
Setelah melihat sosok hantu kecil Lolita, Suster Diana langsung menutup pintu kamar Putri Kimora dia berlari menuju ke kamar nya.
Nafasnya masih tidak beraturan keringat dingin bercucuran tangannya pun sangat dingin sekali, Suster Diana mencoba untuk menenangkan perasaan takut nya dia langsung memilih untuk beranjak ke tempat tidur nya.
"Ahhhhhh, Astaga aku yang sudah dewasa pun merasa sangat ketakutan sekali. Apalagi Putri Kimora yang masih sangat kecil pantas saja dia langsung demam tinggi tapi Putri Kimora harus terbiasa dengan kenyataan ini semua nya, dia pasti akan selalu melihat hal-hal seperti ini."
Suster Diana langsung menarik selimut dan menutupi tubuh nya.
***
Putri Kimora sangat senang sekali bisa tinggal bersama dengan Nenek dan Kakek nya, sejauh ini dia tidak melihat hal-hal yang membuat nya ketakutan tapi bayang-bayang masaki Ibu yang terus menerus mengalir di pikiran nya.
Putri Kimora keluar dari kamar nya, dia berjalan menuju ke luar rumah. Dia melihat pemandangan yang sangat indah sekali seketika rasa lemas Putri Kimora langsung menghilang begitu saja.
Putri Kimora duduk sambil melihat kesibukan Nenek dan Kakek nya, dia pun sangat bangga sekali dengan Nenek dan Kakek nya yang begitu semangat sekali dengan wirausaha nya.
"Jika aku pulang lagi ke Apartemen, banyak sekali yang ingin aku tanyakan kepada Suster Diana mengenai masalalu Ibuu."
__ADS_1
Putri Kimora di hampiri oleh Kakek karena tidak tega melihat cucu nya yang baru saja sembuh dari sakit nya harus melamun sendiri di kursi panjang dekat taman bunga.
"Sayang, kamu kenapa melamun di sini. Maafkan Kakek dan Nenek yang sangat sibuk sekali jadi mengabaikan kamu."
Putri Kimora tersenyum manis, dan tidak lama kemudian Nenek nya membawakan brownies coklat untuk Putri Kimora.
"Ayoo sayaaaaang, coba brownies kukus coklat ini. Pasti sangat enak sekali."
Putri Kimora pun langsung mengambil brownies kukus tersebut dan memakannya.
"Enak banget nek, aku suka sama brownies coklat buatan Nenek ini."
"Hmmmmm, Nek aku boleh pinjam handphone Nenek. Aku ingin menelepon Suster Diana aku kangen banget."
Rossalinda melirikan mata sinis kepada suaminya, dia terpaksa memberikan handphone nya kepada Putri Kimora.
"Ini sayang handphone nya."
__ADS_1
Setelah di berikan handphone Putri Kimora langsung pergi membawa nya ke dalam kamar nya.
"Tuhkan, Ibu kan sudah bilang Putri Kimora jangan terlalu dekat dengan Suster Diana ituuuuuu. Sekarang belum saja dia satu hari di sini dia sudah kagen dengan Suster itu bukan dengan Kimora Letica Ibu kandungnya sendiri."
Rossalinda terlihat sangat emosional sekali, dia semakin tidak suka dengan Suster Diana.
Putri Kimora berlari ke dalam kamar nya dan menutup rapat pintu kamar tersebut.
"Hmmmmmmm, aman aku bisa telephone Suster Diana. Apakah Lolita itu masih ada di dalam rumah atau tidak."
Putri Kimora mengetikkan nomber handphone Suster Diana dia lebih hafal nomber handphone Suster Diana di bandingkan nomber handphone Ibu kandungnya sendiri.
Suster Diana yang sedang tertidur pun langsung terbangun ketika mendengar suara dering handphone yang sangat kencang sekali.
"Siapa yaa yang telephone aku."
Suster Diana melihat panggilan telephone yang tidak dia kenal nomber nya.
__ADS_1
"Nomor telephone siapa ini yaa,? aku nggak kenal sama sekali."