Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 148


__ADS_3

Alena merasa sangat kesepian sekali tidak ada satu pun yang menemaninya dia mencoba untuk menghubungi Genzy tapi handphone tidak aktif.


Rian mengetuk pintu dan membuat Alena langsung bahagia di pikir itu adalah Genzy tapi ternyata Rian.


"Dokter Rian, ada yaa kamu ke sini bukan nya ini adalah jadwal praktek kamu."


Alena begitu sangat jutek sekali dengan Dokter Rian, dia seperti tidak menginginkan kedatangan Dokter Rian yang sudah melihat dirinya di tampar oleh Kimora.


"Kita kan sesama Dokter jadi harus saling perhatian."


Rian menghampiri Alena dan duduk di kursi yang ada mereka pun saling bertatapan, Alena merasa sangat tidak nyaman dia takut tiba-tiba Genzy datang dan berpikiran negatif dengan mereka berdua.


Alena seperti sudah sangat mencintai Genzy dan tidak mau kehilangan Genzy.


"Dokter Rian, aku sangat berterima kasih sekali atas kedatangan Dokter Rian. Tapi maaf saya sudah punya calon suami jadi saya takut dia datang dan melihat kebersamaan kita berdua."


Rian langsung mengingat sosok lelaki yang bertatapan dengan nya tadi siang.


"Ohhh, lelaki tersebut adalah calon suami Dokter Alena tadi siang saya juga sempat melihat wajah nya."

__ADS_1


Alena mengabaikan ucapan Rian, dia memilih untuk memainkan handphone nya dari pada fokus dengan Rian.


Rian yang merasa kedatangan tidak di inginkan oleh Alena dia pun langsung pergi dari ruangan Kimora.


"Baiklah saya pergi, semoga Dokter Alena cepat kembali lekas sembuh yaa."


Alena tidak menjawab sama sekali ucapan Rian dan membuat Riang langsung bergegas pergi.


"Apasih dia tuh, tiba-tiba datang gitu aja ihhh."


Perawatan datang kepada Alena dan memeriksa kondisi Alena yang sudah tidak demam dan kondisi semakin membaik.


Alena merasa sangat senang ketika dia sudah bisa pulang besok tapi dia juga merasa sangat malas harus bertemu dengan Kimora yang membuat nya sangat mengerikan sekali.


Tapi Alena harus bisa menyembunyikan perasaan tersebut, dia harus tetap bersikap baik dan seperti biasa nya kepada Kimora apalagi di depan Suster Diana dan Tante Sarrah.


Alena juga memikirkan siapa yang akan menjemput nya pulang besok karena tidak mungkin jika Genzy yang menjemput nya.


Alena memilih untuk memejamkan paksa mata nya, dia ingin segera besok dan beristirahat di kamar ternyaman nya.

__ADS_1


Tapi Alena bangun kembali dia langsung mengirimkan pesan kepada Suster Diana.


*Suster Diana, besok aku sudah bisa pulang bisakah Suster menjemput aku.*


"Semoga saja Suster Diana, bisa jemput aku besok, masa aku harus pulang sendiri an."


Alena juga mencoba untuk mengirimkan pesan kepada Genzy.


*Besok aku pulang, tadi aku di periksa kondisi ku sudah sangat membaik sekali.*


Genzy yang sedang menatapi foto Ayana di kamar nya, hanya membaca pesan singkat dari Alena dia tidak membalas nya.


Genzy menatap foto Almarhumah istri tersebut.


"Ayana, aku sangat merindukanmu. Ternyata tidak ada perempuan seperti kamu, aku merasa sangat menyesal sudah melakukan hubungan terlarang dengan perempuan itu aku menjadi sangat jahat sekali menghianati perasaan Kimora, aku begitu sangat memili emosi yang sangat besar."


Genzy memeluk erat foto Almarhumah Ayana, sampai dia tertidur pulas.


Di sisi lain Alena menunggu balasan pesan dari Genzy, tapi tetap saja tidak ada balasan.

__ADS_1


__ADS_2