
Sarrah keluar dari Apartemen nya, dia langsung masuk ke dalam Apartemen Dokter Alena.
Dokter Alena seketika langsung terkejut ketika melihat Sarrah ada di hadapannya, Alena pun langsung menyuruh Sarrah masuk.
"Tante Sarrah, silahkan masuk Tante."
Dokter Alena terlihat sangat canggung sekali, wajah seperti sangat kebingungan sekali.
"Dokter Alena, Tante mohon sekali jawab jujur semua pertanyaan dari Tante yaa. Tante sudah lama ini merasakan banyak keanehan antara Dokter Alena dengan Kimora. semua sangat tampak sekali berbeda di depan Tante ada sebenarnya."
Dokter Alena tidak percaya jika kedatangan Tante Sarrah langsung pada inti pertanyaan nya itu.
"Hmmmmm, begini Tante sebernarnya aku ini hmmmmmmm."
__ADS_1
Dokter Alena serasa tidak bisa untuk bisa mengungkapkan semua nya, tapi dia juga ingin sekali bisa bersama dengan Genzy selama nya.
Sarrah terus memperhatikan Dokter Alena, di buat sangat penasaran sekali.
"Sebenarnya aku ini mempunyai hubungan spesial dengan Genzy, yaa mungkin Genzy tidak bisa meluapkan hasrat bercinta nya dengan Kimora jadi dia melampiaskan dengan aku Tante. Awalnya pun aku tidak mau Tante tapi aku juga terpaksa melakukan nya dan sekarang perasaan ini semakin menyata Tante. Aku sekarang mulai memiliki perasaan dengan Genzy."
Seketika Sarrah langsung menarik nafas panjang nya, ternyata apa yang dulu dia curiga kan pun ternyata memang menjadi kenyataan.
"Dokter Alena,? apakah kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan Kimora jika mengetahui hal ini. Dia sedang sakit dia butuh perhatian bukan penghianat seperti ini. Saya tidak mengerti sekali kamu itu adalah seorang Dokter harus lebih memahami tentang semua ini. Sarrah mulai di buat sangat emosi dengan Dokter Alena, dia langsung berdiri dari tempat duduk nya dan berniat untuk segera pergi dari Apartemen Dokter Alena.
"Tante Sarrah tunggu aku jangan pergi, aku tidak bisa meninggalkan Genzy. Karena aku sedang hamil anak Genzy, kita melakukan atas dasar suka sama suka."
Langsung kaki Sarrah seketika terhenti ketika Dokter Alena mengatakan jika dia sedang hamil anak Genzy.
__ADS_1
"Aku sudah telat 3 hari dan aku sangat yakin hasilnya pasti positif, aku butuh pertanggung jawaban dari Genzy. Aku butuh dia ada di samping ku karena sekarang sedang mengandung anak nya."
Sarrah yang sudah terlalu emosional pun, lebih memilih untuk melanjutkan langkahnya untuk pergi dia mengabaikan ucapan dari Dokter Alena.
Dokter Alena pun langsung terdiam dan seketika kaki nya pun terasa sangat lemas sekali. Dia pun sampai terjatuh ke lantai.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang, ternyata Tante Sarrah malah mengabaikan ucapan ku ini. Dia tidak membela ku sama sekali padahal aku ini jelas-jelas sedang mengandung anak Genzy."
Dokter Alena pun memegang perut nya, dia memang belum melakukan test kehamilan tapi dia sangat yakin jika hasilnya positif.
Dokter Alena pergi ke kamar mandi dia pun langsung melakukan test kehamilan tersebut, agar menjadi bukti untuk dia berikan kepada Genzy.
"Aku tidak peduli jika mereka semuanya membenci aku, tapi dengan ini aku bisa memiliki Genzy sepenuhnya dia harus terus bersama dengan aku dan meninggalkan Kimora secepatnya."
__ADS_1
Dokter Alena pun sudah tidak punya perasaan sedikit pun, dia hanya memikirkan bagaimana cara nya agar dia bisa bahagia walaupun di atas penderitaan sahabat nya sendiri.