
"Lalu aku seperti ada yang membangunkan akuuu, dan aku pun ternyata ada di dalam mobil sendiri an dan Papa tidak ada di dalam mobil. Aku pun turun dari mobil untuk mencari Papa tapi aku menemukan gunting dan aku memegang nya dan tiba-tiba tangan ku langsung memerah dan aku pun melemparkan gunting tersebut."
Putri Kimora langsung memeluk erat Suster Diana dia seperti sangat ketakutan sekali.
Suster Diana langsung berpikir jika Putri Kimora di bawa oleh Genzy rumah misterius nya yang dulu.
"Apakah Papa kamu memberhentikan mobil nya di depan rumah yang sangat mewah sekali dan sangat besar rumah tersebut berwarna putih."
Putri Kimora langsung melepaskan pelukan erat dari Suster Diana.
"Rumah itu sangat luas sekali dan aku pun menemukan rumah dari sosok wanita bergaun putih tersebut dia tinggal di belakang rumah itu dia tersenyum manis ketika aku menemukan nya."
Suster Diana sangat terkejut sekali ternyata tampa Genzy sadari Putri Kimora sudah bisa menemukan dengan mudah apa yang selama ini di sembunyikan oleh Genzy.
Suster Diana pun melihat wajah Putri Kimora yang seperti baik-baik saja.
Putri Kimora tidak seperti yang sebelum nya dia ketakutan atau seperti terbebani.
"Apakah Papa Genzy mengetahui nya jika kamu menemukan rumah dari sosok wanita bergaun putih tersebut,? lalu bagaimana respon Papa Genzy ketika mengetahui semuanya."
Suster Diana pun semakin yakin jika Putri Kimora adalah kunci dari kasus ke misterius Papa nya selama ini.
"Papa bilang di ruangan itu Papa menyimpan sesuatu yang sangat berharga sekali, agar aman tidak ketahuan orang lain. Dan aku pun mengatakan semuanya kepada Papa tapi Papa seperti mengabaikan ucapan kuu dia fokus dengan menyetir mobil nya."
Kimora datang ke dalam kamar Putri Kimora, dan beruntung nya mereka berdua sudah selesai mengobrol.
Suster Diana memilih untuk pergi dari kamar Putri Kimora, dia langsung masuk ke dalam kamar nya.
Kimora tersenyum manis kepada Putri Kimora.
"Bagaimana dengan hari ini sayang,? apa yang kamu rasakan bisa bermain bersama dengan Papa kamu."
Kimora ingin mengetahui bagaimana perasaan Putri Kimora dengan jujur.
"Aku senang sekali Ibuuu bisa bersama dengan Papa, pulang sekolah bersama dengan Papa terus makan siang bersama dengan Papa."
__ADS_1
Wajah gembira Putri Kimora tidak bisa membohongi perasaan hati nya.
"Ibu juga ikut bahagia sekali ketika melihat Putri kesayangan ibu bahagia dan tadi Papa juga bilang dia yang akan menyiapkan semuanya di acara ulang tahun kamu nanti."
Putri Kimora memeluk erat Ibu nya dia pun langsung membisikkan sesuatu kepada Ibu nya.
"Ibuuuuuuu, aku ingin sekali kita bertiga yang pergi bersama liburan. Aku ingin seperti teman-teman kuuu yang ada di sekolah mereka berlibur sekolah bersama dengan orang tua nya."
Kimora seketika langsung terdiam ketika mendengar perkataan dari mulut Putra Kimora tersebut, sebuah perkataan yang menginginkan ke dua orang tua nya bisa bersama selamanya.
Kimora tidak kuasa menahan air mata nya dia terus saja memeluk erat Putri Kimora dan dia pun menangis di pelukan Putri kesayangannya tersebut.
Kimora memeluk erat Putri Kimora agar Putri Kimora tidak melihat bahwa dia sedang menangis.
Putri Kimora merasa jika ada suara Isak tangis Ibu nya dia pun memaksa untuk melepaskan pelukannya.
Putri Kimora melihat Ibu nya yang ternyata menangis.
"Kenapa ibu menagis seperti ini, maafkan aku yaa buuuuu. Aku menyakiti hati ibu yaa aku tidak akan lagi meminta untuk berlibur bersama dengan Papa, kita berlibur bersama dengan Ibu dan Suster Diana saja tidak usah dengan Papa."
Putri Kimora menghapus air mata yang terus menerus mengalir di ke dua pipi nya.
Putri Kimora terus menghapus air mata Ibu nya.
Kimora pun langsung tersenyum manis kepada Putri Kimora.
"Ibu sudah tersenyum sayaaaaang, ayo sekarang lebih baik kamu istrirahat yaa sayaaaaang. Besok kita main kembali ke Apartemen Omah dan kamu bisa bertemu dengan Papa Genzy kembali."
Kimora membaringkan tubuh Putri Kimora dia pun menarik selimut untuk menyelimuti seluruh badan Putri Kimora.
"Selamat tidur sayang Ibuuu, mimpi indah yaaa sayaaaaang. Ibu sayaaaaang sekali Putri Kimora sampai kapan pun."
Kimora mencium kening Putri Kimora dan tersenyum manis kepada Putri Kimora.
Kimora mematikan lampu kamar nya dan menutup rapat pintu kamar nya.
__ADS_1
Kimora berjalan menuju ke kamar nya dengan mengingat kembali perkataan Putri Kimora yang menginginkan liburan bersama dengan kedua orang tua nya.
"Putri Kimora memang belum pernah merasakan liburan bersama keluarga utuh nya, apakah aku bersalah jika aku berlibur bersama dengan Mas Genzy. Walaupun setatus kita sudah bukan lagi pasangan suami istri tapi semua ini demi kebahagiaan Putri Kimora.
Alena sudah normal kembali tapi hanya dirinya saja yang merasakan nya, dia tidak ingin orang lain tau jika dirinya sudah kembali normal agar dia bebas melakukan apapun.
Alena diam di depan pintu dan Mama nya pun langsung menghampiri nya.
"Kamu mau ke mana Alena,? dan apa yang akan kamu lakukan lagi."
Riana selalu berpikir negatif kepada Alena dia tidak percaya kepada Alena semenjak dia yang pernah menculik Putri Kimora.
"Aku ingin keluar Mam, aku bosan di dalam terus."
Riana pun memegang erat tangan Alena dan membuka kan pintu Apartemen nya.
Ketika Alena keluar dari Apartemen Genzy keluar dari lift dan memandangi wajah Alena.
Alena begitu sangat bahagia sekali ketika dia bisa melihat Genzy.
Walaupun Genzy hanya memandangi wajah nya tapi tidak menyapa nya sama sekali.
"Lupa dia cari Lelaki yang lain, ingat karena kamu pernah mencintai suami sahabat kamu sendiri. Kamu menjadi seperti ini kamu mendapatkan karma dari Tuhan."
Riana pun mengajak Alena ke luar Apartemen agar Alena bisa menikmati udara segar di sore hari.
"Kamu diam di sini yaa, Mama mau membelikan sesuatu untuk kamu."
Alena duduk sendiri ketika Mama nya sedang membelikan sesuatu untuk nya.
"Aku harus baik, aku harus selalu terlihat baik. Aku tidak boleh membuat mereka yang selalu curiga dengan kuuu. Agar setiap rencana ku selalu berjalan mulus tanpa cacat sedikitpun."
Alena duduk untuk menunggu Mama nya, tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti di hadapan nya.
Alena di buat kaget sekali tetapi setelah dia melihat siapa yang ads di dalam mobil tersebut.
__ADS_1
Alena tersenyum manis melihat Dokter Rian yang ternyata pemilik mobil tersebut.
"Alena apa yang sedang kamu lakukan di sini,? bahaya sekali jika kamu hanya sendirian di sini bisa-bisa kamu menyakiti orang lain."