
Kimora menutup pintu kamar nya dan memandangi foto-foto pernikahan.
"Sedikit demi sedikit semua berubah sebelumnya kamar ini masih penuh dengan kenangan masalalu nya mungkin manis untuk dia tapi tidak untuk aku".
Kimora memandangin pemandangan dari jendela kamar nya.
"Sampai kapan aku seperti ini.padahal mas genzy sudah membawa aku ke tempat peristirahatan terakhir istrinya.Semula aku pikir di belakang rumah itu adalah tempat pemakaman istrinya karena dia sering membawakan setangkai mawar putih setiap hari sampai sampah nya busuk berkarung-karung.tapi saat aku lihat di belakang rumah hanya ada sebuah gudang biasa.terus tiaphari mas genzy bawa setangkai mawar putih untuk apa ? dia simpan di mana bunga-bunga mawar putih itu".
Kimora hanya melamun di depan jendela kamar nya itu.
"Apa aku hentikan saja rasa penasaran ku ini aku takut ini berpengaruh dengan tumbuh kembang janin ku ini".
Kimora langsung pergi mencoba untuk menenangkan diri nya.
"Aku keluar kamar saja aku pergi ke taman mama sarrah saja biar pikiran aku lebih segar".
Kimora langsung membuka pintu kamar nya.
Dan pergi ke taman bunga mama sarrah.
"Ko mama sarrah ga ada ya di taman bunga nya biasanya mama masih di sini".
__ADS_1
Kimora langsung mengelilingi kebun bunga mama sarrah.
"Cantik sekali bunga-bunga ini aku akan lebih banyak meluangkan waktu ku di sini saja".
Kimora mulai menyukai nya melihat bunga-bunga warna warni membuat hati nya sedikit tenang.
Tiba-tiba mama sarrah menghampiri kimora.
"Kimora sedang apa kamu di sini tumben sekali.biasanya kamu lebih banyak meluangkan waktu di dalam kamar".
"Oh,iya mah tadi aku cari-cari mama tapi mama ga ada di taman ini.yaudah deh aku langsung lihat-lihat bunga-bunga mama ternyata cantik sekali yah mah".
"Dulu,mama sering sekali berkebun dengan Ayana tapi dia hanya suka satu bunga yaitu bunga mawar putih.Ayana itu sangat sekali suka apapun yang berwarna putih".
*Yaa tuhan gudang di belakang rumah itu pun berwarna putih ber cet putih bersih.*
"Oh,gitu ya mah jadi warna kesukaan ayana itu putih pantas saja mas genzy beli boneka Teddy bear warna putih mungkin itu warna kesukaan ayana bukan warna kesukaan aku.Yasudah ya mah aku pergi dulu ke kamar lagi".
Kimora terlihat sangat sekali wajah nya sangat kesal mendengar cerita ibu mertua nya itu.
"Ga anak ga enak nya masih aja mengenang ayana.ga ngehargai aku banget dulu sih iya aku selalu pengen tau makin kesini aku jadi mual kalau mereka selalu ngomongin ayana."
__ADS_1
Kimora langsung membuka pintu kamar nya.
Ternyata sudah ada suaminya di dalam kamar.
Kimora hanya melihat sinis ke wajah suaminya itu.
"Ada apa kenapa cemberut begitu".
"Mas aku mau kamar kita di cet warna pink warna kesukaan aku.Aku juga mau boneka Teddy bear itu di ganti saja.jadi boneka hello Kitty pink.kamu bawa saja boneka Teddy bear raksasa itu ke gudang belakang rumah aku tidak suka".
Genzy merasa aneh dengan tingkah laku istrinya yang tidak seperti biasanya.
"Kalau kamu keberatan dengan semua kemauan ku ini aku lebih memilih tinggal bersama ayah dan ibu saja".
"Kamu kenapa Kimora tidak biasanya kamu bersikap seperti ini".
"Lalu aku harus selalu ikuti apa mau nya kamu ? aku bosan dengan suasana kamar ini.dan dengar ya mas sudah seharusnya kamu tau semua tentang aku.apa warna kesukaan apa makanan kesukaan aku semua tentang aku mas.bukan Kamu selalu memberikan aku apa-apa yang berwarna putih".
Kimora merasa sangat kesal dan pergi meninggalkan suaminya.
"Ahhhh,aku kesal sekali aku merasa seperti di penjara aku hanya bisa di kamar dan keluar kamar itu pun di batasi dan di mata-mata in terus-menerus".
__ADS_1
Genzy tidak keluar kamar mengejar istrinya genzy hanya merenung di dalam kamar.
"Maaf kan aku kimora aku masih belum bisa melupakan sepenuhnya tentang Ayana kamu aku perlakuan seperti Ayana seperti boneka Teddy bear putih itu memang keinginan Ayana sebelum dia meninggal dunia".