
Suster Diana mendorong tubuh Genzy dengan sangat emosional sekali, dan hampir membuat Genzy terjatuh.
"Bangun lah dari halusinasi muuu, ingat ada Putri Kimora yang menunggu kesehatan mental muu. Bukan kah kau ingin memiliki keluarga yang sempurna di kehidupan nyata."
Setelah puas berkata seperti itu kepada Genzy, Suster Diana pun langsung masuk kembali ke ruangan Putri Kimora.
Genzy memikirkan semua perkataan dari Suster Diana.
"Bagaimana Dok, keadaan Putri Kimora ?."
Suster Diana bertanya kepada Dokter yang menangani Putri Kimora.
"Kondisi Putri Kimora sangat membaik sekali seperti nya besok juga dia sudah bisa pulang, karena demam nya juga sudah turun."
Suster Diana begitu sangat bahagia sekali ketika mendengar perkataan tersebut.
"Terimakasih banyak yaa Dok, akhirnya besok Putri Kimora sudah bisa pulang."
Setelah memeriksa kondisi Putri Kimora, Dokter tersebut pun langsung meninggalkan tempat tersebut.
Wajah Putri Kimora pun memang terlihat sangat ceria sekali, dia tidak seperti yang sedang sakit.
"Yeeeee, besok aku bisa pulang dan aku bisa sekolah. Aku sangat rindu sekali suasana di dalam kelas."
Rasa hawatir Suster Diana pun langsung terasa kembali ketika Putri Kimora kembali ke sekolah.
"Suster Diana, kenapa diam. Suster Diana sudah cape yaa mengantarkan aku ke sekolah."
Suster Diana memaksakan senyuman manis nya.
"Suster juga senang sekali karena Putri Kimora itu adalah murid yang sangat pintar sekali di sekolah nya."
Putri Kimora langsung memeluk erat tubuh Suster Diana.
"Sayaaaaang, boleh nggak Suster Diana bertanya. Tadi di saat Putri Kimora bersama dengan Papa Genzy, Putri Kimora melihat lagi nggak sosok wanita yang kita lihat di jendela kamar Putri Kimora."
Putri Kimora langsung menganggukan kepalanya dengan wajah yang sedih.
Suster Diana pun langsung memeluk erat tubuh mungil Putri Kimora.
"Iyaaa Suster Diana, aku melihat nya. Dia berdiri di depan pintu itu. Dia seperti sedih sekali seperti habis menangis sebenarnya Tante hantu itu siapa sih Suster, kenapa dia selalu ada bersama dengan Papa nya."
Suster Diana begitu sangat yakin sekali bahwa kehadiran Ayana di setiap pertemuan Genzy dan Putri Kimora adalah meminta bantuan kepada Putri Kimora.
__ADS_1
Karena hanya Putri Kimora yang bisa menemui nya dengan sangat mudah sekali.
"Sudah yaa sayang, kamu harus sabar kamu harus kuat yaa. Kamu harus bisa melawan semua rasa takut yang ada karena Tuhan memberikan sebuah kesempurnaan yang terdapat pada diri Putri Kimora. Semoga kamu bisa menjadi penyelamat semua orang."
Suster Diana hanya bisa membuat Putri Kimora menjadi anak yang kuat walaupun sebenarnya sangat berat sekali ketika harus menjadi diri nya.
***
Genzy terus saja memikirkan perkataan dari Suster Diana.
"Apa maksud dari perkataan Suster itu, apakah Putri Kimora mengetahui tentang Jasad Ayana yang aku awetkan. Lalu siapa yang di hantui oleh Ayana."
Genzy memilih untuk pergi ke Apartemen Mama nya, dia memilih untuk tidak memakai Dokter Rian dalam proses penyembuhan Mama nya.
Tapi ternyata ketika Genzy ke luar dari mobil nya dia pun bertemu dengan Dokter Rian.
Dokter Rian mengabaikan pertemuan nya dengan Genzy, dia seperti tidak ingin menyapa nya sama sekali.
Genzy pun hanya bisa terdiam melihat sikap Dokter Rian kepada nya.
Dokter Rian pun menekan tombol bell pintu Apartemen Alena dan Mama nya pun langsung membuka nya.
Genzy melihat Dokter Rian masuk ke dalam Apartemen tersebut.
Genzy pun masuk ke dalam Apartemen nya dia melihat Mama yang selalu sibuk berada di tempat bunga-bunga nya.
Genzy menghampiri Mama nya dan bertanya kepada perawat yang mengurusi Mama nya.
"Bagaimana, apakah Dokter sudah datang ke sini hari ini. Dan bagaimana menurut nya dengan kondisi Mama."
Perawat tersebut menjelaskan semuanya kepada Genzy.
"Setiap di tanya, Bu Sarrah selalu menyebutkan nama Putri Kimora. Dia bilang jika Putri Kimora yang bisa membuat hati nya menjadi lebih tenang."
Mendengar perkataan tersebut membuat Genzy bisa meminta Kimora agar Putri bisa menjadi obat penyembuhan Mama nya dan dia pun bersama dengan Putri nya tersebut.
"Oke baiklah, sekarang jaga Mama baik-baik saya harus pergi beristirahat."
Genzy masuk ke dalam kamar nya, dia beristirahat di atas kasur.
Ternyata Genzy pun masih menyimpan foto Ayana bersama dengan dirinya.
Genzy memandangi foto tersebut dan langsung tersenyum.
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu Ayanaa, sampai kapan pun cinta ini akan selalu ada untuk kamu. Aku tidak pernah melakukan hal tersebut menguburkan jasad Ayana tidak akan pernah."
Halusinasi Genzy semakin tinggi dan membuat semakin ancaman dari Suster Diana pun hanya dia abaikan begitu saja.
Dokter Rian melihat kondisi Alena dia lebih suka mengurung diri di dalam kamar nya.
Dokter Rian pun menghampiri Alena yang terlihat sedang duduk di atas kasur sambil mengendong boneka halusinasi nya.
"Apakah kamu datang membawa anak ku, kenapa kamu menyembunyikan anak kuu. Di mana sekarang anak kuuuuuu."
Alena melempar boneka halusinasi nya ke depan Genzy, lagi-lagi dia tidak bisa menahan rasa emosional nya.
Genzy mengambil boneka tersebut dan menyimpan nya di samping Alena.
"Ayoo, ikut bersama kuuu sekarang."
Dokter Rian membawa Alena keluar dari kamar nya, dan meminta ijin untuk membawa nya ke luar.
"Buu Riana, saya mau membawa Alena keluar untuk menghirup udara segar. Seperti nya dia harus menikmati sedikit kebebasan."
Dokter Rian mengengam erat tangan Alena, dia tidak mau sampai Alena kabur melarikan diri.
Ketika berada di luar pandangan Alena pun tertuju pada sekolah Putri Kimora.
Tangan nya menujuk kan ke arah sekolah tersebut, dan Dokter Rian pun langsung bertanya.
"Ada apa dengan sekolah itu,? kenapa tangan muu menunjukkan ke arah sana."
Alena terus memandangi sekolah tersebut dia seperti ingin pergi ke sana.
Dokter Rian pun langsung membawa Alena di depan pintu gerbang sekolah tersebut.
Mata Alena melirik-lirik ke berbagai arah dia seperti sedang mencari seseorang.
Dokter Rian pun menyadari nya jika Alena pasti sedang mencari Putri Kimora.
"Kamu sedang mencari siapa,? kenapa kamu begitu senang sekali ketika berada di depan sekolah ini."
Alena langsung membalikkan badannya dia terlihat sangat sedih sekali.
"Aku mencari anak kuuu, anak kuu Mutiara dia sekolah di sini tapi kenapa dia tidak ada di sini."
Dokter Rian pun menarik tangan Alena, untuk duduk di sekitar tempat tersebut.
__ADS_1
"Alena, dia bukan anak kamu dia adalah anak Kimora. Tapi kamu yang pernah mengurusi nya sejak bayi."