Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (298)


__ADS_3

Genzy terus saja memandangi Suster Diana.


"Sedangkan apa Suster Diana di sana menangis, sudahlah lebih baik secepatnya sampai ke kantor.


Genzy mengabaikan Suster Diana yang sedang menangis di parkiran Rumah Sakit.


Dokter Rian memilih untuk pergi mencari Suster Diana dia ingin sekali bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


Dokter Rian melihat Suster Diana sedang menangis tersedu-sedu di dekat area parkir.


"Suster Diana, kamu baik-baik saja ? apa yang sebenarnya terjadi kenapa Putri Kimora bisa demam kembali."


Dokter Rian menghapus air mata Suster Diana dengan tangan nya.


"Aku merasa kasian sekali dengan Putri Kimora, setiap dia bertemu dengan Papa nya selalu saja terjadi sesuatu di dalam kamar nya. Dan semalam aku sendiri benar-benar melihat nya, aku yakin sekali itu adalah Ayana dia yang membuat Putri Kimora seperti ini lalu kenapa harus Putri Kimora kenapa tidak Genzy saja yang di datangkan oleh Ayana."


Tangis Suster Diana semakin kencang setelah menceritakan semuanya kepada Dokter Rian.


"Aku tidak mungkin menceritakan semuanya kepada Bu Kimora, karena dulu yang menyebabkan dia despresi berat adalah ketika dia melihat jasad Ayana yang di sembunyikan oleh suami nya. Dan bila aku mengatakan semuanya kepada Genzy pun percuma dia tidak akan mau mengistirahatkan jasad Ayana sebagian mana mestinya."


Dokter Rian pun mengelus rambut Suster Diana karena hanya dia yang paling dekat dengan Putri Kimora dan hanya dia yang bisa merasakan apa yang Putri Kimora rasakan.


"Terimakasih banyak atas perhatiannya yang kamu berikan kepada Putri Kimora, dari sejak bayi sampai sekarang sudah besar. Walaupun dia bukan anak kandung muu tapi kamu sangat luar biasa sekali Suster Diana."


Suster Diana pun hanya bisa tersenyum ketika mendengar perkataan dari Dokter Rian.


"Bagaimana dengan keadaan Alenaa, apakah kondisi nya sudah membaik apa tidak ada kemajuan."


Dokter Rian menghelakan nafas panjang nya.


"Saya melihat seperti nya Bu Sarrah yang akan semakin membaik kondisi nya, Alenaa masih saja seperti dulu dia hanya bisa di tenang kan dalam keadaan sesaat tapi saya pun belum lagi bertemu dengan Alenaa."


Suster Diana pun langsung memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Aku merasa sangat hawatir sekali ketika Bu Kimora harus datang ke Apartemen Bu Sarrah sedangkan Apartemen mereka berdampingan dengan Alena. Bagaimana jika Alenaa bertemu dengan Bu Kimora apa yang akan di lakukan nya."


Dokter Rian selalu berpikir ke arah itu.


"Putri Kimora dan Kimora jangan sampai bertemu dengan Alenaa, apalagi Putri Kimora dia pasti di anggap sebagai anak kandung nya karena Alena sudah pernah bertemu dengan Putri Kimora sebelumnya."


Suster Diana pun menjadi sangat was-was sekali.


"Aku akan mencoba untuk membujuk Putri Kimora untuk pindah dari sekolah itu, karena jujur saja aku sangat ketakutan sekali. Aku sangat sayang sekali Putri Kimora dan aku tidak mau terjadi sesuatu dengan Putri Kimora yang semua permasalahan nya itu dari Papa nya sendiri Genzy."


Suster Diana terlihat sangat emosional sekali dia sangat marah besar sekali dengan Genzy.


"Sudahlah jangan seperti ini jangan terus menyalakan Genzy, karena percuma saja dia tidak akan pernah merasakan kesalahan nya."


Dokter Rian mencoba untuk menenangkan perasaan Suster Diana.


"Baiklah aku akan kembali melihat kondisi Putri Kimora sekarang dan menghapus semua air mata kuu ini. Aku harus terlihat ceria di hadapan Putri Kimora dia jangan sampai tahu jika sebenarnya perasaan ini sedang sedih sekali."


Dokter Rian pun juga memilih untuk kembali ke ruangan nya karena jadwal praktek nya sebentar lagi di mulai.


Suster Diana melihat Putri Kimora yang sedang makan sangat lahap sekali di suapi oleh Ibu nya.


Wajah nya pun terlihat sangat ceria sekali dan membuat hati Suster Diana merasa sangat tenang.


"Wahhh, sudah sembuh yaa sayaaaaang sekarang. Sudah makan banyak dan jangan lupa untuk di minum obat nya agar bisa segera cepat pulang."


Suster Diana pun berada di samping Putri Kimora.


"Aku bahagia sekali Suster, akhirnya Papa dan Ibu bisa bersama mereka yang membuat aku langsung sembuh. Aku merasa sangat bahagia sekali akhirnya aku bisa mempunyai Papa dan Ibu seperti teman-teman kuuuu."


Ucapan Putri Kimora membuat Suster Diana langsung terdiam, dia yang berniat untuk bisa merenggangkan hubungan mereka berdua.


Tapi ternyata hal itu membuat Putri Kimora merasa sangat bahagia sekali, walaupun mungkin hati Suster Diana merasa sangat sakit ketika Putri Kimora yang harus di datangi oleh arwah Ayana tapi Putri Kimora tetap merasa sangat bahagia sekali.

__ADS_1


Genzy yang sudah datang ke kantor nya, tapi perasaan nya tiba-tiba saja teringat kembali dengan Ayana.


"Kenapa teringat kembali dengan Ayana, padahal sudah lama sekali aku sudah sangat melupakan nya. Apakah ini pertanda jika Ayana merindukan kuuu."


Genzy memilih mengikuti apa kata hati nya, dia yang awalnya sedang fokus berkerja seketika langsung memilih untuk meninggalkan kantor nya.


Genzy pun langsung masuk ke dalam mobil nya, dia terlihat sangat semangat sekali untuk bisa bertemu kembali dengan Ayana.


"Aku harus membawakan bucket bunga mawar putih dan setangkai bunga mawar putih juga."


Genzy pergi terlebih dahulu ke toko bunga dia begitu banyak sekali membelikan bunga hanya untuk Ayana.


Kedatangan Genzy membuat terkejut para pegawai yang bertugas untuk menjaga rumah tersebut.


Mereka berpikir untuk apa Genzy membawa bunga-bunga sebanyak itu sedangkan di rumah ini tidak berpenghuni.


Genzy memindahkan kembali jasad Ayana kembali ke gudang belakang rumah nya dengan bantuan seseorang yang sudah di bayar dengan uang-uang nya.


Genzy membuka pintu gudang tersebut, tampak pintu tersebut seperti susah untuk terbuka.


Genzy memaksa nya dan akhirnya pintu tersebut pun langsung terbuka.


Genzy tersenyum melihat peti mati berwarna putih tersebut, dia pun langsung membuka peti mati tersebut.


Tampak jelas sekali wajah Ayana yang pucat pasih selayaknya mayat yang di awetkan.


"Hallo Ayana, maafkan aku yang baru mendatangi kamu kembali. Aku tidak ada maksud untuk meninggalkan kamu dan melupakan kamu maafkan aku yaa."


Genzy memberikan setangkai bunga mawar putih di letakkan di atas badan nya, dan seakan Ayana sedang memegang setangkai bunga mawar putih tersebut.


"Ayana, kamu tahu tidak aku sekarang sudah menjadi seorang Papa. Anak kuu sudah berusia 5 taun dia sangat cantik sekali dan pintar aku merasakan kesempurnaan dalam kehidupan kuu sekarang."


Genzy merasa sudah cukup untuk nya bertemu dengan Ayana, sebelum Genzy pergi dia menyemprotkan parfume bunga melati di setiap sudut ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2