Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 226


__ADS_3

Mama Sarrah langsung menghampiri mereka, kedatangan Dokter Rian itu adalah perintah dari Mama Sarrah yang sangat hawatir sekali dengan keadaan mental Kimora.


"Lepaskan mereka berdua, kamu jangan menghalangi mereka. Mama yang menyuruh Dokter Rian untuk datang ke sini."


Genzy tidak habis pikir dengan apa yang ada di pikiran Mama nya.


"Ini sudah sangat larut malam Mam, mereka berdua mau pergi bersama. Mama nggak mikirin perasaan hati aku."


Genzy merasa kesal dengan sikap Mama nya, sedangkan Alena hanya tersenyum manis melihat Kimora bersama dengan Dokter Rian. Dia pun langsung berpikir ini jadi kesempatan nya untuk bisa lebih cepat mendapatkan cinta dari Genzy.


"Mama lebih sayang Kimora daripada kamu, dia harus Mama jaga dan sayang. Karena kamu sudah menyakiti hati dan perasaan nya."


Mama Sarrah langsung menarik tangan Kimora untuk pergi ke Apartemennya dan di susul oleh Dokter Rian.


Alena pun memanfaatkan kesempatan ini, dia menghampiri Genzy dan mulai mempengaruhi pikiran nya.


"Seperti nya Kimora mempunyai perasaan lebih dengan Dokter Rian, buktinya dia dengan mudah nya menyerah dengan alasan membawa nama Ayana Larasati."


Genzy memilih untuk pergi dari Apartemen Alena dan memilih untuk pulang.

__ADS_1


"Terimakasih Dokter Rian, kamu secara tidak langsung mempermudah semua nya."


Alena tersenyum manis dan menutup rapat pintu Apartemen nya.


"Aku harus test kehamilan ku besok dengan alat tespek saja dulu."


Genzy menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi dan hampir menabrak sebuah motor.


"Astaga pikiran ku sudah sangat kacau begini, aku tidak bisa mengendalikan emosi ku ini."


Genzy mengatur nafas nya dan mulai kembali menjalankan mobilnya, sesampainya di rumah Genzy pun langsung menghampiri kamar itu.


Genzy menutup rapat pintu kamar itu dan mengunci nya rapat, Genzy menghampiri tempat tidur yang di tutupi oleh kelambu putih transparan itu.


Genzy pun membuka nya dan menatap wajah Ayana yang pucat pasih tidak bernyawa itu.


"Ayana, aku belum bisa melupakan mu sayang. Aku belum bisa melupakan kamu, maafkan aku yang egois ini yang belum bisa membiarkan kamu untuk bisa beristirahat dengan tenang. Maafkan aku."


Genzy menangis sambil memandangi wajah cantik Ayana dia pun memegang pipi Ayana yang sudah kaku dan dingin.

__ADS_1


"Ayana, Kimora akan meninggalkan aku dia memilih untuk berpisah dari kehidupan ku ini. Tapi dia adalah perempuan yang sangat hebat sekali dia bisa cepat pulih dari despresi berat nya."


Seketika Genzy pun langsung mengingat bayangan Kimora yang pertama kali nya melihat jasad Ayana sedangkan dia sedang hamil 8 bulan langsung tidak sadar kan diri.


"Yaa Tuhan, begitu besar pengorbanan Kimora. Aku harus mempertahankan rumah tangga ku ini, aku harus bisa hidup bersama dengan Kimora karena hanya dia yang bisa menerima semuanya."


Genzy pun langsung menutup kembali kelampu putih transparan tersebut dan meninggalkan jasad Ayana.


Ketika Genzy hendak membuka pintu kamar tersebut, tiba-tiba terdengar suara barsng yang terjatuh.


Brukkkkkkkk!!!


Genzy seketika membalikkan badannya dia langsung berlari ke tempat sumber suara tersebut.


Genzy melihat foto pernikahan nya bersama dengan Ayana yang terjatuh membelah dua sehingga Foto mereka sedang berdua pun terpisah.


Genzy pun langsung mengambil foto yang terbelah menjadi dua tersebut dan merasa kebingungan.


"Kenapa foto ini bisa terjatuh dan terpisah menjadi dua bagian begini."

__ADS_1


__ADS_2