
Riana terus saja mengetuk pintu kamar nya, dia berteriak kencang sekali dia ingin keluar dari kamar nya karena ingin pergi ke toilet.
"Alenaaaaa cepat buka pintu nya, Mama sudah tidak tahan lagi cepaaaattt."
Alena yang merasa sangat risih dengan teriakan Mama nya pun akhirnya membuka pintu kamar nya itu.
"Mama tidak merencanakan sesuatu kan, Mama tidak berbohong kan."
Riana menggangukan kepalanya sambil memegang perut nya yang sangat kesakitan sekali.
"Tidak sayaaaaang tidak Mama tidak berbohong sama kamu."
Alena pun membiarkan Mama keluar dari kamar nya dan langsung berlari menuju ke toilet.
Alena pun mengikuti Mama nya dia berdiri di depan pintu toilet itu menunggu Mama nya keluar.
Di dalam toilet Riana memikirkan bagaimana cara nya agar dia bisa menyelamatkan Putri Kimora yang berada di kamar tersebut.
"Kasihan sekali anak perempuan itu, aku harus mengeluarkan dia dari kamar dan memberikan nya kembali ke keluarga nya."
Riana begitu sangat lama sekali berada di dalam toilet, dan membuat Alena mencurigai Mama nya tersebut.
"Kenapa Mama lama sekali di dalam dia sedang apa yaa di dalam, jangan-jangan Mama mencoba untuk kabur."
Alena mengetuk pintu toilet tersebut dan membuka nya langsung.
Riana pun langsung menarik tangan Alena dengan kencang sekali dan membuat Alena masuk ke dalam toilet.
Riana terpaksa melakukan hal ini dia pun mendorong Alena sehingga Alena terjatuh dan Riana bisa mengunci Alena di dalam toilet itu.
Alena berteriak kencang sekali dia meminta Mama nya untuk bisa membuka pintu toilet tersebut.
"Mamaaaaaa bukaaaaaa, aku tidak mau di kurung di dalam toilet ini. Kenapa Mama lebih memilih anak perempuan itu daripada anak kandung Mama."
Alena mencoba untuk terus membuka pintu toilet tersebut tapi tidak bisa.
"Alena perbuatan kamu sudah tidak bisa di anggap biasa, kamu menculik seorang anak perempuan dan itu bisa menyebabkan kamu untuk masuk ke penjara Alena."
Riana mulai mencari di mana Alena menyimpan semua konci, Riana tidak dapat menemukan nya.
__ADS_1
"Alena di mana kamu sembunyikan kunci kamar dan kunci pintu depan, cepat beritahu kepada Mama."
Semua kunci-kunci tersebut ada di tangan Alena.
"Aku tidak akan membiarkan kunci-kunci karena Mama pasti akan memberikan Tiara kepada Kimora. Tiara itu adalah anak perempuan kuu Man jangan berikan Tiara lestari Kimora."
Riana pun langsung menghampiri kamar yang mengurung Putri Kimora.
"Nak, sayaaaaang kamu tidak apa-apa kan di dalam sana. Kamu tenang yaa sayaaaaang. Tante akan mencoba untuk mencari kan kunci agar bisa membuka pintu kamar ini yaa sayaaaaang."
Putri Kimora langsung menghampiri pintu kamar nya itu, dia seperti mendengar suara yang berbeda.
"Seperti nya itu bukan suara Tante jahat itu, aku harus meminta pertolongan sama dia."
Putri Kimora pun mendekat kan pipi nya di pintu kamar tersebut agar suara terdengar jelas sekali keluar.
"Tolong akuuuuuuuuuu, aku ingin pulang bertemu dengan Ibu kuuuuuu. Tolong akuuuuuuuuuu."
Putri Kimora kembali menangis dan membuat Riana sangat panik sekali.
"Sabar yaa sayang sabar, kamu pasti kembali lagi dengan keluarga kamu."
Riana terus saja mencari di mana kunci-kunci tersebut, dan kembali menghampiri Alena untuk menanyakan kembali di mana kunci itu berada.
Alena yang merasa sangat kesal sekali pun memilih untuk membuat kunci tersebut ke toilet.
"Hahahaha, kunci itu sudah aku buang ke dalam toilet dan kunci tersebut sudah menghilang. Agar kita semua nya tidak ada yang keluar dari Apartemen ini hahahaha."
Alena begitu sangat bahagia sekali dia membuang kunci tersebut.
"Astaga Alenaaaaa apa yang sudah kamu lakukan naakkkk, bagaimana jika anak perempuan itu meninggal karena terkurung terlalu lama di dalam kamar. Kamu akan semakin di benci oleh Genzy dan kamu tidak akan pernah bisa menikah dengan Genzy."
Alena pun langsung terdiam mendengar perkataan itu dia langsung panik sekali dan Riana pun membuka pintu toilet tersebut.
Alena langsung berlari menghampiri kamar tersebut.
"Tiara kamu masih hidup kan Tiaraaaa jangan tinggalkan Mommy sayaaaaang."
Alena merasa sangat menyesal sekali dengan apa yang sudah dia perbuat.
__ADS_1
"Sekarang berikan kunci pintu Apartemen ini, agar kita bisa secepatnya meminta bantuan kepada orang lain untuk bisa membuka kan pintu kamar tersebut."
Alena menundukan kepalanya dia tidak berani untuk memandangin wajah Mama nya.
"Ke dua kunci itu sudah aku buang ke toilet, semua nya sudah tidak ada lagi."
Riana pun di buat sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan tersebut.
Bagaimana mereka bisa keluar dari Apartemen tersebut ketika kuncinya di hilangkan oleh Alena.
Kimora dan Suster Diana berserta Genzy sudah merasa ingin menyerah untuk mencari Putri Kimora.
Dari pihak kepolisian pun belum bisa untuk menemukan Putri Kimora.
"Bagaimana ini Mas, sudah dua hari Putri belum kita temukan Mas. Aku sangat takut sekali Mas, bagaimana Putri makan dan tidur dia pasti sangat ketakutan sekali."
Kimora merasa sangat lemes sekali dia pun bersender ke pundak Suster Diana.
Putri Kimora berjalan kembali menuju ke jendela kamar nya, dan dia melihat seseorang yang sedang duduk di tempat yang biasa Suster Diana duduk untuk menunggu dirinya pulang sekolah.
"Ibuuuuuuu, itu ibuuuuuuuuuj. Ibuuuuuuu aku di sini buuuuuuu lihat akuuu buuuuuu."
Putri Kimora mencoba untuk membuka jendela kamar tersebut, tapi sangat susah sekali Putri Kimora tidak bisa membuka nya.
Jendela tersebut sangat susah sekali untuk di buka tapi Putri Kimora terus mencoba nya.
"Kimora kamu jangan berpikir seperti itu, kita harus yakin anak kita baik-baik saja."
Genzy memilih untuk pergi meninggalkan Kimora dan Suster Diana, dia kembali menyebarkan foto-foto Putri Kimora.
Di saat seperti ini mereka sangat kompak sekali untuk bisa menemukan Putri Kimora.
"Buuu, kita kembali ke Apartemen saja yuu. Kita istrirahat sebentar saja, ibu sudah terlihat sangat lelah sekali saya nggak mau ibu menjadi sakit."
Kimora memang terlihat sangat lemas dan pucat sekali, semenjak Putri Kimora hilang Kimora tidak mau makan sama sekali dia terus saja memikirkan keberadaan Putri nya.
"Aku masih kuat dan aku harus bisa kuat untuk bisa menemukan Putri Kimora."
Kimora pun memaksa kan diri untuk berdiri tapi mata nya langsung berkunang-kunang buram dan Kimora pun kembali duduk.
__ADS_1
"Tuh kan buuu, ayo kita istrirahat terlebih dahulu buuu."
Suster Diana pun langsung merangkul Kimora untuk bisa berjalan. Kimora terlihat gemetaran sekali dia sangat kelelahan.