
Setelah mendengar penjelasan cerita dari Alena, Dokter Rian memutuskan untuk bicara dengan Genzy dia mencari Genzy di rumah nya. Karena Dokter Rian tau di saat Genzy sedang bersedih dia pasti menghampiri Ayana.
Dokter Rian berusaha untuk bisa datang ke rumah itu tampa sepengetahuan Kimora, dia tidak mau Kimora sampai hal ini.
Tapi Dokter Rian bertemu dengan Kimora ketika dirinya hendak pergi ke parkiran mobil nya.
"Dokter Rian, kamu mau pergi ke mana ? kenapa kamu buru-buru sekali seperti ini ada apa ceritakan semuanya sama aku."
Dokter Rian pun terdiam dia tidak mau berbohong kepada Kimora tapi tidak mungkin juga dia harus berbicara jujur kepada Kimora karena dia pasti ingin ikut dan rencananya pasti tidak akan sempurna.
"Hmmmm, aku akan pergi ke rumah mengambil sesuatu yang sangat penting sekali. Maafkan aku Kimora aku harus buru-buru."
Dokter Rian seketika langsung meninggalkan Kimora, dan membuat Kimora bertanya-tanya.
"Sesuatu apa yaa maksud nya, kenapa dari sikap nya seperti sedang berbohong."
Tapi Kimora mengabaikan nya dia fokus kepada kondisi Alena.
__ADS_1
Dokter Rian datang ke rumah Genzy, dia dengan mudah bisa masuk ke dalam karena dia bilang jika dia adalah Dokter Specialis yang menangani Bu Sarrah dan Kimora.
Ketika dia hendak masuk ke dalam rumah dia berhenti sejenak, dia memikirkan sedang ada di mana Genzy sekarang di dalam kamar itu atau di gudang belakang rumah nya.
Dokter Rian memutuskan untuk pergi ke gudang belakang rumah nya, tapi ternyata gudang tersebut tertutup rapat pintu nya.
"Oke dia masih menyimpan mayat itu di dalam kamar nya,"
Dokter Rian langsung berlari dan masuk ke dalam rumah itu dan masuk ke dalam kamar yang terbuka.
"Lancang sekali kamu bisa masuk ke rumah orang dan langsung masuk ke dalam."
Genzy mulai terbawa emosional dengan kedatangan Dokter Rian.
"Tuan Genzy, boleh kah saya masuk ke dalam kamar ini. Saya sangat penasaran sekali dengan apa yang anda sembunyikan selama ini."
Dokter Rian memaksakan diri nya untuk masuk ke dalam tapi di tahan oleh Genzy.
__ADS_1
"Kamu mau apa ke sini hah hanya mau membawa keributan saja lebih baik pergi saja."
Genzy menunjukkan tangan nya agar Dokter Rian segara pergi dari rumah nya.
"Haruskah saya berbicara di sini dengan sangat keras sekali, agar semua pegawai yang ada di dalam rumah ini pergi karena ketakutan dengan ucapan Saya."
Mendengar perkataan itu Genzy langsung menarik Dokter Rian masuk ke dalam kamar tersebut.
Dan Dokter Rian langsung di sambut dengan aroma parfume bunga melati yang sangat menyengat sekali.
"Apa kamu menyemprotkan parfume ini setiap hari, agar mayat cantik tersebut selalu harum bunga."
Dokter Rian langsung menghampiri tempat tidur yang di tutupi oleh kelambu putih transparan dan dia langsung membuka nya.
Seketika Dokter Rian langsung melihat mayat tersebut yang sudah bertahun-tahun lamanya di awetkan di simpan di dalam rumah yang masih banyak sekali penghuni nya.
Genzy langsung menghampiri Dokter Rian, dia takut Dokter Rian melakukan sesuatu hal yang bisa memberikan dampak buruk untuk dirinya.
__ADS_1