
Alena begitu sangat menikmati hari pernikahan nya tersebut dia selalu saja menebar senyuman pada setiap tamu yang hadir di acara pernikahan nya.
Genzy tidak sedikit pun tersenyum dia terlihat sangat terbebani tidak ada wajah kebahagiaan di wajah nya.
Sampai akhirnya acara tersebut pun selesai Genzy memilih untuk pergi dia tidak masuk ke dalam kamar nya.
Alena memperhatikan Genzy dia memperhatikan Genzy pergi ke mana,mencoba untuk mengikuti Genzy.
"Akan pergi ke mana dia, aku curiga dia sudah mempersiapkan sesuatu untuk malam ini."
Alena dengan sangat hati-hati sekali mengikuti Genzy yang masuk ke dalam gudang yang pernah Alena masuk.
"Genzy pergi ke dalam gudang tersebut, dia pasti mengambil sesuatu di dalam nya. Karena di sana banyak sekali benda tajam hmmmmm dia akan membunuh kuu malam ini seperti nya."
Alena memilih langsung pergi meninggalkan Genzy dia tidak mau sampai Genzy mengetahui nya.
Tatapan mata Genzy yang begitu sangat tajam sekali membuat hati merasa sangat sakit sekali.
__ADS_1
Dia memandangi tangan nya sambil memegang pisau dan tatapan mata yang berkaca-kaca.
"Harus kah tangan ku menyakiti orang lain kembali, karena dia aku kehilangan semua nya."
Genzy pun langsung memasukkan pisau tersebut ke dalam kantong celana nya, dia memilih langsung pergi ke kamar nya.
Genzy membuka pintu kamar secara perlahan tapi dia tidak melihat Alena di dalam kamar nya.
"Kemana Alena kenapa dia tidak ada di dalam kamar ini."
Genzy pun memilih untuk duduk di atas kasur dia menunggu kedatangan Alena.
"Kamu menunggu aku yaa Suamiku Misterius kuu."
Alena duduk di samping Genzy sambil memegang tubuh Genzy tapi Genzy menepis tangan Alena.
"Jangan bersikap seperti Alenaaaaa, aku tidak suka dengan sikap kamu yang seperti ini."
__ADS_1
Tapi Alena mengabaikan perkataan Genzy dia terus saja menggoda Genzy dan membuat Genzy semakin tidak nyaman sekali dengan sikap Alena kepada nya.
"Kita sudah suami istri loh, kenapa kamu harus seperti ini sih. Kita sudah halal dan kita bebas untuk melakukan apapun."
Alena membuka kancing baju Genzy dan Genzy pun langsung berdiri di hadapan Alena.
Alena pun mengikuti apa yang Genzy lakukan dia langsung berdiri di hadapan Genzy.
Genzy dengan tangan bergetar dia mengambil pisau yang ada di kantong celana nya.
Dan Alena pun menyadari nya dia terus saja memperhatikan tangan Genzy.
"Apa yang akan kamu lakukan kepada kuu Genzy, apa kamu akan membunuh kuu sekarang juga. Jika kamu membunuh kuu maka kamu pun akan menyesal di seumur hidup muu."
Genzy pun akhirnya mengeluarkan pisau tersebut dia begitu sangat emosional sekali ketika melihat wajah Alena dia ingin membunuh Alena.
Tapi Alena masih saja bersikap santai dan tersenyum ketika pisau yang Genzy pakai tersebut ada di hadapan nya.
__ADS_1
"Kamu ingin membunuh kuu karena aku mempunyai bukti kamu pernah membunuh seseorang di rumah ini, walaupun aku tidak tahu dia siapa tapi aku sangat yakin ini bisa membuat kamu masuk ke dalam penjara Genzy."
Genzy tidak mendengarkan perkataan Alena dia terus saja memegang pisau tersebut dan Alena memilih untuk mundur dan mundur sampai akhir dia bersender di jendela kamar tersebut.