Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 141


__ADS_3

Kimora, Tiara dan Mama Sarrah langsung bergegas pergi untuk bertemu dengan Dokter Rian di suatu tempat.


lDokter Rian sengaja untuk mengajak Kimora untuk berkonsultasi di tempat yang terbuka agar bisa membuat Kimora lebih tenang dan juga nyaman.


Kimora begitu sangat tenang dan tersenyum di setiap perjalanan sampai akhirnya mereka sampai di tempat tersebut.


Dokter Rian memilih tempat yang sejuk dan asri sekali, Kimora yang turun dari mobil pun langsung merasa sangat nyaman dengan pemandangan yang ada di sekitar tempat tersebut.


Melihat Kimora dan Sarrah sudah sampai, Dokter Rian langsung menghampiri mereka.


Tatapan mata Kimora tertuju pada wajah tampan Dokter Rian, tapi seketika dia langsung mengingat kembali jika dia sudah mempunyai suami.


Dokter Rian langsung mengajak Kimora dan Sarrah setra Tiara untuk duduk di Villa pribadi Dokter Rian di Bogor.


Dokter Rian tersebut melihat Kimora tapi lebih memilih menundukkan kepalanya.


"Kimora perkenalkan saya Rian Pratama, kita ngobrol-ngobrol dulu yaa di sini."

__ADS_1


Sarrah memilih untuk meninggalkan mereka berdua agar Kimora lebih bebas dan tidak merasa tertekan saat berbicara dengan Dokter Rian.


"Kamu baik-baik yaa sayaaaaang, kamu luapkan semuanya kepada Dokter Rian yaa. Kamu nggak usah takut untuk bercerita tentang apapun yang ada di hati kamu yaa. Semangat sembuh anak ku."


Sarrah mencium kening Kimora dan langsung pergi meninggalkan dengan membawa Tiara.


Mereka saling bertatapan tapi Kimora masih saja terdiam dia belum berani untuk mengucapkan sepatah kata pun.


"Kimora apa yang membuat kamu merasa tidak nyaman dan panik, apa ada sesuatu benda yang membuat kamu phobia ketika kamu melihatnya,?"


Kimora tetap saja terdiam dia mengalihkan pandangan kepada pemandangan yang ada di sekitarnya.


Kimora langsung memandang wajah Dokter Rian, dia merasa sangat terpancing dengan ucapan Dokter Rian tersebut.


"Dia jahat aku sangat benci sekali dia, dia sahabat ku tapi aku merasa dia menghianati aku."


Pikiran Dokter langsung tertuju kepada Dokter Alena, tapi dia yakin bukan hanya karena ini saja yang membuat Kimora despresi.

__ADS_1


"Apakah suami kamu sangat sayang kepada kamu, atau apakah sikap dia menjadi seketika berubah,?"


Mendengar pertanyaan tersebut mata Kimora langsung berkaca-kaca, dan air mata nya jatuh tidak tertahankan.


Dokter Rian mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan Kimora.


"Kamu tenang yaa, tarik nafas yang panjang dan hembusan."


Kimora mengikuti perintah Dokter Rian, tapi dia langsung menangis histeris.


"Di rumah itu dia menyembunyikan sesuatu yang tidak wajar dan aku melihat nya, dan sangat ketakutan sekali dia melambaikan tangan kepada kuuu."


Tangan Kimora seketika bergetar, dia langsung berkeringat dingin. Dokter Rian mengengam tangan Kimora yang bergetar hebat dan sangat dingin sekali.


"Aku rasa hari cukup sampai di sini kita mengobrol nya, sekarang kamu lupakanlah semua yang ada di pikiran kamu yaa, kamu lihat pemandangan yang ada di dahapan kamu. nanti kita mengobrol lagi yaa kamu jangan takut yaa, aku janji akan menjaga rahasia ini hanya kita berdua saja yang tahu."


Kimora sudah merasa sangat nyaman bersama dengan Dokter Rian, dia memandangi wajah Dokter Rian dan tersenyum dan mengangguk kan kepala nya.

__ADS_1


Dokter Rian membalas senyuman manis Kimora.


__ADS_2