
Suster Diana tidak habis pikir kenapa jadi seperti ini, hubungan ikatan batin dan darah itu memang sangat kuat sekali.
"Sayaaaaang, kamu ingat kan. Ibu Kimora pernah bilang jangan terlalu dekat dengan orang asing yang tidak kita kenal. Seperti Om itu kita kan nggak tahu dia baik atau tidak."
Putri Kimora merasa sangat sedih sekali ketika mendengar perkataan tersebut dia langsung menundukan kepalanya sambil memainkan jari-jari tangan nya.
"Hmmmmm, aku harus bagaimana sekarang. Apa jadinya jika Ibu Kimora tahu kalau Putri nya sudah bertemu dengan Ayah kandung nya, dan sekarang dia ingin bertemu lagi dengan Ayah kandung nya lagi."
Ucap Suster Diana di dalam hatinya.
"Sayaaaaang, bagaimana kalau kita pergi ke toko buku. Kita beli buku-buku mewarnai dan alat-alat sekolah yang baru untuk besok sekolah, Tas baru dan sepatu baru pun kita beli lagi yang baru."
Putri Kimora hanya terdiam dia mengabaikan ucapan Suster Diana, dia memilih untuk memejamkan mata nya.
"Seperti nya dia benar-benar marah dan kecewa sekali."
Suster Diana pun terpaksa kembali ke Apartemen nya, dia mengendong Putri Kimora yang ketiduran di perjalanan.
Suster Diana menidurkan Putri Kimora di kamar nya, dia menutup rapat pintu kamar itu.
Suster Diana masuk ke dalam kamar nya, dia memikirkan apa yang akan terjadi ke depannya.
"Aku rasa ini adalah pertanda jika Putri Kimora akan menggatahui Ayah kandung nya, jika hal itu terjadi aku rasa tidak terlalu buruk. Genzy bisa melindungi Putri Kimora dari niat jahat Alena. Tapi bagaimana jika Putri Kimora di bawa ke rumah itu sedangkan dia seorang anak indigo begitu mudah nya dia bisa melihat hal-hal misterius di dalam rumah itu."
Suster Diana merasa sangat pusing sekali, dia menyenderkan tubuhnya di tempat tidur dan menenangkan pikiran nya.
Suster Diana mulai menutup mata nya dengan perlahan dan berharap mimpi indah menyertai nya.
Suster Diana terlihat sangat pulas sekali tertidur sedangkan Putri Kimora terbangun dari tidurnya.
Dia keluar dari kamar nya dan pergi ke kamar Suster Diana, Putri melihat sedang tertidur pulas sekali.
"Suster Diana sepertinya sangat lelah sekali, lebih baik aku pergi ke kamar Ibu Kimora."
Putri Kimora pun mulai menghentikan langkah nya dia teringat dengan foto pernikahan yang dia temukan di lemari Ibu nya.
__ADS_1
"Om itu wajahnya mirip sekali dengan yang ada di Foto pernikahan bersama dengan Ibu."
Putri Kimora langsung berlari kembali ke kamar nya, dan mencari foto tersebut tapi foto tersebut tidak ada.
"Aku simpan di mana yah foto itu hmmmmm waktu itu aku kan menunjukkan foto itu sama Suster Diana, Suster Diana pasti yang menyimpan nya."
Putri Kimora kembali berlari menuju ke kamar Suster Diana, dia pun merasa tidak tega jika harus membangun Suster Diana.
"Aku tunggu sampai Suster Diana terbangun dari tidurnya saja, aku duduk di kursi ini saja."
Tangan dan mata Putri Kimora tidak bisa diam, ketika dia duduk di kursi untuk meja rias dia membuka laci meja tersebut.
Bukan foto pernikahan Ayah dan Ibu nya yang dia temukan melainkan foto kebersamaan, Suster Diana dengan Alena Renita.
"Tante ini siapa yah, cantik seperti Ibu."
Putri Kimora memandangin terus foto tersebut sampai foto yang terlihat sedang tersenyum terlihat seperti sedang marah.
"Kok foto Tante ini berubah jadi serem sih, dia yang tersenyum malah jadi melototin aku. Ihhhhh serem sekali."
Dia langsung terkejut ketika melihat Putri Kimora yang sedang duduk di kursi meja make up nya.
Suster Diana pun langsung menghampiri Putri Kimora, karena dia tahu banyak foto di dalam laci tersebut.
"Sayaaaaang, kamu sudah bangun dari tidur. Kenapa kamu nggak membangun kan Suster saja."
Putri Kimora hanya tersenyum dan langsung turun dari kursi tersebut dan pindah duduk di atas kasur.
"Suster, waktu aku menginap di nenek aku menemukan foto pernikahan Ibu. Tapi aku lupa aku simpan di mana foto itu, aku melihat foto yang bersama dengan Ibu itu wajah nya sangat mirip sekali dengan Om baik itu."
Suster Diana pun baru menyadari jika Putri Kimora sudah melihat foto pernikahan Genzy dan Kimora.
Baru saja dia berkata dan sekarang Putri Kimora semakin mendekati keinginan untuk bisa bertemu dengan Ayah kandung nya.
"Putri Kimora, Ayah kamu kan sedang ada di luar negeri karena tugas nya. Jadi Om baik itu mungkin wajah nya memang sedikit mirip dengan Foto tersebut."
__ADS_1
Putri Kimora memandangi wajah dan mata Suster Diana, dia seperti ada kebohongan besar yang di tutupi oleh Suster Diana.
"Apakah hal seperti itu bisa terjadi,? lalu di mana foto tersebut aku ingin melihat nya kembali."
Putri Kimora seperti memaksa Suster Diana untuk memberikan kembali foto tersebut.
"Suster Diana lupa sayaaaaang, karena waktu itu kan Ibu Kimora sedang sakit jadi Suster Diana sibuk dengan Ibu Kimora."
Putri Kimora yang merasa sangat kecewa pun memilih untuk pergi dari kamar Suster Diana, dia berjalan menuju ke kamar nya dan menutup rapat pintu kamar nya.
"Astaga, kenapa aku bisa se bodoh ini dan se lupa ini juga. Putri Kimora pernah memberikan foto pernikahan orang tua nya, dan aku tidak mengingat hal tersebut ketika Putri Kimora bertemu dengan Genzy."
Suster Diana langsung mencari foto tersebut dan menyimpan nya di dalam lemari nya berserta semua foto-foto kebersamaan bersama dengan Alena Renita.
"Dia benar-benar anak ajaib, aku harus pintar-pintar menyimpan semua ini. Dan seperti nya dia pun tahu jika aku sedang berbohong kepada nya."
Suster Diana memikirkan bagaimana jika Putri Kimora menayakan langsung kepada Ibu nya.
"Tamatlah sudah perjalanan hidup ku, jika Putri Kimora menayakan langsung kepada Ibu nya."
Suster Diana keluar dari kamar nya dan dia melihat Putri Kimora sedang di gendong oleh Kimora.
"Astaga, apakah dia akan menceritakan semuanya kepada Ibu nya."
Suster Diana pun langsung menghampiri mereka berdua wajah pun sangat ketakutan sekali.
"Suster Diana, kenapa wajah kamu pucat sekali. Apa kamu sakit ?."
Suster Diana hanya tersenyum dan memegang wajah nya.
"Hmmmmm, seperti nya aku lupa memakai lipstik yang biasa aku pakai jadi terkesan pucat kelihatan nya."
Suster Diana menatap wajah Putri Kimora yang masih saja cemberut melihat nya.
"Buuuu, besok kan sekolah pertama aku. Aku ingin diantarkan sama Ibu saja yah."
__ADS_1
Kimora merasa sangat heran tidak biasanya Putri Kimora meminta dirinya untuk mengantarkan pergi ke sekolah, padahal sudah ada Suster Diana.