
Alena yang masuk ke dalam kamar langsung merasa sangat aneh, dia mencium aroma yang pernah dia rasakan di suatu tempat.
Alena langsung membuka jendela kamar nya, dia juga membuka lemari bajunya, semua baju-bajunya beraroma bunga melati yang sangat menyengat sekali.
Alena langsung mundur dari lemari nya itu, dia langsung terduduk lemas di atas tempat tidur nya.
"Aroma parfume ini, aroma parfume bunga melati yang sama persis seperti yang aku rasakan di dalam kamar kosong tersebut."
Alena langsung gelisah sekali dia menarik selimut yang ada di samping nya, tangan nya bergetar dan denyut jantung nya berdegup sangat kencang.
"Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa hawa itu sekarang selalu menghampiri ku. Apa sebuah pertanda bahwa Ayana tidak menyukai aku."
Alena memilih untuk membuka semua pintu dan jendela kamar nya, sehingga mengurangi aroma parfume bunga melati tersebut.
Suster Diana menghampiri Alena dan Alena langsung memeluk erat Suster Diana.
"Temanin aku dulu sekarang fokus hanya untuk aku, berikan saja Tiara kepada Tante Sarrah."
Suster Diana terkejut mendengar perkataan dari Dokter Alena.
__ADS_1
Sarrah langsung menghampiri Alena dia pun langsung mual dengan aroma parfume bunga melati yang ada di kamar Alena.
"Tante tolong bawa Tiara, Suster Diana akan fokus dulu menemani aku sekarang."
Sarrah langsung dengan cepat membawa Tiara keluar dari kamar Alena, dan langsung pergi ke dari Apartemen nya.
"Seperti nya dia sudah mau lagi mengurus Tiara, biar saja aku sanggup merawat Kimora dengan Tiara.
Sarrah langsung mencari Kimora yang ternyata sedang ada di depan cermin, dia sedang memakai bedak dan lipstik.
Sarrah pun langsung menghampiri Kimora, dan tersenyum sambil membelai rambut panjang nya.
"Kamu sudah sangat cantik sayang, ayo kita segera berangkat."
"Nggak apa-apa yaa sayaaaaang, kita ajak juga Tiara jalan-jalan. Ini Mama ko yang mengajak nya."
Kimora langsung terdiam mendengar perkataan Mama Sarrah, dia merasa Mama Sarrah sedang berbohong kepada nya.
"Apa perempuan itu sudah tidak mau mengurus putri ku ini."
__ADS_1
Tanya Kimora dengan suara yang tegas dan tatapan mata yang sangat tajam.
"Sudah yaa sayang yaa, ini kan memang anak kamu sudah seharusnya kamu yang mengurus nya yaa. Dan Mama sangat berharap besar kamu bisa semangat untuk sembuh kembali yaa sayang."
Kimora pun langsung termenung mendengar perkataan Mama Sarrah, dia hanya menatap wajah cantik putri nya tersebut.
"Yasudah ayoo kita berangkat sekarang, kasihan nanti Dokter Rian menunggu kelamaan."
Kimora langsung mengendong putri cantik, karena Mama Sarrah akan membawa mobil pribadi nya.
Kimora tersenyum dan terus memandangi wajah putri dan mengecup kening dan pipi chubby nya.
Kimora seperti sedang memikirkan sesuatu yang tidak bisa dia ungkapkan.
Mama Sarrah terus memperhatikan Kimora, dia pun memilih ada kesedihan yang sedang Kimora rasakan.
"Kimora hari ini kamu akan bertemu dengan Dokter Rian, kamu ungkapan semua yang ada di hati kamu yaa sayaaaaang, jangan kamu tahan-tahan yaa sayang ungkapan saja. Supaya perasaan kamu lebih nyaman dan tenang yaa."
Kimora menganggukan kepalanya saja, pandangan kosong nya fokus melihat ke depan.
__ADS_1
"Aku sangat lelah sekali, aku sudah tidak tahan dengan apa yang sudah aku lihat."
Ucap Kimora dengan suara yang sangat lemas sekali.