
Ke esokan hari nya, Suster Diana yang sudah siap langsung pergi ke kamar Putri Kimora. Dia membangunkan nya dan menyuruh nya untuk mandi.
Ketika Putri Kimora mandi, Suster Diana mempersiapkan buku-buku yang akan di bawa Putri Kimora ke sekolah nya dan menyiapkan baju seragam sekolah nya.
Dan langsung mendadani Putri Kimora secantik mungkin, setelah selesai mandi.
"Wahhhhh, kamu cantik sekali sayaaaaang. Gemessss banget deh."
Setelah selesai baru lah Suster Diana mengajak Putri Kimora untuk sarapan bersama.
"Selamat pagi Bu Dokter cantik."
Kimora langsung terkejut ketika mendengar ucapan manis itu dari mulut putri cantik nya.
"Hmmmmm, selamat pagi juga putri cantik kesayangan Ibuuuu."
Mereka bertiga pun sarapan bersama, dan Kimora pun berencana ingin melihat Mama Sarrah di Rumah Sakit Kejiwaan.
"Suster Diana, sepertinya setelah selesai jadwal praktek saya mau pergi bertemu dengan Mama Sarrah. Sudah seminggu saya nggak menjenguk nya."
Putri Kimora pun langsung menatap wajah Ibunya, dia yang hanya tau nama dan foto saja tentang neneknya.
"Buu, kapan yaa aku bisa bertemu dengan Omah Sarrah. Selama ini ibu kan lebih sering bawa aku ke rumah Omah Rossa saja, aku juga penasaran Buu pengen ketemu."
Putri Kimora memang belum pernah melihat Omah Sarrah nya, karena gangguan mental Omah Sarrah yang sangat berat sekali. Bahkan ketika Kimora datang untuk menjenguk nya dia tidak memanggil Kimora melainkan Ayana.
"Sabar yaaa sayaaaaang, nanti jika Omah Sarrah sudah sembuh kita pasti ke sana bersama ber tiga yaa sayaaaaang."
Kimora mengelus rambut panjang putri cantik nya itu, dan Putri Kimora pun hanya menganggukkan kepalanya sambil memasang wajah sedih.
Melihat jam sudah hampir jam 7 lewat, Suster Diana pun langsung mengajak Putri untuk segera pergi ke sekolah agar punya waktu yang lama di sana bisa bermain dengan teman-teman nya.
"Ayooo sayaaaaang kita sekolah yaa, lihat sudah jam 7 lewat. Ayo pamitan dulu sama Ibu."
__ADS_1
Putri Kimora mencium tangan ibu nya, dan dia pun langsung pergi tampa sepatah kata pun. Melihat Putri Kimora berlari Suster Diana pun langsung menyusul nya.
"Seperti nya dia sangat marah besar sekali, maafkan Ibu yaa sayaaaaang. Kamu pasti tau dan lebih merasakan jika Omah Sarrah itu memang sangat baik sekali."
Kimora mulai mempersiapkan untuk pergi ke Rumah Sakit, dia tidak pernah lupa untuk membawa obat dari Dokter Rian.
"Hmmmmm, dia begitu sangat perhatian sekali tapi sayang aku masih trauma dengan penghiatan cinta. Jadi aku belum bisa membuka pintu hati aku untuk dia."
Kimora pun masuk ke dalam mobilnya, dia begitu sangat bersemangat sekali setiap menjalankan tugasnya dan dia pun menjadi Dokter Specialis Favorit karena keramahan ucapan nya.
Kimora sampai di Rumah Sakit, dia mulai merasakan kegelisahan dan ketakutan. Dia selalu merasa jika ada seorang yang mengikuti nya atau memperhatikan nya.
Ketika dia membuka pintu ruangan praktek nya, dia pun buat sangat terkejut sekali dengan adanya bucket bunga warna-warni di meja praktek nya.
Kimora begitu sangat terkejut sekali dengan bucket bunga mawar-warni tersebut, dia pun tersenyum sambil mengambil bucket bunga tersebut.
"Ini pasti Dokter Rian yang mempersiapkan semuanya, dia begitu sangat baik sekali."
Kimora menyimpan kembali bucket bunga tersebut, dan tiba-tiba datang Dokter Rian menghampiri nya.
Kimora tersenyum manis sambil memandang wajah Dokter Rian.
"Hari ini setelah jadwal praktek, bisakah menemaniku untuk bisa bertemu dengan Mama Sarrah. Aku sungguh merindukannya sekali."
Dokter Rian menganggukan kepalanya sambil tersenyum, dia pun langsung pergi karena sudah saatnya Dokter Kimora membuka jadwal praktek nya.
Dokter Kimora mulai mempersiapkan diri nya dan mulai memanggil pasien-pasien nya, aktivitas Dokter Kimora mulai sangat melelahkan sekali dia pun langsung terpikir dengan putri kesayangannya.
***
Putri Kimora sampai di sekolah dia datang terlalu pagi sekali, tapi Putri Kimora memilih untuk masuk ke dalam ruangan kelas nya.
Suster Diana hanya terdiam menunggu Putri Kimora, yang seperti sedang asyik bersama dengan teman-teman nya.
__ADS_1
"Seperti nya, sudah ada murid yang datang lebih baik aku menunggu di kantin saja."
Putri Kimora berjalan menuju ke kursi kosong paling belakang, langkah sangat pelan sekali karena dia melihat sosok seorang anak perempuan yang sedang duduk di kursi belakang itu.
Putri Kimora menghampiri dan duduk di samping nya, Putri Kimora memperhatikan anak perempuan itu yang selalu menundukkan kepalanya dia seperti tidak mau menunjukkan wajah nya kepada Putri Kimora.
"Hmmmmm, nama kamu siapa?. kenapa kamu selalu datang setiap pagi dan selalu pulang belakangan."
Murid perempuan itu tidak menjawab pertanyaan dari Putri Kimora, dan membuat Putri Kimora semakin penasaran sekali.
Putri Kimora menjulurkan tangannya dia mencoba untuk memperkenalkan diri nya kepada anak perempuan tersebut.
"Kenalkan nama aku Putri Kimora, Ibu aku seorang Dokter Specialis kandungan dan aku juga mempunyai Suster yang sangat baik nama nya Suster Diana."
Ketika Putri Kimora hendak memperkenalkan diri nya, bell masuk berbunyi Putri Kimora langsung pergi ke kursi nya dan meninggalkan anak perempuan itu.
Pandangan Putri Kimora selalu pada anak perempuan tersebut, tapi Putri Kimora merasa teman-teman nya mengabaikan nya dan seperti tidak menganggap kehadiran nya.
"Kenapa dia selalu menundukkan kepalanya, kenapa dia tidak mau bermain bahkan mengobrol dengan teman lainnya."
Putri Kimora memilih untuk fokus kepada guru yang ada di hadapannya, dia mulai mengabaikan anak perempuan itu.
Jam bell pulang berbunyi semua murid sibuk membereskan barang-barang yang ada di meja nya, semua pulang tapi anak perempuan tersebut tetap duduk sambil menunduk kepala nya.
Putri Kimora langsung di hampir Suster Diana, dia pun langsung di peluk erat oleh Suster Diana.
"Sayaaaaang, bagaimana kamu happy dengan pelajar-pelajar yang menyenangkan di kelas."
Putri Kimora hanya tersenyum kepada Suster Diana, dia pun membalikkan badannya dan terlihat anak perempuan itu berdiri di depan kaca dengan wajah yang pucat sekali, Putri Kimora seperti melihat darah yang mengalir di wajah nya.
Putri Kimora langsung membalikkan Kembali badan nya, dia mencoba untuk tenang karena tidak mau Suster Diana hawatir dengan nya jika dia berteriak kencang.
Suster Diana memperhatikan wajah Putri Kimora yang mendadak menjadi pucat pasih, tangan nya begitu dingin dan sangat bergetar sekali.
__ADS_1
"Putri Kimora, kamu tidak apa-apa kan sayang?. Wajah kamu pucat sekali dan tangan kamu begitu sangat bergetar dan dingin."