Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 154


__ADS_3

Sesampainya di Apartemen Genzy langsung mengendong Kimora sampai masuk ke dalam Apartemen nya.


Suster diana yang sedang mencari Dokter Alena, melihat Genzy mengendong Kimora.


Suster Diana langsung menghampiri mereka berdua dan ikut masuk ke dalam Apartemen nya.


Mama Sarrah memberikan Tiara kepada Suster Diana.


"Tolong jaga Tiara yaa, saya mau mengurus dulu Kimora."


Genzy membawa Kimora ke kamar nya dan langsung menyuruh Kimora untuk beristirahat.


Kimora yang lemas dan lesu memandangi wajah suami yang sekarang sedang ada di hadapannya.


"Kamu istirahat yaa, aku pergi dulu."


Mama Sarrah menghentikan Genzy untuk pergi, dia mendorong Genzy supaya masuk kembali ke kamar itu.


"Kalian masih berstatus suami istri, temani dulu istri kamu yang sedang membutuhkan kamu di samping nya."


Mama Sarrah menutup rapat pintu kamar tersebut, Genzy tidak punya pilihan dia kembali ke samping Kimora.


Genzy memegang kening Kimora yang seperti sedikit demam, dia pun juga memegang tangan Kimora yang begitu sangat dingin sekali.

__ADS_1


"Tangan kamu dingin sekali Kimora."


Genzy terus menggenggam erat tangan Kimora.


Kimora merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang di hadapannya, rasa ketakutan itu seketika langsung menghilang begitu saja.


Mata kimora berkaca-kaca ketika tangan nya di genggaman oleh suaminya itu.


"Terimakasih banyak Mas,"


Ucap Kimora dengan suara yang lemas, Mama Sarrah kembali datang dengan membawa susu hangat dan roti panggang untuk Kimora.


"Suapi istri mu ini, kasihan dia harus banyak energi."


Setelah memberikan makanan dan minuman Mama Sarrah langsung menutup rapat pintu kamar itu.


Kimora mengambil susu hangat yang di buatkan untuk dirinya, Genzy langsung menyuapi Kimora dengan penuh perasaan.


"Makan yang banyak aku ingin kamu sehat kembali, supaya bisa mengurus putri kita."


Ketika suasana penuh perasaan tiba-tiba handphone Genzy berdering kencang sekali.


Genzy melihat panggilan telephone tersebut ternyata dari Alena,

__ADS_1


Genzy pun langsung menonaktifkan handphone tersebut.


Perasaan Kimora seketika seperti tidak nyaman ketika mendengar dering handphone Genzy yang sangat kencang sekali.


Kimora langsung mengambil roti yang di pegang oleh Genzy, dia memilih untuk memakannya sendiri.


"Lebih baik kamu pergi saja,"


Genzy mengetahui jika panggilan telephone dari Alena itu adalah ajakan nya untuk bisa bermalam bersama dengan dirinya.


Genzy begitu sangat berat untuk melangkah kakinya untuk meninggalkan Kimora.


Mama Sarrah menghampiri Genzy, dan dia pun langsung menyuruh Genzy untuk segera pergi.


"Yasudah, terimakasih banyak sudah membantu Mama hari ini untuk mengurus Kimora sekarang lebih baik kamu segera pergi, kamu juga besok kan harus pergi berkerja."


Genzy langsung pergi meninggalkan Apartemen Mama nya, dia tidak tahu apa yang di lakukan oleh Alena malam ini kepada nya.


Genzy merasa sudah tidak mempunyai rasa kepada Alena, nafsu nya hanya sesaat karena rasa sakit hati nya.


Tapi perasaan yang sebenarnya tidak bisa di tutupin Genzy begitu sangat peduli dengan keadaan Kimora sekarang.


Genzy mengaktifkan kembali handphone, dan Alena langsung mengirimkan banyak pesan kepada dirinya.

__ADS_1


"Aku sudah 1 jam menunggu di gerbang kamu, aku sudah berdandan special untuk kamu malam ini. Tapi buat aku kesal dengan menunggu waktu lama di sini.*


Alena sudah sangat kesal sekali menunggu kedatangan Genzy.


__ADS_2