Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (285)


__ADS_3

"Iyaa Mam, bagaimana kondisi Mama sekarang.? Apakah Mama sudah membaik kondisi kesehatan Mama."


Kimora memberikan bucket bunga mawar merah tersebut dan Mama Sarrah terlihat sangat senang sekali.


"Mama pulang sekarang Mama pulang."


Kimora langsung terkejut mendengar perkataan Mama yang mau pulang, pikiran nya pun langsung negatif Kimora membayangkan Mama Sarrah kembali ke rumah misterius tersebut.


"Mama pulang sekarang,? dengan siapa Mam. Mama pulang ke mana Mam."


Wajah Kimora terlihat sangat panik sekali dia takut Mama Sarrah kembali ke rumah itu.


Mama Sarrah tidak menjawab pertanyaan Kimora, dia hanya memeluk bucket bunga mawar merah pemberian Kimora dengan pandangan mata yang kosong.


Kimora pun memeluk erat Mama Sarrah dia seperti tidak mau kehilangan Mama Sarrah.


"Kalau Mama pulang sekarang aku nggak bisa bertemu dengan Mama lagi. Aku tidak mungkin bisa pergi ke rumah itu kembali Mam, aku sudah tidak mau lagi masuk ke dalam rumah tersebut."


Mendengar perkataan Kimora yang berbicara sambil menangis membuat Mama Sarrah langsung membalikkan badannya dan memandangi wajah Kimora yang sedang menangis.


"Jangan sedih, jangan menangis kamu wanita yang sangat baik sekali. Mama akan tetap bersama dengan kamu.".


Kimora pun langsung menghapus air mata nya, dia tersenyum manis sambil melihat wajah Bu Sarrah yang terlihat sangat bersedih ketika melihat Kimora menangis.


"Aku nggak sedih kok Mam, aku cuma meluapkan semua perasaan yang ada di diri aku sendiri. Agar aku tenang dan tidak ada perasaan yang terpendam di dalam hati ku ini."


Kimora melihat kondisi Bu Sarrah yang tidak ada perubahan nya, dia masih tampak selalu bersedih dan melamun sambil memegang bucket bunga mawar merah kesukaan nya.


Kimora begitu sangat sayang sekali dengan Mama Sarrah, karena Mama Sarrah yang mau mengurus nya menjadi seperti ini.


Mama Sarrah yang membawa Kimora ke psikiater dan bertemu dengan Dokter Rian sampai sekarang dia bisa kembali menjadi seorang Dokter Specialis Kandungan kembali.


Kimora merasa banyak sekali merepotkan kehidupan Mama Sarrah, dia ingin sekali bisa membayar semua perlakuan Mama Sarrah terhadap nya.


Kimora pun berjanji akan selalu ada untuk Mama Sarrah apapun yang terjadi dengan nya.


Ketika Kimora sedang bersama dengan Mama Sarrah, Kimora seperti mendengar suara hentakan sepatu yang akan menuju ke kamar Mama Sarrah.


"Astaga, siapa itu yang akan datang ke dalam kamar ini. Yaa Tuhan jangan-jangan itu adalah Mas Genzy, hmmmmmm bagaimana ini aku tidak mau bertemu dengan nya aku belum siap sekali."


Kimora terlihat sangat ketakutan sekali, dia pun tidak mau diam dan sangat gelisah.


Mendengar suara hentakan sepatu yang semakin mendekat Kimora pun memilih untuk langsung mundur menjauhi pintu tersebut.


Dan suara pintu itu pun terbuka Kimora langsung menutup wajah nya dengan kedua tangan nya yang bergetar menahan rasa takut nya.

__ADS_1


Ternyata benar saja itu adalah kedatangan Genzy yang ingin menjemput Mama nya, Genzy seketika langsung terdiam dan tidak menyangka jika dirinya bisa bertemu dengan Kimora.


Kimora tetap tidak mau membuka mata nya, dia tidak mau melihat seseorang yang membuka pintu tersebut.


"Kimora Leticia."


Genzy menyebutkan nama Kimora dengan suara yang sedikit bergetar, Kimora yang mendengar suara tersebut semakin yakin sekali jika itu adalah Genzy.


Genzy mencoba untuk mendekati Kimora tapi Dokter Rian yang mengikuti nya dari Rumah Sakit langsung masuk ke dalam kamar tersebut.


Dokter Rian menarik tangan Kimora sehingga Kimora jatuh di dalam pelukan nya.


Genzy merasa sangat terkejut sekali ketika melihat Dokter Rian ada di sini.


"Saya mengikuti anda di mulai turun dari mobil lalu pergi ke ruangan praktek Kimora dan langsung pergi ke sini. Dan ternyata Kimora ada di sini."


Genzy merasa sangat cemburu sekali ketika melihat Kimora yang memeluk erat Dokter Rian.


"Yaa, saya mencari Kimora agar dia mau membantu kesembuhan Mama Sarrah. Kimora mau kah kamu mengantarkan Mama untuk keluar dari Rumah Sakit Kejiwaan ini untuk kembali ke Apartemen Mama yang dulu."


Kimora pun langsung memberanikan diri untuk bisa menatap kembali wajah mantan suami nya itu.


Kimora akhirnya bisa melihat kembali wajah Genzy dia melihat tidak ada perubahan pada mantan suami nya itu.


Kimora pun mengingat kembali kebaikan-kebaikan yang di lakukan oleh Mama Sarrah terhadap nya.


Kimora melepaskan pelukan erat dari Dokter Rian dia langsung menghampiri Mama Sarrah.


Kimora menatap wajah Mama Sarrah yang sangat Sedih sekali kelihatan nya.


"Aku mau mengantarkan Mama Sarrah untuk pulang hari ini, aku mau melakukan dengan hati yang ikhlas bukan karena paksaan."


Genzy pun langsung menghelakan nafas panjang nya, dia tidak menyangka jika Kimora mau melakukan nya.


"Terimakasih banyak Kimora, kamu memang selalu baik hati sejak dulu."


Senyuman manis Genzy terhadap Kimora membuat Dokter Rian di buat cemburu juga.


Kimora pun langsung memeluk kembali Mama Sarrah.


Genzy membereskan barang-barang Mama Sarrah, sedangkan Dokter Rian memperhatikan terus Genzy.


"Ayo Mam, kita pulang sekarang ya. Kita pulang ke Apartemen Mama yang dulu ya."


Kimora mengajak Mama Sarrah keluar dari kamar nya dan berjalan menuju ke parkiran mobil.

__ADS_1


"Kimora kita menggunakan mobil masing-masing saja, biar Bu Sarrah bersama dengan Genzy."


Dokter Rian terlihat sangat kesal sekali ketika melihat Kimora bertemu kembali dengan Genzy.


Mereka pun masuk ke dalam mobil masing-masing menuju ke Apartemen Mama Sarrah.


Kimora melihat jam di handphone nya.


"Sebentar lagi Putri Kimora pulang sekolah, sebaiknya dia langsung pulang saja jangan sampai bertemu dengan dia di jalan maka dia akan bertemu dengan Genzy."


Kimora mulai menyadari jika hal yang tidak di inginkan oleh nya, akhirnya menjadi sebaliknya.


"Aku yang berniat tidak ingin lagi bertemu dengan Mas Genzy, pada akhirnya aku pun di pertemuan kembali dengan nya. Dan sekarang aku yang tidak ingin Putri Kimora bertemu dengan Papa nya pasti sebentar lagi dia akan bertemu dengan Papa nya. Aku harus bisa menerima kenyataan itu."


Kimora pun melirikan mata ke sekolah Putri Kimora, dan ternyata memang benar waktu pulang sekolah.


"Maafkan Ibu yaa sayaaaaang, kamu langsung pulang saja bersama dengan Suster Diana. Nanti Ibu janji akan mempertemukan kamu dengan Omah."


Mobil Genzy berhenti tepat di depan pintu masuk, Kimora dan Dokter Rian pun langsung turun dari mobil nya dan membantu Mama Sarrah.


Kimora memegang erat tangan Mama Sarrah dan membuat Mama Sarrah tersenyum.


Dokter Rian langsung menghampiri Genzy, dan membisikkan sesuatu ke telinga nya.


"Di sebelah nya itu kan Apartemen Alena, punya niat untuk melihat kondisi Alena tidak. Alena pasti sangat bahagia sekali jika bisa bertemu dengan Genzy."


Dokter Rian berniat untuk mempertemukan Genzy dan Alena agar Genzy mau bertanggung jawab atas semua perbuatannya dengan Alena.


Dokter Rian pun menginginkan Genzy dan Alena bisa bersama agar tidak menggangu hubungan nya dengan Kimora.


Genzy mengabaikan perkataan Dokter Rian, dia fokus berjalan di belakang Kimora dan Mama Sarrah.


"Wahhhhhhh, pertanda tidak baik ini. Genzy seperti nya ingin bersama kembali dengan Kimora. Ini tidak bisa di biarkan Kimora nggak pernah kembali bersama dengan Genzy."


Dokter Rian langsung berlari menyusul mereka, Kimora pun melirikan mata nya melihat Apartemen Alena.


Langkah kaki nya tiba-tiba berhenti di depan pintu masuk Apartemen Alena.


Genzy pun langsung memegang tangan Mama Sarrah, karena melihat Kimora yang melepaskan genggaman tangan nya dari Mama Sarrah.


Dokter Rian yang melihat hal tersebut langsung menarik tangan Kimora.


"Ayoo masuk ke dalam Apartemen itu bukan Apartemen ini. Kamu jangan masuk ke dalam Apartemen ini sangat membahayakan."


Genzy pun membuka pintu Apartemen nya yang sudah sangat rapi sekali dan banyak sekali bunga-bunga yang di taruh di dalam vas bunga.

__ADS_1


__ADS_2