Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (284)


__ADS_3

Kimora melihat Putri nya yang sedang berada di depan jendela kamar nya.


"Sayaaaaang, kamu lagi apa di depan jendela ini kan sudah malam. Ibu mencari kamu di kasur ibu pikir kamu pergi ke toilet tapi ternyata kamu ada di kamar kamu."


Putri Kimora pun langsung menutup rapat gorden jendela kamar Putri nya itu, dan mengendong nya.


"Kamu mau tidur di mana,? di sini atau di kamar Ibu bersama dengan Ibu juga di nggak apa-apa sih."


Putri Kimora merasa sangat binggung sekali sebernarnya dia masih ingin berkomunikasi dengan sosok perempuan bergaun putih tersebut tapi sepertinya tidak mungkin jika Ibu nya berniat untuk tidur bersama dengan nya.


"Buuu, aku lapar aku ingin roti tadi tapi aku nggak berani untuk membangunkan Ibu terus aku juga kebelet ingin pipis tapi aku berani kok buu pergi sendiri ke toilet nya."


Kimora pun tersenyum mendengar perkataan Putri nya yang sudah berkata berani.


"Yasudah Ibu sekarang ke dapur buat kan roti dengan selai strawberry untuk Putri cantik ibu yang kelaparan malam-malam, kamu tunggu di sini yah sayaaaaang ibu nggak akan lama kok."


Kimora meninggalkan Putri Kimora sendiri di kamar nya, dia langsung ke dapur.


Melihat Ibunya yang sudah pergi ke dapur, Putri Kimora yang masih penasaran dengan sosok perempuan bergaun putih tersebut pun langsung menghampiri kembali jendela kamar nya.


Dia membuka gorden jendela kamar nya, dan mencari keberadaan sosok perempuan bergaun putih tersebut.


"Kenapa yah pergi nya Tante Hantu itu, dia langsung menghilang begitu saja. Tapi kenapa wajah nya sama yah dengan yang waktu itu aku bersama dengan Ibu yang tiba-tiba mobil Ibu mendadak mesin nya mati, dia pun sama berada di jendela kamar nya dan juga melambaikan tangan nya kepada aku."


Putri Kimora memilih untuk menutup rapat kembali gorden jendela kamar nya seperti semula dia kembali naik ke kasur nya dan menunggu kedatangan Ibu nya yang sedang membuatkan roti selai strawberry kesukaan nya.


Tidak lama kemudian Kimora membawa roti tersebut yang masih sangat hangat di panggang nya.


"Ayooo nak, makan yang banyak yah sayang ini masih sangat hangat sekali pasti rasanya sangat lezat sekali."


Putri Kimora pun langsung melahap roti buatan Ibu nya tersebut dengan sangat lahap sekali.

__ADS_1


"Enak banget Ibu, terimakasih banyak ya Ibu sudah mau membuatkan aku roti selai strawberry ini dengan penuh cinta."


Kimora pun langsung memeluk erat tubuh mungil Putri kesayangannya tersebut.


Ke esokan hari nya seperti biasa nya, Putri Kimora bersiap untuk pergi ke sekolah bersama dengan Suster Diana sedangkan Kimora bertugas praktek ke Rumah Sakit.


Melihat Putri Kimora dan Suster Diana sudah berangkat ke sekolah, Kimora merasa sangat tidak nyaman dengan perasaan nya.


"Kenapa aku selalu teringat Mama Sarrah yah, sudah lama juga aku tidak menemui nya. Lebih baik aku sekarang aku pergi ke untuk bertemu dengan Mama Sarrah."


Kimora memilih untuk pergi bertemu dengan Mama Sarrah tampa sepengetahuan nya hari ini Genzy akan menemui nya di ruangan praktek agar bisa menemani Mama nya keluar dari Rumah Sakit.


Kimora pun masuk ke dalam mobil nya dia bergegas untuk segera pergi dan menganti jadwal praktek menjadi malam karena ingin berlama-lama dengan Mama Sarrah.


Sebelum sampai ke rumah sakit Kimora membawa kan bucket bunga mawar merah kesukaan Mama Sarrah.


Kimora pun tersenyum puas sekali dia yakin sekali Mama Sarrah akan senang sekali.


Genzy berencana untuk pergi untuk bertemu dengan Kimora dia memberanikan diri untuk bertemu dengan mantan istrinya tersebut.


Genzy keluar dari Apartemen dan menghubungi pegawai nya untuk datang ke Apartemen nya dengan membawa macam-macam bunga yang masih segar agar bisa di simpan di tempat biasa Mama nya merawat bunga.


Genzy melewati Apartemen Alena tapi dia hanya terdiam sebentar dan melanjutkan langkah kaki nya.


Genzy masuk ke dalam mobilnya ketika dia sedang menjalankan mobilnya dia seperti melihat Putri Kimora di seberang mobil nya.


"Itu seperti Putri Kimora."


Genzy langsung membalikkan badannya dan ternyata dia melihat sebuah sekolah yang ternyata tidak jauh dari Apartemen nya.


"Sekolah, apakah Putri Kimora sekolah di sana. Beruntung sekali jika itu benar. Aku bisa melihat nya setiap hari jika dia bersekolah di sana."

__ADS_1


Genzy meneruskan perjalanan nya menuju ke Rumah Sakit Sejahtera tempat Kimora bertugas.


Ketika sampai di depan Rumah Sakit, Dokter Rian melihat Genzy yang keluar dari mobil nya dan menuju ke dalam Rumah Sakit.


Dokter Rian yang masih di dalam mobil nya menunggu Genzy pergi terlebih dahulu.


"Mau apa dia pergi ke Rumah Sakit, jangan-jangan dia berniat untuk pergi bertemu dengan Kimora karena hari ini adalah hari Bu Sarrah pulang ke rumah. Ini tidak bisa ku biarkan aku harus menyusul nya."


Melihat Genzy yang terlihat sangat jauh berjalan, Dokter Rian pun langsung turun dari mobil nya dan berjalan menuju ke ruangan praktek Kimora.


Dan ternyata benar saja Genzy menemui salah satu Suster yang ada di sana tapi ternyata Kimora bertukar jam praktek menjadi malam.


"Kimora menukar jadwal praktek nya, untuk apa tidak biasa nya dia seperti itu kecuali untuk mengantarkan Putri Kimora sekolah tapi Putri Kimora hari ini pergi ke sekolah bersama dengan Suster Diana."


Mendengar perkataan tersebut Genzy terlihat sangat lemas sekali dia gagal bertemu dengan Kimora dan bagaimana dengan Mama nya.


Genzy pun langsung pergi dari tempat tersebut dan berniat untuk pergi kembali ke kantor nya.


"Seperti nya aku kembali ke kantor atau langsung membawa Mama pulang ya, lebih baik aku pikirkan lagi nanti di jalan."


Genzy pun kembali melangkah kaki menuju ke tempat parkir mobil nya dan langsung masuk.


"Kasian juga dia, tapi kenapa juga dia harus membawa Bu Sarrah pulang ke Apartemen nya yang dulu dan meminta Kimora untuk menemani nya bagaimana jika Alena bertemu dengan Kimora dan berbuat hal-hal yang tidak di inginkan."


Dokter Rian memilih untuk mengikuti mobil Genzy, dia sangat hawatir sekali.


Ketika Genzy dan Dokter Rian yang tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana dengan rencana yang sudah di siapkan oleh Genzy.


Kimora sampai di depan pintu kamar Bu Sarrah, kedatangan Kimora membuat Bu Sarrah begitu sangat bahagia sekali. Dia memeluk erat tubuh Kimora tapi tetap dia memanggil Kimora dengan sebutan Ayana.


"Ayaanaaaa sayaaaaang."

__ADS_1


Bu Sarrah memegang wajah Kimora dan tersenyum manis kepada nya, terlihat sekali kebahagiaan yang dia rasakan.


__ADS_2