Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 178


__ADS_3

Genzy mulai merasa curiga dengan satpam nya tersebut dia menyangka jika satpam nya yang melakukan itu semua nya. Tapi Genzy tidak bisa langsung menuduh tampa ada bukti yang akurat.


***


Kimora mulai bisa mengerakan tangan dan beruntung lah yang ada di samping Kimora adalah Dokter Rian.


Kimora mulai membuka sedikit demi sedikit matanya terlihat pandangan yang buram yang semakin terang dan nyata.


"Kimora akhirnya kamu sudah sadar kan diri, kamu harus tetap tenang yaa Kimora harus tetap tenang yaa."


Dokter Rian mengengam tangan Kimora dengan sangat erat sekali, Kimora langsung berpikir jika Dokter Rian yang selama ini mendampingi nya dan yang membisikan sesuatu di telinga nya.


"Terimakasih banyak kamu selalu menemani aku," ucap Kimora dengan suara yang lemas.


"Sudah yaa sekarang kamu tenang yaa jangan berpikir yang negatif okeh,"

__ADS_1


Kimora pun mulai mengingat kembali kejadian tersebut dan secara tidak terduga Kimora menayakan kabar Alena.


"Bagaimana dengan perempuan itu,? apakah dia masih hidup atau sudah tidak bernyawa,?"


Pertanyaan Kimora yang sangat mendalam pun membuat Dokter Rian menjadi hawatir dengan keadaan Kimora dia takut Kimora melakukan hal yang nekat dengan Alena.


"Sudah jangan pikirkan dia, lebih baik kamu memikirkan kesehatan kamu saja sekarang. Bu Sarrah sangat hawatir sekali ketika melihat kamu tidak sadarkan diri."


Kimora merasa sangat binggung sekali dia belum juga mengungkapkan semua kepada Dokter Rian. Sekarang dia harus di hadapan kenyataan suaminya berselingkuh dengan sahabat nya sendiri.


"Kimora kamu yakin akan terus menutupi rahasia perselingkuhan ini,? ini sangat membuat emosional sekali dengan melihat mereka berdua."


"Biarlah mereka melihat ku dengan keadaan seperti ini, aku ingin tahu sampai kapan mereka bisa menutupi semuanya. Tapi rasa sakit hati ku ini begitu sangat besar sekali, aku tidak bisa memaafkan mereka berdua."


Dokter Rian merasa Kimora sudah kembali bersikap seperti sebelumnya despresi dia kambuh di saat dia merasakan tekanan mental yang sangat kuat.

__ADS_1


"Dokter Rian, antarkan aku menemui Alena aku tahu dia pun pasti di bawa ke Rumah Sakit Sejahtera, dia tidak mungkin di bawa ke rumah sakit lain."


Kimora memaksa kan diri untuk bangun dari tempat tidurnya, tapi Dokter Rian pun langsung membantu nya dia membawa kan kursi roda untuk Kimora.


"Kimora kamu yakin akan bertemu dengan Dokter Alena,? kamu yakin itu rasa sakit hati kamu pasti masih sangat terasa sekali. Lebih baik sekarang kamu istrirahat saja aku tidak mau kamu despresi kembali apalagi sampai melukai fisik kamu. Lihat rambut panjang kamu rontok."


Kimora tetap yakin ingin bertemu dengan Alena, bahkan dia sendiri yang menjalankan kursi roda nya.


"Aku mohon bawa sekarang juga aku ke ruangan Alena Renita."


Ucap Kimora dengan suara yang sangat tegas.


Dokter Rian terpaksa mengikuti keinginan Kimora, dia membawa Kimora menuju ke ruangan Alena.


Beruntung nya Mama Sarrah dengan pergi untuk membelikan makanan untuk Kimora.

__ADS_1


Kimora berada di depan pintu ruangan Alena, dan terlihat Alena yang masih belum sadarkan diri.


Kepalanya di balut oleh perban yang sangat tebal, Alena terkena lemparan batu tersebut tepat di belakang kepalanya dan membuat nya harus lebih banyak beristirahat agar mengurangi rasa sakit nya.


__ADS_2