Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (276)


__ADS_3

Alena terus saja tidak mau diam dia seperti sangat menginginkan sekali Putri Kimora.


"Dia adalah Putri Kimora, dia adalah anak dari Kimora Letica dan Genzy."


Mendengar perkataan itu Alena langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali.


"Tidaaaaaak jangan bicara seperti ituuuuuuuuuu, dia adalah anak kuuuuuuuuu dia adalah anak perempuan kuuuuuuu."


Alena langsung histeris sambil menjambak rambut nya dan terus berteriak kencang dan membuat Riana langsung menangis dan memeluk erat tubuh Alena yang mencoba untuk melukis fisik nya kembali.


"Alena kamu harus tenang Alena yah tenang, kamu jangan seperti ini jika kamu seperti ini kamu tidak bisa memeluk erat tubuh Putri Kimora dan bertemu dengan nya."


Dokter Rian terus mencoba untuk menenangkan Aleena tapi Aleena malah memberontak dan melemparkan barang-barang yang ada di hadapannya kepada Dokter Rian.


Dokter Rian pun terpaksa meminum kan obat untuk Aleena agar dia bisa tenang dan beristirahat.


Melihat Aleena yang mulai tidak berdaya, Dokter Rian langsung mengendong nya ke tempat tidur.


Dokter Rian keluar dari kamar Aleena dan menghampiri Mama nya.


"Bu bisakah kita mengobrol sebentar."


Riana pun langsung membawa Dokter Rian duduk bersama di ruang khusus tamu.


"Sebenarnya anak kecil perempuan yang mengambil boneka milik Aleena itu adalah pemilik boneka tersebut. Anak perempuan itu bernama Putri Kimora anak dari pasangan Kimora Letica dan Genzy Putra, Kimora adalah sahabat baik Aleena tapi Aleena memanfaatkan Kimora di saat dia despresi dan berhubungan dengan Suami Kimora yaitu Genzy sampai Aleena hamil anak Genzy."


Riana pun merasa sangat terkejut mendengar cerita tersebut dia sangat tidak menyangka jika Aleena bisa berbuat seperti itu kepada Kimora.


"Tapi Kimora mencoba untuk bisa memanfaatkan semua ini tapi dia tidak bisa melupakan penghianat cinta yang di lakukan oleh mereka berdua dan membuat Kimora sekarang lebih memilih untuk tetap sendi tidak mau memiliki pasangan hidup."


Dokter Rian melihat Riana begitu sangat kecewa sekali dengan perbuatan Aleena kepada Kimora.


"Bisakah saya bertemu dengan Kimora, saya ingin sekali meminta maaf kepada nya atas apa yang sudah di perbuat oleh Aleena terhadap nya."


Dokter Rian hanya tersenyum tipis dia pun berniat untuk segera pergi dari tempat tersebut.

__ADS_1


"Seperti nya nanti saja jangan sekarang, fokuskan semuanya kepada kesembuhan Aleena. Dia sangat liar sekali jangan sampai Aleena pergi ke luar Apartemen saya takut dia membahayakan orang yang ada di sekitarnya."


Dokter Rian pun berdiri dan berpamitan untuk segera pulang.


"Kalau begitu saya permisi dulu yah Bu, semoga Aleena semakin membaik dan jangan lupa untuk obat nya yah."


Dokter Rian langsung pergi dari Apartemen tersebut, pandangan selalu menatapi Apartemen kosong tempat Bu Sarrah dulu.


"Kenapa pandangan kuu selalu tertuju pada Apartemen tersebut, sudahlah itu tidak penting."


Handphone Dokter Rian bergetar pertanda ada pesan masuk ke handphone nya.


*Genzy*


Dokter Rian pun langsung menyimpan nomber handphone Genzy, dia menunggu balasan pesan selanjutnya.


"Syukurlah dia sudah memberikan nomer handphone nya kepada kuu, tinggal selanjutnya."


Dokter Rian masuk ke dalam mobil nya, dia berniat untuk pergi ke Rumah Sakit. Di perjalanan dia merasa ada mobil yang mengikuti nya.


Ketika Dokter Rian menghampiri mobil tersebut dan mengetuk kaca mobil nya dan ternyata itu adalah Genzy.


Dokter Rian pun langsung terkejut sekali kenapa Genzy harus mengikuti nya.


"Ayo kita bicarakan rencana pertemuan ini, masuk saja langsung ke dalam mobil kita bicarakan semuanya di sini."


Dokter Rian pun mengikuti apa yang di perintahkan oleh Genzy walaupun sebenarnya dia harus pergi ke Rumah Sakit.


"Bagaimana jika besok siang pertemuan dengan putri ku itu, tempat nya di taman bermain saja itu pasti sangat aman sekali."


Dokter Rian pun menyetujui dengan apa yang di katakan oleh Genzy.


"Baiklah, ketika Putri Kimora pulang sekolah dia akan langsung pergi ke sana bersama dengan Suster Diana. Dan ingat jangan pernah mengatakan jika kamu adalah Papa nya."


Setelah selesai berbicara Dokter Rian langsung keluar dari mobil tersebut dan berjalan menuju ke mobil nya.

__ADS_1


Genzy hanya terdiam sambil tersenyum manis dia tidak pernah menyangka jika dia akan bertemu dengan Putri Kandungan.


"Tunggu Papa yah sayang, Papa tidak sabar ingin segera bertemu dengan kamu dan Papa sudah menyiapkan mainan untuk kamu."


Genzy memilih untuk pergi ke Rumah Sakit Kejiwaan dia ingin bertemu dengan Mama nya.


"Mam, cepat normal kembali. Cucu Mama sudah besar dia pasti sangat cantik sekali seperti Ibu nya."


Genzy membawakan bucket bunga mawar merah untuk Mama nya, dia mencoba untuk bisa bertemu dengan Mama nya.


Ketika Genzy bertemu dengan Mama nya terlihat sekali Mama nya sedang melamun sambil memegang bucket bunga mawar yang sudah layu dan mengering sekali.


"Seperti nya itu bucket bunga mawar pemberian dari Kimora, bunga nya sudah kering dan layu itu tanda nya Kimora sudah lama tidak bertemu dengan Mama."


Genzy menghampiri Mama nya dengan pelan-pelan agar tidak membuat Mama nya kaget dan merasa tidak nyaman.


Genzy memegang tangan Mama nya dan mencium tangan Mama dengan mata yang berkaca-kaca menahan air mata nya jatuh.


"Mam, cepat pulih kembali yah. Sekarang Genzy sudah tidak tinggal di rumah itu Mam, sekarang Genzy memilih untuk tinggal di hotel. Genzy sekarang sendiri Mam tidak ada Mama di samping Genzy, sudah lima tahun Mama di sini tidak mau ikut bersama dengan Genzy."


Tatapan mata kosong Sarrah hanya tertuju pada jendela kamar nya, dia mengabaikan ucapan Genzy.


Genzy mengambil bucket yang di genggaman erat tangan Mama dengan bucket yang baru tapi Mama nya menolak tetap ingin memegang bucket bunga tersebut.


"Jangan..... jangan. Ini pemberian dari Ayana kamu jangan mengambil nya."


Genzy pun merasa sangat terkejut ketika Mama nya mengatakan jika Ayana yang memberikan bucket bunga mawar merah tersebut.


"Ayana,????? mungkin maksud Mama bucket bunga mawar merah ini dari Kimora Mam bukan Ayana."


Mama Sarrah terus memeluk erat bucket bunga mawar merah tersebut dan Genzy pun memilih untuk menyimpan bucket bunga mawar merah yang masih sangat segar di meja.


"Nanti aku bawakan vas bunga yah Mam, nanti bunga mawar merah nya bisa Mama masukkan ke dalam vas bunga. Agar bunga-bunga mawar Mama selalu segar tidak mudah untuk layu dan bahkan menjadi mengering."


Genzy merasa sangat kasihan sekali ketika melihat kondisi Mama yang harus seperti ini kembali untuk ke dua kali nya.

__ADS_1


__ADS_2