurang karena mereka yang sangat menyeramkan sekali tubuh nya."


"Sabar yah sayaaaaang, kamu adalah anak yang terlahir sangat sempurna sekali."


Suster Diana pun merasa sangat sedih sekali ketika mendengar perkataan dari mulut Putra Kimora.


Terlihat sekali jika Putri Kimora tidak nyaman dengan kelebihan yang dia miliki.


****


Dokter Rian masih saja menyempatkan diri untuk datang ke Apartemen Alena, karena dia sudah berjanji akan membuat Alena normal kembali.


Kedatangan Dokter Rian di sambut senyum bahagia sekali dari Riana Mama Alena.


"Syukurlah, Dokter Rian kamu masih mau untuk datang ke sini. Saya pikir Dokter sudah tidak mau datang ke sini lagi."

__ADS_1


Dokter Rian hanya tersenyum dan langsung masuk ke dalam Apartemen tersebut, dia berjalan menuju ke kamar Alena.


Dia melihat Alena duduk di kasur tampa mengendong boneka halusinasi nya yang dia sebut sebagai anak nya.


Dokter Rian pun mengambil boneka tersebut dan memberikan kepada Alena tapi Alena langsung membuang boneka tersebut ke lantai.


Dokter Rian langsung terkejut ketika melihat Alena yang seakan tidak peduli dengan boneka tersebut.


Padahal sebelumnya dia sangat sayang dengan boneka tersebut dan tidak mau jauh dari boneka tersebut.


Rania menghampiri Dokter Rian dia menceritakan semuanya kepada Dokter Rian.


"Ketika Alena sedang memainkan boneka nya di blankon, tiba-tiba boneka tersebut langsung terjatuh dan dia sangat panik sekali dan akhirnya kita berdua pergi ke lantai dasar dan bertemu dengan anak perempuan kecil yang sangat cantik sekali dia sedang memeluk erat boneka tersebut dan langsung memberikan nya kepada Alena. Semenjak itu Alena langsung terdiam dan tidak peduli lagi dengan boneka itu."


Seketika Dokter Rian langsung berpikir apakah anak perempuan itu adalah Putri Kimora, karena dia ingat sekali ketika Putri Kimora pulang sekolah dia bilang suka dengan boneka sesuatu.


Dokter Rian pun langsung memegang kepalanya dia langsung berpikir jika Alena sudah bertemu dengan Putri Kimora.


Dan jika Kimora sampai tahu dia pasti sangat hawatir sekali apalagi melihat kondisi Alena yang sangat liar sekali seperti ini.


Dokter Rian pun duduk di samping Alena dia tersenyum manis kepada Alena tapi Alena mengabaikan senyuman tersebut dia fokus melihat ke depan dengan tatapan mata yang kosong.


"Kamu bertemu dengan dengan boneka cantik yang bisa hidup dan bicara tadi siang,? dia sungguh cantik sekali dan sangat gemas sekali kan."


Alena langsung menatap wajah Dokter Rian ketika mendengar perkataan Dokter Rian.


"Dia anak yang sangat cantik dan manis sekali, dia juga sangat pintar sekali dan dia adalah anak dari seorang Dokter Specialis Kandungan."


Alena langsung memegang erat tangan Dokter Rian dia begitu sangat bergetar sekali.


"Apakah dia adalah anak kuuuu, dia adalah Mutiara Renita anak kuuuu."


Tatapan mata Alena langsung berkaca-kaca sambil memandangi wajah Dokter Rian.

__ADS_1


Dokter Rian pun mencoba untuk menenangkan perasaan dan pikiran Alena, dia mencoba untuk menenangkan Alena yang tubuh nya tiba bergetar hebat.


__ADS_2