Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode *346*


__ADS_3

Acara pesta ulang tahun di mulai tepat pada jam 10 siang, tapi Kimora tidak ada bersama dengan Putri Kimora hanya Suster Diana dan Genzy saja yang ada di samping Putri Kimora.


Acara di mulai dengan sangat meriah sekali apalagi banyak nya anak-anak jalanan dan pantai asuhan yang datang, membuat suasana semakin ramai sekali.


Ketika Putri Kimora di minta untuk meniupkan lilin, Alena mulai melakukan aksi nya.


Dia melihat Dokter Rian yang begitu fokus sekali kepada Putri Kimora.


Alena diam-diam dia pun mundur dan pergi dari samping Dokter Rian.


Alena berjalan mencari keberadaan Kimora Letica dia akan melakukan aksi nya.


"Kenapa pergi nya Kimora Letica,? apakah dia sudah menyadari jika hari ini adalah hari terakhir nya dia hidup. Dan dia pun memilih untuk langsung pergi dari tempat tersebut."


Alena terus saja berjalan mencari keberadaan Kimora dengan terapan mata yang sangat tajam sekali.


Alena seperti menyimpan banyak dendam kepada Kimora Letica.


Dan akhirnya Alena menemukan keberadaan Kimora yang sedang menyendiri di tempat make up yang di pakai Putri Kimora.


Kimora yang sedang duduk memainkan handphone nya pun langsung berdiri ketika dirinya melihat kedatangan Alena.


Perasaan Kimora pun langsung berubah menjadi tidak nyaman sekali ketika melihat wajah Alena.


"Ada apa kamu mengikuti kuu ke sini Alena,? kenapa kamu tidak bersama dengan Dokter Rian saja. Dia merupakan kekasih muu kan sekarang."


Kimora tersenyum tipis kepada Alena sampai mengibaskan rambut panjang nya.


"Kekasih,? maksud muu kamu mengharapkan aku akan bisa bersama dengan Dokter Rian. Agar kamu bisa kembali dengan Genzy ? ohhhh sangat menguntungkan sekali yaa untuk kamu Kimora, pikiran kamu lumayan licik sekali."


Kimora tidak mengerti kenapa sampai sekarang Alena terus saja memikirkan jika dirinya ingin bersama dengan Genzy kembali.


"Jika kamu menginginkan Mas Genzy, bersikap baik dengan dia. Aku tidak akan pernah menghalangi kamu untuk bisa bersama kembali dengan Mas Genzy, silahkan jika kamu ingin bersama dengan Mas Genzy."


Alena merasa kesal dengan Kimora dirinya pun mendorong tubuh Kimora hingga terjatuh ke bawah.


Kimora pun merasa jika apa yang sudah di lakukan oleh Alena sangat kelewatan sekali.


Kimora yang terjatuh langsung berusaha bangkit kembali, dia pun menatap Alena dengan sangat sinis sekali.

__ADS_1


"Alena sudah cukup yaa dengan semua perlakuan muu terhadap kuu ini, kamu sekarang sudah mulai bersikap sangat kasar sekali terhadap kuu ini."


Mendengar perkataan dari mulut Kimora membuat Alena tersenyum manis sambil memandangi wajah Kimora.


"Yaa, aku bersikap kasar seperti ini karena aku berniat ingin membuat muu bernafas untuk yang terakhir kali hari ini. Aku ingin membuat muu tiada di dunia ini."


Alena langsung menarik rambut panjang Kimora dan membuat Kimora sangat kesakitan sekali.


Kimora mencoba untuk melawan apa yang sudah di lakukan oleh Alena terhadap nya.


"Lepaskan rambut kuuu ini Alena aahhhhhh sakit sekali, lepaskan ahhhhhhh."


Mendengar Kimora yang mengeluh kesakitan membuat Alena semakin menjadi-jadi.


Dia terus saja menjambak rambut panjang milik Kimora.


"Setiap aku despresi aku selalu melukai fisik kuu, dan rambut indah menjadi rontok dan itu adalah karena kamu Kimora. Jadi sekarang kamu harus merasakan apa yang aku rasakan."


Kimora yang sudah sangat kesakitan sekali pun langsung memilih untuk melawan perlakuan Alena terhadap nya.


Kimora menginjak kaki Alena dengan sangat kencang sekali dan membuat Alena langsung melepaskan genggaman tangan nya kepada rambut Kimora.


Karena merasa sangat tidak puas dengan apa yang di lakukan oleh Alena, Kimora pun mendorong tubuh Alena dengan sekuat tenaga nya.


Kimora pun langsung terkejut sekali ketika melihat isi dalam tas Alena.


Di membawa gunting yang sangat tajam sekali dan membuat Kimora merasa sangat ketakutan sekali.


Dokter Rian yang merasa kehilangan Alena pun langsung mencoba untuk mencari Alena.


"Kemana pergi nya Alena yaa jangan sampai dia berbuat sesuatu yang tidak baik."


Dokter Rian pun langsung berlari untuk mencari Alena.


"Alenaaaaaaaaaaaa, di mana kamu Alena."


Dokter Rian pun terus saja mencari keberadaan Alena.


Alena pun langsung tersenyum ketika Kimora melihat isi dalam tas nya tersebut.

__ADS_1


"Hahahaha, kamu merasa sangat takut sekali kan Kimora. Apa yang aku katakan tidak pernah bercanda Kimora aku memang sudah berniat untuk membuat muu tiada hahahaha."


Alena mencoba untuk berdiri tegak dan mengambil gunting tajam besar tersebut untuk menyakiti Kimora.


"Tidaaak Alenaaaaa, kamu yang menginginkan aku tidak ada lagi di dunia ini hah,? jika kamu berpikir ketika aku sudah tidak ada di dunia ini kamu bisa dengan mudah nya bersama dengan Mas Genzy. Itu sangat tidak mungkin terjadi karena sesungguh nya yang harus kamu singkirkan itu bukan aku tapi Ayana Larasati bukan aku."


Alena mengabaikan perkataan Kimora dia tetap ingin sekali membuat Kimora tiada.


Melihat Alena memegang erat gunting tersebut membuat Kimora pun memilih untuk melarikan diri.


Tapi Alena berjalan sangat sangat cepat sekali untuk mengikuti Kimora.


Alena tersenyum manis kepada Kimora sambil membayangkan detik-detik kepergian Kimora.


Kimora pun berteriak sangat kencang sekali ketika Alena yang semakin mendekati nya.


"Tolooooooong akuuuuuuuuuu, Alena jangaaaannnnnn."


Mendengar teriakkan kencang Kimora Dokter Rian pun langsung mencari sumber teriakan tersebut.


Perasaan Genzy pun tiba-tiba langsung tidak nyaman sekali ketika melihat Kimora yang belum juga kembali


Dan dia pun melihat Alena dan Dokter Rian tidak ada di tempat.


"Putri Kimora sayaaaaang, kamu bersenang-senang yaa bersama dengan Suster Diana dulu. Papa mau mencari ibu Kimora terlebih dahulu yaa."


Genzy pun langsung berlari untuk mencari Kimora, seketika Suster Diana merasa teringat dengan Kimora.


"Astagaaaa, kenapa hati kuu ini tidak nyaman sekali. Aku selalu mengingat Bu Kimora aku merasa ada sesuatu dengan Ibu Kimora."


Suster Diana pun merasa telah terjadi sesuatu dengan Kimora.


Tapi dia tidak mungkin meninggalkan Kimora sendiri untuk membagikan bingkisan kepada semua anak-anak yang datang ke sini.


Suster Diana berusaha untuk bisa tetap tersenyum manis di depan Putri Kimora walaupun hati nya sangat tidak nyaman sekali memikirkan apa yang sebenarnya terjadi dengan Kimora.


"Suster Diana, kenapa Ibu dan Papa pergi sangat lama sekali yaa. Apalagi ibu yang tidak ada dari awal acara sampai acara ini berakhir."


Putri Kimora terlihat sangat sedih sekali ketika tidak melihat Ibu nya bersama dengan nya.

__ADS_1


"Sayang, seperti nya Ibu Kimora sedang tidak enak badan sayaaaaang. Tidak apa-apa yaa sayaaaaang masih ada Suster Diana di sini bersama dengan Putri Kimora."


Suster Diana mencoba untuk menenangkan Putri Kimora yang mencari keberadaan Kimora Letica.


__ADS_2