
Alena di jemput oleh Mama nya dan Genzy pun tetap memperhatikan Alena.
Suster Diana dan Genzy hanya diam saja mereka tidak berkata apa-apa dengan Riana.
Melihat wajah Suster Diana dan Genzy yang terlihat sangat emosional, Riana tampa berpamitan dia langsung membawa Alena.
Alena masuk ke dalam mobil dirinya terlihat seperti menyimpan banyak dendam.
Alena terus memandangi wajah Genzy dirinya berniat untuk membalaskan dendam kepada Genzy.
"Alena kamu baik-baik saja kan di sana, kamu tidak melakukan apapun kan yang membuat mereka emosi terhadap kamu."
Riana mempertanyakan hal tersebut karena terlihat sekali Alena yang terdiam dengan wajah yang kesal.
"Aku gagal menghabiskan nyawa Kimora, dia selamat dia di bantu oleh Dokter Rian dan Genzy."
Riana mendengar perkataan Alena langsung tiba-tiba memberhentikan mobilnya.
"Alena apa yang kamu lakukan dengan Dokter Kimora,? kamu membuat Dokter Kimora terluka ? Astagaaaa Alenaaaaa kamu jahat sekali."
Alena melirikan mata nya kepada Mama nya sambil tersenyum tipis.
"Aku gagal menusukkan gunting ke wajah Kimora, tapi aku berhasil mengunting rambut panjang nya."
Alena seperti tersenyum puas ketika mengatakan hal tersebut kepada Mama nya.
"Dan setelah kamu melakukan itu semua, kamu tetap saja tidak bisa bersama dengan Genzy. Dan kamu bisa terancam masuk penjara karena kelakuan kamu itu."
Riana menjalankan kembali mobil nya, tapi Alena mengabaikan perkataan Mama nya.
Alena tetap akan melakukan rencana nya selanjutnya.
***
Suster Diana memutuskan untuk pulang ke Apartemen nya, dia takut Putri Kimora sudah sampai duluan di Apartemen nya.
Suster Diana terus saja memikirkan bagaimana dengan kondisi Kimora sekarang.
Suster Diana ingin sekali bisa bertemu dengan Kimora.
Ketika Suster Diana turun dari mobil nya, dia pun melihat mobil Dokter Rian di belakang mobil nya.
Dan Putri Kimora pun langsung keluar dari mobil nya menghampiri Suster Diana.
"Suster Dianaaaaaaa, aku kangen banget deh."
__ADS_1
Putri Kimora memeluk erat tubuh Suster Diana dia begitu sangat bahagia sekali ketika bertemu dengan Suster Diana.
"Bukan kah kita hanya tidak bertemu beberapa jam saja kan sayang."
Suster Diana memandangi wajah Dokter Rian.
"Dokter Rian, bisakah kita mengobrol dulu sebentar di Apartemen."
Dokter Rian mengerti apa maksud dari perkataan Suster Diana.
"Oke baiklah, setelah ini saya akan pergi ke Apartemen Alena."
Dokter Rian pun langsung pergi bersama dengan Suster Diana dan Kimora untuk masuk ke dalam Apartemen nya.
Ketika mereka masuk ke dalam Apartemen dan ketika Suster Diana meminta untuk Putri Kimora untuk menganti baju nya.
Suster Diana mulai berbicara tentang bagaimana kondisi Kimora.
"Bagaimana kondisi Dokter Kimora,? apakah dia baik-baik saja sekarang. Dokter Kimora sekarang berada di mana."
Suster Diana begitu sangat tidak tenang sekali dia sangat menghawatirkan kondisi Kimora.
"Kimora sekarang sedang berada di rumah saya dengan pengawasan yang sangat ketat sekali jadi kamu tidak harus hawatir dengan keadaan Kimora. Hanya saja Kimora harus kehilangan rambut panjang nya yang di gunting oleh Alena."
Suster Diana tidak habis pikir dengan apa yang sudah di lakukan oleh Alena terhadap Kimora.
Dokter Rian hanya tersenyum tipis kepada Suster Diana.
"Kalau begitu saya permisi dulu yaa, saya mau pergi ke Apartemen Alena. Saya sudah tidak mau lagi menjadi psikiater Alena."
Dokter Rian pun langsung pergi dari Apartemen tersebut.
"Dokter Rian, saya ingin sekali bisa bertemu dengan Dokter Kimora. Bisakah besok saya bertemu dengan Dokter Kimora."
Dokter Rian pun tersenyum manis sambil mengangguk kan kepala nya.
Dokter Rian ingin secepatnya sampai di Apartemen Alena.
"Sudah cukup kesabaran kuu ini bukan membuat Alena menjadi lebih baik tapi semakin jahat, aku merasa sangat gagal sekali menjadi seorang Dokter."
Dokter Rian akhirnya sampai di depan gedung Apartemen Alena.
Dokter Rian menuju ke lantai 10 dan menekan tombol bell.
Riana membuka kan pintu tersebut dia terlihat sangat malu sekali ketika dia melihat wajah Dokter Rian karena perlakuan Alena.
__ADS_1
"Dokter Rian saya meminta maaf sekali atas apa yang sudah di perbuat oleh Alena, tindakan Alena memang sangat membahayakan sekali."
Riana sangat terus saja minta maaf kepada Dokter Rian.
"Kedatangan saya ke sini saya ingin berhenti untuk menjadi Dokter Alena, saya merasa sangat gagal sekali untuk bisa membuat kondisi Alena menjadi membaik saya sarankan lebih baik Ibu mencari psikiater yang lain saja."
Alena mendengarkan perkataan antara Dokter Rian dan juga ibu nya.
"Pergi saja sanaaaaa !!!."
Teriak Alena keluar dari kamar nya dan menghampiri Dokter Rian.
Dokter Rian pun langsung berdiri dari tempat duduk nya.
"Alena kamu jangan memanfaatkan kondisi kamu yang seperti ini hanya untuk melukai fisik orang lain, kamu sekarang merasa puas dengan apa yang sudah kamu lakukan kepada Kimora ?."
Alena menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Dokter Rian.
"Aku belum puas sebelum aku membuat Kimora pergi untuk selamanya hahaha."
Dokter Rian langsung menghampiri Alena dia merasa sangat kesal sekali dengan apa yang di lakukan oleh Alena.
"Bukan Kimora yang harus kamu musnah kan tapi Ayana yang harus kamu hilangkan, jika kamu bisa membuat Ayana musnah ntah itu kamu kuburkan kembali atau apapun yang ada di pikiran kamu maka Genzy akan membuka pintu hati nya 100% untuk wanita yang bisa mendekati nya."
Dokter Rian memilih untuk pergi meninggalkan Apartemen Alena.
Dokter Rian merasa dia bisa memaafkan Alena untuk bisa mengeluarkan Ayana dari rumah tersebut dengan cara licik nya.
Alena mulai memikirkan perkataan Dokter Rian.
"Ayana, dulu aku menemukan nya di kamar itu. Apakah sekarang Genzy masih menyimpan nya di sana."
Ayana langsung masuk ke dalam kamar nya untuk merencanakan sesuatu.
"Yaa, aku harus bisa membuang Ayana dari kehidupan Genzy. Aku harus bisa masuk ke dalam rumah itu dan aku akan melakukan sesuatu untuk Ayana."
Alena menyala korek api dan langsung meniupkan nya.
"Genzy kamu akan menangis di hadapan kuu, kelemahan kamu ada pada jasad Ayana dan aku sangat yakin sekali kamu pasti akan menyesal sekali dengan sikap kamu kepada kuuu."
Alena melempar korek api tersebut kedalam tas hitam nya, dengan rencana-rencana licik nya.
Alena pun membayangkan jika dia memakai gaun pengantin yang sudah lama dia simpan di dalam lemari baju nya.
"Nanti sudah ada waktu nya aku memakai baju pengantin ini bersama dengan Genzy lelaki pilihan kuu selama ini dan aku pasti akan hidup bahagia sekali bersama dengan nya."
__ADS_1
Alena mulai berhalusinasi dengan pakaian pengantin nya.