
Putri Kimora pun hanya terdiam saja karena dia melihat wajah Ibu nya yang seperti tidak suka melihat Papa nya.
"Hallo Papa, aku Putri Kimora dan aku harus pulang sekarang juga."
Putri Kimora langsung menundukan kepalanya dia tidak berani menatap wajah Genzy.
Genzy pun di buat sangat kebingungan sekali dengan sikap Kimora.
Dan akhirnya Kimora memilih untuk pergi duluan meninggalkan mereka di depan pintu Apartemen.
"Suster, kenapa Ibu pergi?. Ibu seperti nya marah sama aku Suster."
Putri Kimora terlihat sangat sedih sekali dia pun memeluk erat Suster Diana.
"Pak Genzy, sebelumnya saya minta maaf atas perlakuan Bu Kimora. Tapi sejujurnya pertemuan ini yang sudah di rencanakan oleh Bu Kimora, pertemuan antara Bu Sarrah dengan Pak Genzy."
Suster Diana pun berusaha untuk menenangkan perasaan Putri Kimora.
"Yasudah abaikan saja Kimora pergi kalian nanti biar saya saja yang mengantar pulang."
Kimora pergi ke dalam mobil nya dia sangat berharap besar Suster Diana dan Putri Kimora akan segera menyusul nya.
Tapi Suster Diana merasa sangat kasihan sekali melihat Putri Kimora yang hanya bisa bertemu sebentar dengan Papa nya.
"Sayaaaaang, sudah yaa jangan sedih. Lihat sekarang ada Om baik di depan Putri Kimora Om baik yang ternyata adalah Papa kandung Putri Kimora."
Suster Diana pun mencoba untuk melepaskan pelukan erat Putri Kimora, dia mencoba untuk menurunkan nya.
Genzy menghampiri Putri nya tersebut dia tidak pernah menyangka sekali bisa di pertemuan dengan Putri kandung nya yang selama 5 tahun tidak bertemu.
"Sayaaaaang, boleh Papa peluk kamu sayaaaaang boleh."
Putri Kimora pun langsung menganggukan kepalanya sambil tersenyum tipis.
Genzy langsung memeluk erat Putri Kimora dia mengelus rambut panjang Putri nya tersebut.
Putri Kimora hanya bisa terdiam dia pun merasa sangat senang sekali ketika bisa berpelukan dengan Papa nya.
"Papa, aku kangen banget sama Papa tapi kenapa Papa harus berpura-pura tidak mengenali aku di saat Papa bertemu dengan aku di taman bermain itu."
Pertanyaan Putri Kimora membuat Genzy harus bisa merangkaikan kata-kata yang bisa cepat di pahami oleh Putri nya tersebut.
__ADS_1
"Di saat itu Papa sama sekali tidak tahu kalau Putri Kimora itu adalah Putri kandung Papa, maafkan Papa yaa sayang."
Putri Kimora pun langsung terdiam dan dia pun mulai mencoba untuk berpikir sangat keras sekali.
Dia melihat Suster Diana yang seperti sudah mengenal dengan Papa nya, itu tanda Suster Diana tahu sejak pertemuan mereka berdua di taman bermain.
"Aku pusing sekali sekarang, Ibu bilang Papa itu berkerja di luar negeri tapi kenapa di saat Papa pulang tidak ke Apartemen kami. Kenapa Papa berpisah dengan Ibu."
Pertanyaan Putri Kimora lagi-lagi membuat Genzy terdiam seperti nya dia memang harus berkata jujur kepada Putri Kimora.
Genzy menatap wajah Putri Kimora dia pun tersenyum manis melihat wajah cantik Putri kesayangannya itu.
"Maaafkan Papa yaa sayang, semuanya adalah salah Papa tapi Papa janji akan selalu membuat Putri Kimora bahagia selalu."
Semakin Genzy menatap wajah Putri nya semakin dia merasa sangat bersalah dengan mengingat bayangan masa lalu nya.
"Jika Papa salah, Papa harus meminta maaf kepada Ibu. Papa jangan diam seperti ini."
Suster Diana hanya tersenyum mendengar perkataan Putri Kimora kepada Papa nya.
"Iyaaa sayaaaaang, Papa akan meminta maaf kepada Ibu."
"Ini Pap setangkai mawar pink kesukaan Ibuuu, ayo Pap pergi sana mencari Ibu dan berikan setangkai mawar pink ini untuk Ibu."
Genzy pun langsung mengambil setangkai mawar putih yang di berikan oleh Putri Kimora.
"Baiklah sayaaaaang, Papa akan memberikan Setangkai mawar pink ini untuk Ibu Kimora."
Genzy pun langsung pergi untuk mencari Kimora.
"Suster Diana, ayo kita ikuti Papa yang mau meminta maaf kepada Ibu."
Putri Kimora pun menarik tangan Suster Diana mereka pun berlari untuk mengejar Genzy.
"Seperti nya Putri Kimora adalah yang akan mempersatukan kembali cinta antara mereka berdua, dan semoga saja Putri Kimora yang bisa membuat Papa nya meninggal bayangan masalalu nya yang sangat menyeramkan sekali."
Ucap Suster Diana di dalam hati nya.
Terlihat Genzy mencari keberadaan Kimora dia mencari mobil Kimora.
Kimora yang melihat Genzy pun langsung keluar dari mobil nya, Kimora terlihat sangat ketakutan sekali dia takut terjadi sesuatu dengan Putri Kimora.
__ADS_1
"Ada apa Mas Genzy seperti berlari tergesa-gesa sekali, jangan sampai ada sesuatu dengan Putri kuu."
Kimora berdiri di depan pintu mobil nya, dan Genzy pun melihat Kimora.
Genzy langsung menghampiri Kimora dan menyembunyikan setangkai mawar pink di belakang jas hitam nya.
"Ada apa Mas,? kenapa kamu seperti tergesa-gesa sekali seperti itu. Apa ada yang terjadi dengan Putri kuuu."
Wajah Kimora sangat cemas sekali dia sangat terlihat sangat gelisah sekali.
Genzy pun tiba-tiba menundukan badan nya, dia memberikan setangkai mawar pink untuk di berikan kepada Kimora.
Kimora terlihat sangat malu sekali ketika semua orang yang berada di sekitar nya tertuju pada mereka berdua.
"Mas, kamu kenapa sih. Kenapa seperti ini memalukan sekali di lihat sama banyak orang."
Melihat Ibu nya yang seperti akan marah besar kepada Papa nya, Putri Kimora dan Suster Diana memilih untuk langsung menghampiri mereka berdua.
Kimora semakin tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi kenapa seperti ini.
"Buuuuu, tadi Papa bilang sama aku katanya Papa pernah berbuat kesalahan kepada Ibuu. Dan aku menyuruh Papa Genzy untuk meminta maaf kepada Ibu."
Suster Diana pun hanya bisa tersenyum manis melihat hal tersebut, dia tidak pernah menyangka jika Genzy bisa berbuat seperti itu juga.
Kimora terlihat sangat kesal sekali karena begitu besar nya kesalahan Genzy kepada kehidupan nya di masalalu.
"Maaafkan Ibuuu sayaaaaang, Ibu hanya bisa menerima setangkai mawar pink ini. Ibu belum bisa menerima permintaan maaf Papa kamu sayang.".
Kimora mengambil setangkai mawar pink tersebut.
"Terimakasih banyak ya Mas Genzy untuk setangkai mawar pink nya."
Setelah mengambil setangkai mawar pink tersebut, Kimora memilih untuk masuk kembali ke dalam mobil nya.
Putri Kimora merasa sangat sedih sekali ketika dia melihat Ibu nya yang tidak mau memaafkan Papa nya.
Kimora memilih untuk pergi dari tempat tersebut dan membiarkan Putri Kimora bersama dengan Papa nya.
Air mata Kimora mengalir sangat deras sekali.
"Kenapa sih Mas, kamu dulu menghianati aku dengan menjalani hubungan terlarang dengan Alena di posisi kuu sedang sakit. Rasa sakit hati yang begitu sangat mendalam sekali apalagi ketika kamu dan Alena melakukan nya di kamar kita berdua."
__ADS_1