
"Sayaaaaang, jangan seperti ini ya kasihan Ibu. Sekarang kita main ke kamar ya, biarkan Ibu untuk bersiap-siap pergi ke Rumah Sakit."
Suster Diana pun langsung mengambil Putri Kimora dari pangkuan Kimora.
"Baik-baik ya sayaaaaang sama Suster Diana di rumah ya. Ibu pergi ke Rumah Sakit dulu yaa sayaaaaang."
Kimora mencium kening Putri Kimora dia pun langsung bersiap-siap untuk pergi.
Suster Diana membawa Putri Kimora ke dalam kamar nya, dia pun langsung memberikan boneka yang baru di belikan nya.
"Sayang, kok masih cemberut sih sayaaaaang. Besok kan kita bertemu sama Papa dan Omah."
Putri Kimora yang tadi nya sangat gembira sekali berubah menjadi sedih kembali.
"Sus, kenapa yaa aku selalu teringat dengan Om baik ya. Aku merasa sangat merindukan nya sekali walaupun aku tahu ada sosok perempuan yang mengerikan di balik Om baik."
Suster Diana merasa sangat sedih sekali ketika Putri Kimora sudah merasa sangat nyaman sekali dengan Om baik yang ternyata adalah Papa kandung nya sendiri.
Suster Diana pun berniat untuk memberitahu Putri Kimora jika Om baik itu adalah Papa kandung nya sendiri.
"Ohhh iyaa Suster Omah itu baik nggak sama aku yah dia seperti apa."
Putri Kimora mulai banyak bertanya tentang keluarga Papa nya.
"Omah kamu itu orang yang sangat baik sekali dia begitu sangat sayang sekali dengan Ibu Kimora, waktu Ibu Kimora melahirkan kamu Omah yang mengurus kamu sayang karena Ibu Kimora nya sakit."
Suster Diana tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya kepada Putri Kimora tentang keadaan masa lalu Ibu nya.
"Ohhh, Ibu sakit yaa Suster kasihan sekali yaa Ibu. Ibu sakit apa Suster."
Putri Kimora semakin terlihat penasaran sekali mendengar cerita tentang masa lalu nya masih bayi.
"Ibu Kimora harus banyak istirahat karena di saat Ibu Kimora melahirkan dia harus melakukan operasi Caesar sayaang karena Putri Kimora terlahir prematur belum waktunya."
Putri Kimora pun langsung memeluk erat Suster Diana.
"Kasian sekali Ibu yaa, aku harus sayang terus sama Ibuuuuuu."
__ADS_1
Suster Diana merasa sangat bahagia sekali ketika melihat sikap Putri Kimora yang sangat baik sekali seperti Ibu nya.
"Oh iya sayang, Omah juga sekarang dia lagi sakit juga. Nanti kalau Putri Kimora ketemu sama Omah Putri Kimora harus mengibur Omah ya supaya Omah menjadi senang dan sehat kembali."
Pandangan mata Putri Kimora langsung tertuju pada jendela kamar nya, lagi-lagi dia melihat bayangan putih di balik jendela kamar nya.
Tapi Putri Kimora hanya terdiam saja dia tidak memberitahu hal tersebut kepada Suster Diana.
"Suster Diana, bagaimana kalau malam ini kita tidur bersama di kamar Suster saja. Aku nggak mau tidur sendiri di sini."
Tampa menunggu jawaban dari Suster Diana, Putri Kimora langsung turun dari tempat tidur nya dan berjalan menuju ke kamar Suster Diana.
Suster Diana merasa sangat aneh sekali dengan sikap Putri Kimora.
"Ada apa yah,? kenapa Putri Kimora langsung pergi terburu-buru berjalan menuju ke kamar. Seperti nya ini pertanda ada sesuatu yang dia lihat."
Suster Diana pun langsung menyusul Putri Kimora, dia menutup rapat pintu kamar Putri Kimora tapi pintu kamar tersebut tetap saja terbuka lebar seperti tidak mau di tutup rapat.
"Sudah ku duga pasti Putri Kimora melihat sesuatu di dalam kamar nya."
Keesokan harinya Putri Kimora terlihat sangat bersemangat sekali sekolah karena dia pulang sekolah akan bertemu dengan Papa dan Omah seperti janji Ibu nya.
"Buuuuu, hari ini kita jadi kan bertemu dengan Papa dan Omah. Aku udah nggak sabar nih Buu ingin cepat ketemu."
Kimora tersenyum ketika melihat Putri nya yang sangat gembira sekali.
"Iyaaa sayaaaaang, sabar yaaa. Putri kan harus sekolah dulu yang pintar baru bisa bertemu. dengan Papa dan Omah."
Suster Diana pun langsung menghampiri Putri Kimora, dengan membawa tas ransel sekolah Putri Kimora.
"Ayooo sayaaaaang kita pergi sekarang ya, semua nya sudah siap. Seperti biasa roti panggang selai strawberry nya di makan di mobil saja yaa."
Putri Kimora pun mencium pipi Ibu nya dan berpamitan untuk pergi ke sekolah.
"Ibu aku pergi sekolah dulu yaa, Ibu hati berangkat bertugas di Rumah Sakit nya. Aku sayaaaaang Ibu."
Putri Kimora memeluk erat Ibu nya sebelum pergi sekolah.
__ADS_1
"Iyaa sayang kuu, ibu juga sangat sayang sekali Putri Kimora. Hati-hati yaa sayang sampai ketemu nanti pulang sekolah ibu jemput kamu."
Putri Kimora langsung menggandeng tangan Suster Diana dan mereka pun keluar dari Apartemen nya.
Suster Diana melihat wajah Putri Kimora yang sangat gembira sekali. Lalu bagaimana jika dia tahu kalau Om baik yang selama ini dia kenal adalah Papa kandung nya.
Mereka pun masuk ke dalam mobil Putri Kimora membuka bekal sarapan nya, dia memakan nya di dalam mobil sambil melihat pemandangan di jalan.
Suster Diana berniat untuk memberitahu kan Putri Kimora sebelum nya bahwa Om baik itu adalah Papa kandung nya.
Agar Kimora tidak mencurigai nya jika sebelumnya mereka sudah di pertemukan.
"Sayaaaaang, ada yang mau Suster ceritakan kepada Putri Kimora. Tapi ini adalah rahasia kita berdua saja ya, Putri Kimora jangan ceritakan ini semua nya dengan Ibu Kimora."
Putri Kimora menghentikan sarapan nya, tatapan nya tertuju kepada Suster Diana.
"Apaa itu Suster, aku jadi penasaran sekali mendengar nya."
Suster Diana langsung terdiam seperti nya lebih baik dia menceritakan semuanya setelah Putri Kimora pulang sekolah saja.
Dia takut Putri Kimora tidak fokus belajar nya.
"Hmmmmm, nanti saja yaa sayaaaaang. Sudah pulang sekolah baru Suster Diana ceritakan semuanya yaa."
Mereka pun sampai di depan gerbang sekolah Putri Kimora.
"Ayooooo sayaaaaang, waktu nya kamu belajar yaa. Semangat terus yaa sayang jadi anak yang pintar dan berprestasi."
Suster Diana mengantarkan Putri Kimora sampai di depan kelas nya.
Putri Kimora pun tersenyum sambil melambaikan tangan nya.
"Aku tidak mengerti akhirnya akan seperti apa, tapi aku sangat yakin sekali semua akan berujung indah pada waktunya. Sekarang Putri Kimora akan bertemu dengan Papa kandung nya dan semoga saja ini adalah awal pertemuan yang sangat baik sekali."
Suster Diana menunggu Putri Kimora dia memainkan handphone nya.
"Kenapa yaa aku jadi ingin sekali bertemu dengan Alena, tapi tidak mungkin karena hari ini juga Putri Kimora akan bertemu dengan Omah nya karena Apartemen mereka berdampingan."
__ADS_1