
Kimora pun mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan nya dia tersenyum manis kepada Putri Kimora.
"Tante cantik itu sakit sayaaaaang dia kehilangan bayi yang masih ada di dalam kandungan nya. Jadi dia seperti itu sedih dan menangis."
Putri Kimora pun langsung terdiam mendengar jawaban dari Ibunya.
"Buu bagaimana kalau kita pergi makan terlebih dahulu buuu, menghilangkan rasa yang sekarang sedang kita rasakan."
Kimora pun menyetujui permintaan dari Suster Diana.
"Baiklah Suster Diana, carikan tempat yang nyaman untuk kita bersama."
Putri Kimora terus saja mengingat perkataan dari Alena yang terdengar jelas sekali akan membuat Ibu nya tiada.
Jika juga jadi mengingat kembali mimpi yang dia alami di saat ketiduran di sofa tersebut.
"Buuuu, aku sayaaaaang ibu. Jangan ada yang menyakiti Ibu aku nggak mau kehilangan Ibu."
Ucap Putri Kimora membuat Kimora langsung terharu sekali, dia melihat Putri Kimora yang tidak mau kehilangan nya.
"Iyaa sayang, Ibu janji koo nggak akan pernah meninggalkan Putri Kimora. Kita akan terus bersama-sama yaa sayang kapan pun di mana pun kita selalu bersama."
Suster Diana merasa sangat Sedih sekali ketika mendengar perkataan tersebut, dia pun semakin sangat hawatir sekali dengan apa yang akan di lakukan oleh Alena yang begitu sangat nekad sekali.
Akhirnya mereka pun sampai di tempat tersebut, terlihat sekali pemandangan yang sangat asri sekali.
"Ayooo sayaaaaang kita makan dulu yaaa yang banyak sekali yaaa."
Suster Diana pun turun dari mobil nya bersama dengan Kimora dan Putri nya.
"Wahhhhh, indah Suster Diana ada banyak pohon-pohon. Coba lihat ada kolam ikan juga."
Seketika Putri Kimora langsung berubah menjadi riang gembira sekali.
Putri Kimora langsung menarik tangan Kimora agar bisa cepat duduk dan memesan makanan untuk nya.
Suster Diana pun hanya bisa tersenyum melihat Putri Kimora yang ceria kembali.
"Apa yang akan di lakukan oleh Alena yaa, sebaiknya Bu Kimora jangan lagi bertemu dengan Bu Sarrah lagi karena itu memiliki peluang besar untuk Alena bisa bertemu dengan Bu Kimora. Aku tidak akan pernah membiarkan Alena menyakiti fisik Buu Kimora, aku harus bisa melindungi mereka dari Alena."
Suster Diana pun menghampiri mereka berdua yang seperti nya sudah tidak sabar untuk memesan makanan yang banyak.
Suster Diana pun memperhatikan wajah Kimora yang seperti mencoba untuk berpura-pura kuat di depan Putri Kimora.
__ADS_1
Di malam hari nya Alena berdiri di depan cermin dia melihat wajah nya yang sangat pucat sekali.
Alena pun memegang rambut nya yang rontok dia melihat foto-foto di saat masih menjadi seorang Dokter Specialis dulu.
"Aku adalah seorang Dokter Specialis, sekarang aku menjadi seperti ini dan itu karena Kimora."
Alena membawa gunting dia melihat ada foto-foto nya yang bersama-sama dengan Kimora.
Alena mengunting semua foto nya yang bersama-sama dengan Kimora.
"Kimora kamu harus musnah, ketika kamu sudah tidak ada di dunia ini maka kebahagiaan akan datang kepada kuuu."
Alena membuang semua foto-foto Kimora yang ada di album foto nya.
Melihat lampu kamar Alena yang masih menyala Riana pun masuk ke dalam kamar Alena.
"Kamu belum tidur nak,? kamu sedang apa sekarang."
Beruntung nya Alena sudah membuang semua foto-foto tersebut.
"Aku sedang bercermin melihat wajah kuu yang seperti ini, Genzy bilang aku kurus dan tidak seperti dulu lagi. Aku ingin merubah tampilan kuu aku ingin menjadi cantik kembali, bawa aku ke salon besok buuu."
Riana merasa sangat senang sekali melihat Alena yang sudah bisa tenang dan berbicara dengan nya.
Riana pun keluar dari kamar Alena membiarkan Alena itu beristirahat.
"Aku harus bisa bertemu dengan anak itu di saat jam sekolah, aku harus membawa ke rumah ini karena dia anak aku bukan anak Kimora."
Alena pun langsung bersiap untuk tidur karena dia akan pergi ke salon untuk mempercantik tampilan nya demi Genzy.
***
Putri Kimora terus saja memikirkan mimpi nya tersebut dia sangat ketakutan sekali kehilangan Ibu nya.
"Malam ini aku tidur bersama dengan Ibu saja, aku mau peluk ibuu. Aku sayaaaaang ibu."
Putri Kimora turun dari tempat tidurnya dia pun berjalan menuju ke kamar Ibu nya.
Putri Kimora membuka pintu kamar Ibu nya tersebut, dan ternyata Ibu nya belum juga tidur.
"Sayaaaaang, kamu belum tidur sayaaaaang."
Putri Kimora menghampiri Ibu nya tersebut dan naik ke tempat tidur nya.
__ADS_1
" Aku tidak bisa tidur buuu, aku ingin bersama dengan Ibuuu malam ini."
Putri Kimora memeluk erat tubuh Ibu nya.
"Baiklah sayang ayo kita tidur sekarang juga besok pagi kamu harus sekolah dan ibu harus pergi ke Rumah Sakit."
Kimora hendak mematikan lampu kamar nya tapi Putri Kimora memegang tangan Ibu nya.
"Buuuu, sebernarnya Tante cantik yang bertemu dengan ibu tadi siang itu siapa buu?."
Putri Kimora masih saja mengingat kejadian tersebut.
"Dia adalah Tante Alena sayaaaaang, dia juga adalah seorang Dokter Specialis Kandungan sama seperti ibu dia adalah teman baik ibu."
Kimora tidak mau Putri Kimora menjadi hawatir dengan nya, dia pun memilih untuk mengatakan jika Alena adalah sahabat baik nya.
"Dia baik kan sama Ibu dia tidak jahat sama ibuu, aku hawatir sekali dengan Ibu."
Putri Kimora memeluk erat sekali tubuh Kimora seakan mempunyai pirasat akan terjadi sesuatu dengan Ibu nya.
"Ibu akan baik-baik saja sayaaaaang, kamu jangan terlalu menghawatirkan Ibu yaa. Sekarang ayoo kita tidur sayaaaaang ini sudah larut malam."
Kimora memeluk erat tubuh mungil Putri Kimora, dia pun langsung merasa sangat ketakutan sekali dia takut kehilangan nyawa nya dan memikirkan bagaimana dengan Putri Kimora.
***
Keesokan harinya Suster Diana mencoba untuk membangun Putri Kimora tapi ternyata dia tidak menemukan Putri Kimora.
"Kemana Putri Kimora kenapa dia tidak ada di kamar nya yaa."
Suster Diana mulai merasa sangat panik sekali, dan dia pun di kaget kan ketika melihat Putri Kimora yang sudah berseragam sekolah di depan nya.
"Suster Diana, aku kita berangkat sekarang aku sudah siap nih."
Kimora pun tersenyum sambil memegang tangan Putri Kimora.
"Putri Kimora, semalam ingin tidur bersama dengan saya mungkin dia merasa takut tidur sendiri an."
Kimora mencium tangan Putri Kimora dan tersenyum.
"Aku bukan takut tidur sendiri tapi aku takut kehilangan Ibuuu, aku sangat hawatir sekali dengan Ibu."
Suster Diana pun merasakan kehawatiran yang sama seperti yang sedang di rasakan oleh Putri Kimora.
__ADS_1