
Alena terus berteriak agar Genzy melepaskan tangan nya, karena dia sangat kesakitan sekali.
Tapi Genzy tidak memperdulikan teriak-teriak kencang Alena dia terus menarik tangan Alena sampai memerah dan langsung melepaskan nya di depan pintu keluar. Genzy langsung menutup rapat pintu tersebut.
"Oke Genzy, berarti di dalam ruangan ini ada yang kamu sembunyikan. Kamu sama sekali tidak mau menyentuh aku di ruangan ini berbeda dengan kamar tersebut yang di dalam kelambu hanya ada patung boneka, dia seakan mau memangsa ku."
Alena langsung meninggalkan tempat tersebut, dia merasa sangat merinding sekali ketika berada di dalam ruangan tersebut. Alena mencoba untuk memberikan diri membalikkan badannya dan menatap ke jendela ruangan tersebut yang di tutupi gorden tipis berwarna putih.
Alena seakan melihat sosok wanita yang melambaikan tangan nya seperti meminta untuk kembali ke dalam sana.
"Astaga, aku tidak salah lihat kan. Itu seperti sosok perempuan yang sedang melambaikan tangan nya. apa dia sedang meminta pertolongan dari aku."
Alena langsung berlari menuju ke gerbang rumah itu, nafas Alena di buat tidak beraturan sekali dia terus menarik nafas panjang nya.
__ADS_1
Dan langsung membuka pintu mobil nya, Alena bersender di kursi mobil nya sambil melihat bangunan mewah yang ada di hadapannya.
"Rumah ini seperti rumah mati yang tidak ada penghuninya di dalam nya, apa karena tidak ada sosok Kimora yang bisa membuat rumah ini seakan hidup kembali. Seperti kehadiran Kimora membuat Rumah ini semakin bisa membaik."
Alena semakin di buat penasaran dengan sikap Genzy, dia masih saja membayangkan sikapnya yang seperti mempunyai dua kepribadian.
"Jika dia mempunyai dua kepribadian, kasian sekali Kimora tapi buktinya Kimora bisa hamil anak nya sekarang. Seperti nya di saat nanti Kimora sudah sadar aku akan menanyakan semua nya."
Alena langsung menjalankan mesin mobil nya dan kembali ke Rumah Sakit, di perjalanan Alena masih merasa ketakutan dan masih merasakan hembusan angin yang seakan meniupi pundaknya.
Dia pun memilih untuk keluar dari mobilnya, dan memilih untuk pergi memakai taxi ke Rumah Sakit.
"Lebih baik aku memakai Taxi saja, aku tidak bisa melanjutkan perjalanan ini dengan rasa ketakutan dan tangan yang terus bergetar begini, jantung ku pun juga berdegup sangat kencang sekali, seperti nya aku mulai merasakan kehadiran nya di Rumah itu."
__ADS_1
Alena langsung berjalan menunggu Taxi, dia cukup sangat lama menunggu Taxi tersebut.
"Akhirnya, Taxi nya datang juga."
Alena langsung masuk ke dalam taxi tersebut, muka masih sangat terlihat sangat pucat sekali sampai supir Taxi itu memperlihatkan wajah Alena.
"Mbak, kenapa sakit yaa,? wajah pucat sekali dan berkeringat seperti itu."
Alena pun langsung mengambil cermin yang ada di tasnya, Alena langsung bercermin dan memperhatikan wajah nya.
"Ya Tuhan, kenapa wajah aku jadi pucat sekali yaa, seperti mayat hidup saja."
Alena langsung mengusap keringat nya, dan memakai bedak tebal serta lipstik merah di bibir nya.
__ADS_1
"Seperti nya ini sudah sangat baik, aku tidak terlihat seperti yang tadi."
Alena sampai di depan Rumah Sakit sejahtera, dia langsung bergegas cepat berlari masuk ke dalam Rumah Sakit tersebut karena ingin melihat kondisi Kimora dan anaknya.