Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 204


__ADS_3

Dengan terpaksa Alena pun mulai memeriksa kondisi Kimora, hati yang sebenarnya sangat panas pun harus luluh karena permintaan Genzy.


"Kondisi nya baik-baik saja dia hanya pingsan, seperti emosi nya sedang naik membuat dia tidak bisa mengendalikan dirinya."


Genzy pun terus memandangi wajah Kimora, terlihat sangat Genzy begitu hawatir dengan Kimora.


"Aku tau Kimora masih istri sah kamu, tapi ingat jangan pernah lupakan aku yang jadi pelampiasan nafsu mu itu ya Genzy."


Genzy melirikan mata nya kepada Alena dan menghampiri Alena.


"Kamu masih ingin bersama dengan aku,? kenapa kamu masih mau menunggu sedangkan kamu sendiri tau jika kamu hanya jadi pelampiasan nafsu ku saja."


Alena pun langsung menampar pipi Genzy, sambil menangis.


Plaaaakkkkkkk, suara tamparan itu terdengar sangat kencang sekali, membuat pipi Genzy sedikit luka.


"Kamu sudah mengambil kesucian kuuu Genzy, dan di malam itu kamu pun berjanji untuk menikah dengan akuuuuuuuuu, Genzy kamuuu jahaaaaaattttttt."

__ADS_1


Alena mendorong badan Genzy yang sangat tegap tersebut.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang,? keadaan kamu pun sekarang masih aman kan. Kamu tidak sedang hamil anak aku kan jadi untuk apa aku harus bertanggung jawab dan menikah dengan kamu."


Keributan di kamar tersebut pun sampai terdengar ke luar dan membuat Mama Sarrah pun langsung menghampiri kamar Kimora dan Genzy.


"Astaga ada apa yaa ini, jangan sampai Kimora dan Genzy bertengkar."


Mama Sarrah yang sangat panik pun langsung membuka pintu kamar tersebut dan melihat Genzy sedang bersama dengan Alena.


"Ada apa ini sebenarnya,? Genzy kenapa kamu bertengkar dengan Dokter Alena dan Kimora ada apa dengan Kimora di sana."


"Kimora sayang kamu kenapa lagi sayaaaaang, kasihan sekali kamu nak."


Mama Sarrah memegang tangan Kimora yang sangat dingin dan mencoba untuk membangun kan nya.


Alena dan Genzy pun hanya bisa terdiam melihat Mama Sarrah yang sangat panik sekali dengan keadaan Kimora.

__ADS_1


Genzy pun langsung menarik tangan Alena untuk keluar dari kamar nya, Alena di bawa Genzy ke kamar yang sebelumnya Alena melihat Genzy menggendong Kimora.


Alena begitu sangat ketakutan sekali ketika dia di bawa ke dalam kamar itu.


"Apa yang akan kamu lakukan Genzy terhadap kuuu, kamu mau menyakiti aku kamu mau melenyapkan aku di sini."


Suasana di dalam kamar itu sangat berbeda untuk Alena karena di dalam kamar itu ada Ayana.


"Genzy aku mau keluar dari kamar ini, aku mohon aku nggak mau ada di dalam kamar ini aku takut sekali."


Alena mencoba untuk pergi dari kamar tersebut, tapi Genzy mencoba menarik tangan Alena dan menggenggam tangan sangat kencang sekali membuat Alena kesakitan sekali.


"Lepaskan aku Genzy sakitt sekali, ini ahhhhhhhh lepaskan aku. Aku mohon jangan sakiti aku."


Genzy tidak memperdulikan perkataan Alena, dia berniat untuk ingin mempertemukan Alena dengan Ayana.


"Ikut saja sekarang dengan aku, maka kamu akan mengetahui semuanya dan apakah kamu akan kuat bisa bersama dengan aku."

__ADS_1


Genzy terus memaksa Alena agar masuk ke dalam kamar tersebut, aroma parfume bunga melati begitu sangat terasa sekali.


Tapi Alena begitu sangat kuat sekali, dia tidak seperti orang yang baru keluar dari rumah sakit kekuatan nya sangat kuat sekali.


__ADS_2