Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (288)


__ADS_3

Genzy memandangi wajah Mama nya yang sedang terlelap tidur.


"Terimakasih banyak Kimora sudah ku duga kamu adalah yang akan menyembuhkan Mama kembali seperti dulu. Semakin sering kamu datang ke sini maka semakin dekat kita akan selalu bertemu."


Genzy memanfaatkan nya agar bisa kembali bersama dengan Kimora.


"Aku akui belum bisa melupakan Kimora apalagi dengan apa yang sudah aku lakukan kepada nya juga, hati cemburu melihat kedekatan Kimora dengan Dokter itu. Tapi itu tidak bisa terjadi jika nanti Putri Kimora tahu jika aku adalah Papa kandung nya Putri Kimora pasti lebih memilih aku bukan Dokter itu."


Genzy pun langsung memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan agar Kimora bisa mencintai nya seperti dulu.


"Lebih aku tinggal di sini saja bersama dengan Mama, agar bisa bertemu dengan Kimora dengan Mama menjadi alasan nya."


Genzy merangkai kan bunga-bunga yang ada di hadapannya, di seperti sangat tulus sekali mencintai Kimora dengan sepenuh hati nya.


Dan Genzy melihat banyak sekali foto-foto Kimora di kamar Mama nya.


Genzy pun langsung mengambil salah satu foto tersebut akan di simpan di kamar hotel nya nanti.


Genzy memilih untuk berpamitan pergi kepada pegawai nya yang khusus untuk merawat Mama nya.


"Saya pergi dulu jaga Mama baik-baik yah. Dan ingat jika Kimora datang menjenguk Mama langsung kamu kabari saya tapi ingat jangan sampai ketahuan oleh Kimora."


Pegawai itu pun menganggukan kepalanya saja sambil menundukkan kepalanya karena dia sangat takut sekali dengan Genzy.


Kimora kembali ke Apartemen nya, walaupun dia hanya pulang sebentar saja dan harus bertugas malam hari nya.


Tapi Kimora tetap ingin bersama dengan Putri Kimora, Kimora masuk ke dalam kamar Putri Kimora yang ternyata masih terlelap tidur.


Suster Diana yang mengetahui kedatangan Kimora pun keluar dari kamar nya.


"Bu Kimora, tidak seperti biasa nya. Hari ini Putri Kimora begitu sangat merindukan sekali Ibu. Dia tidak bersikap seperti biasanya dan Putri Kimora pun semenjak keluar dari sekolah pandangan terus saja fokus pada Apartemen itu."


Kimora keluar dari kamar Putri nya dia pun menarik tangan Suster Diana seperti ini membicarakan sesuatu kepada nya.


"Duduk lah, ada yang ingin aku sampaikan sebernarnya."

__ADS_1


Suster Diana menarik kursi agar bisa saling berhadapan dengan Kimora.


"Sebenarnya tadi aku tidak bertugas di Rumah Sakit, aku mengganti atau menukar jadwal praktek ku menjadi malam. Karena hari Mama Sarrah meninggalkan Rumah dan kembali ke Apartemen nya dulu dan aku mendampingi Mama Sarrah."


Mendengar perkataan Kimora, pikiran Suster Diana langsung kepada Genzy.


"Jika Ibu bersama dengan Bu Sarrah itu tandanya Ibu bertemu dengan Pak Genzy juga."


Kimora menganggukan kepalanya sambil menunduk lemas.


"Yaa, aku bertemu dengan dia. Perasaan kuu sakit sekali mengingat penghianat cinta yang pernah dia lakukan dulu."


Suster Diana merasa sangat kasihan sekali dengan Kimora, dia yang berniat tidak ingin bertemu dengan Genzy tapi takdir berkata lain mereka berdua di pertemukan kembali.


"Lalu bagaimana dengan Bu Sarrah apakah kondisi nya sudah membaik sekarang, apa ini pertanda jika Ibu Kimora harus mengurus Bu Sarrah sampai sehat kembali."


Kimora terlihat sangat terbebani sekali dia seperti tidak mau selalu bersama dengan Bu Sarrah.


"Aku tidak masalah jika aku harus bersama dengan Bu Sarrah tapi ada hal yang membuat aku tidak nyaman sekali dengan adanya Mas Genzy yang membuat aku merasa sangat tidak nyaman sekali."


"Lalu bagaimana dengan ini Bu, jika sekarang Ibu saja sudah bertemu dengan Pak Genzy lalu bagaimana dengan Putri Kimora karena kita tidak bisa terus menutupi nya."


Kimora langsung memegang kepalanya dengan kedua tangan nya, Kimora terasa sangat binggung sekali.


"Yasudah yah Buu, jika memang hal tersebut harus terjadi kita harus mengikhlaskan saja. Tapi kita jangan sampai Putri Kimora terlalu banyak bersama dengan Pak Genzy karena kita kan tahu jika Putri Kimora memilih kelebihan yang tidak banyak di miliki oleh anak-anak yang lain nya."


Kimora mulai merasa sangat tenang sekali ketika mendengar perkataan dari Suster Diana.


"Baiklah, nanti aku pasti akan membawa Putri Kimora untuk bertemu dengan Mama Sarrah dan Mas Genzy."


Suster Diana pun langsung tersenyum kepada Kimora, pada akhirnya Kimora bisa meluluhkan hati nya.


"Terimakasih banyak Suster Diana mencairkan hati ini dan mengubah rasa egois ini."


Kimora pun langsung memeluk erat Suster Diana, dia sangat beruntung sekali dengan kehadiran Suster Diana di hari-hari nya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Putri Kimora terbangun dari tidur nya, dia langsung menghampiri Ibu nya dan Suster Diana yang sedang berpelukan.


"Ibuuuuuu, dan Suster Diana kalian ko berpelukan sih. Ibuuu kamu baik-baik saja kan."


Kimora langsung melepaskan pelukan erat nya, dan mengendong Putri Kimora.


"Sayaaaaang, Ibu baik-baik saja kok sayaaaaang. Oh iya ibu punya kejutan untuk kamu sayang."


Suster Diana terdiam dia tidak menyangka jika Kimora akan mengatakan semuanya kepada Putri Kimora.


Putri Kimora melirikan mata nya kepada Suster Diana yang terlihat diam saja.


"Kejutan apa buuu, ulang tahun aku kan bulan depan buuu."


Kimora merasa sangat gemas sekali dengan ucapan Putri Kesayangannya itu.


"Sayaaaaang besok Ibuuuuuuu akan mengajak kamu untuk bertemu dengan Omah kamu dari keluarga Papa kamu dan mungkin juga kamu akan bertemu dengan Papa kamu sayang."


Putri Kimora hanya terdiam dia seperti tidak percaya dengan apa yang sudah di katakan oleh Ibunya tersebut.


Suster Diana pun menghampiri Putri Kimora dan tersenyum.


"Putri Kimora besok pulang sekolah akan bertemu dengan Papa dan Omah sayaaaaang."


Putri Kimora pun langsung berteriak sangat kencang sekali dia seperti sangat senang sekali.


"Yeeeeeee, aku bisa bertemu dengan Papa aku dan Omah yeeee. Terimakasih banyak Ibu baik sekali. Aku pun sangat senang sekali."


Melihat Putri Kimora senang sekali Kimora ikut bahagia melihat nya, Kimora melihat jam di dinding sudah waktu nya dia untuk kembali ke Rumah Sakit.


"Hmmmmmm, sayaaaaang. Seperti nya Ibu harus kembali ke Rumah Sakit yaa sayang. Pasien-pasien Ibu sedang menunggu Ibuu kasihan mereka sayang."


Putri Kimora merasa sangat Sedih sekali kebersamaan bersama dengan Ibunya hanya sebentar saja.


"Yahhhh Ibu, yasudah deh ibu boleh pergi ke Rumah Sakit. Ibu hati-hati yaa buuu."

__ADS_1


Melihat ekpresi wajah Putri Kimora yang sangat Sedih sekali, Kimora merasa sangat berat sekali untuk meninggalkan Putri nya tersebut tapi dia pun tetap harus pergi.


__ADS_2