
Kehidupan Kimora yang mulai berubah membuat dirinya menjadi perempuan yang sangat tangguh untuk bisa menghidupi putri cantik nya, Kimora sekarang sudah menjadi seorang Dokter Specialis Kandungan mengantikan posisi Dokter Alena yang mengalami despresi berat setelah kejadian itu.
Kimora tinggal bersama dengan Suster Diana yang begitu sangat setia terhadap nya, dia sangat menyanyi Putri Kimora yang sekarang sudah berusia 5 taun.
Tidak ada perbedaan antara sikap Putri Kimora sama seperti anak-anak lainnya seumuran nya, dia tumbuh menjadi seorang anak yang sangat aktif dan cerdas.
Kimora memulai harinya dengan sarapan pagi bersama dengan Putri cantik nya.
"Selamat pagi sayang, bagaimana dengan tidur mu malam ini apakah nyenyak atau tidak?,"
Kimora membelai rambut panjang putri cantik itu dengan penuh senyuman.
"Semuanya baik-baik saja Bu, aku tidur dengan sangat pulas sekali kok Bu."
Putri Kimora memilih untuk bergegas pergi ke sekolah nya, dia tidak menghabiskan sarapan nya, dia berjalan sambil menutup matanya dengan kedua tangan nya. Suster Diana langsung menghampiri Putri Kimora karena takut terjatuh.
Kimora pun mulai merasakan ke anehan dengan sikap Putri nya tersebut, karena dia takut Putri memiliki sikap seperti Ayah nya.
"Semoga Putri baik-baik saja, jangan sampai dia seperti Mas Genzy aku sangat takut sekali hal itu terjadi kepada Putri."
Kimora mulai bersiap-siap untuk pergi ke Rumah Sakit, dia pun sekarang sudah mempunyai mobil pribadi dan bisa membelikan rumah yang layak untuk kedua orang tuanya.
Kimora terkenal sebagai Dokter Specialis Kandungan yang sangat ramah sekali, banyak yang menyukainya.
Kimora memperhatikan Putri nya yang masih saja menutup rapat matanya ketika dia keluar dari rumah nya dan membuka nya ketika sudah berada di dalam mobil.
Kimora melambaikan tangan nya kepada putri cantik nya itu, dan dia pun langsung masuk ke dalam mobil nya untuk pergi ke Rumah Sakit Sejahtera.
Perasaan Kimora sedikit tidak tenang ketika melihat sikap putri nya yang mulai berubah di usianya yang menginjak 5 taun.
__ADS_1
"Apa aku harus membicarakan ini semua kepada Dokter Rian saja yaa, aku jadi sangat hawatir sekali."
Kimora berniat untuk menceritakan semuanya kepada Dokter Rian, dia pun memilih untuk langsung mencari Dokter Rian ketika sampai di rumah sakit.
Kimora keluar dari mobil nya dan langsung bergegas pergi ke ruangan praktek Dokter Rian, tapi ternyata Kimora lupa jika hari jadwal praktek Dokter Rian libur.
"Astaga, kenapa aku lupa ini hari Jumat Dokter Rian libur nggak ada jadwal praktek."
Kimora pun kembali ke ruangan praktek nya, masih ada waktu 30 menit. Kimora memilih untuk mempersiapkan diri dan membereskan barang-barang nya sebelum para pasien nya datang.
Ketika Kimora membereskan meja praktek nya, dia melihat foto Alena yang sedang tersenyum. Seketika air mata nya pun jatuh ketika melihat foto Alena.
"Alena Renita, bagaimana kabar kamu sekarang. Aku sangat merindukanmu aku mencoba melupakan semua kenangan yang terjadi 5 taun yang lalu, apa sekarang kamu sudah bisa sehat kembali. Aku sangat ingin bertemu lagi dengan kamu sebagai seorang sahabat."
Kimora memeluk erat foto Alena Renita, dia ingin sekali mencari keberadaan Alena Renita sekarang. Kimora begitu sangat tulus sekali ingin bisa bersama kembali dengan sahabat nya itu.
Sesampainya di sekolah Putri Kimora langsung bermain bersama dengan teman-teman sebelum dirinya masuk ke dalam kelas, Suster Diana memperhatikan Putri Kimora dari kejauhan.
"Aku masih mempunyai waktu 15 menit, aku harus menelephone Suster Diana menanyakan kabar Putri Kimora bagaimana dia sekolah."
Kimora mulai mencari kontak panggilan telephone Suster Diana.
*Hallo Suster Diana, bagaimana keadaan Putri di sana sekarang di sekolah apa dia baik-baik saja kan tidak bersikap aneh-aneh.*
Suster Diana langsung memperhatikan Putri Kimora.
*Tidak ada yang aneh kok dengan Putri, dia baik-baik saja dia bermain dengan teman-teman nya yang lain. Memang nya kepada yaa Buu sampai ibu bertanya seperti itu.*
Kimora langsung menghelakan nafas panjang nya, dia merasa sedikit tenang ternyata itu hanya kehawatiran nya saja yang sudah kelewatan.
__ADS_1
*Tidak apa-apa kok Suster Diana, aku yang terlalu berlebih-lebihan dalam memperlakukan Putri jadi pikiran ku sedikit selalu hawatir terhadap Putri. Kalau begitu sudah dulu yaa Suster Diana ini sudah jadwal nya saya praktek.*
Kimora langsung mematikan panggilan telephone nya, dia mulai bisa tersenyum manis kembali tampa memikirkan hal-hal yang negatif terhadap Putri nya.
Kimora mulai memeriksa pasien-pasien yang sudah menunggu nya, dia begitu sangat perhatian sekali kepada semua pasien nya.
Selesai sudah jadwal praktek nya, Kimora memilih untuk pergi ke kantin untuk makan siang. Dan dia pun lagi-lagi teringat kembali dengan Alena.
"Awal mula aku bertemu dengan Alena di sini, dan terakhir aku menampar pipi Alena di sini. Yaa Tuhan jaga dia baik-baik semoga dia sehat seperti dulu kembali aku sangat merindukan nya."
Kimora menikmati makanan yang sedang dia nikmati tapi tiba-tiba ada seseorang yang sedang membawa Coffe yang sangat panas. Seorang wanita yang sudah lanjut usia itu seperti dengan sengaja menjatuhkan Coffe tersebut ke bagian bahu Kimora.
Seketika Kimora pun langsung berdiri dan berteriak-teriak karena merasa kepanasan, Wanita tersebut terlihat sangat panik sekali dia langsung mengambil tissue untuk membersihkan baju Kimora.
"Buu Dokter, maafkan saya yaa tidak sengaja maafkan saya."
Wanita tua itu langsung membersihkan baju Kimora dengan tissue nya, Kimora pun terkejut ketika mendengar wanita itu memanggil nya dengan sebutan Dokter. Padahal Kimora tidak memakai baju perlengkapan nya dia memakai baju kemeja biasa.
"Dokter,? kata siapa saya seorang Dokter berarti sebelumnya ibu sudah mengenal saya.?"
Kimora memandangin wajah wanita tersebut dengan tatapan mata yang tajam, wanita itu terlihat sangat panik sekali dan membuat Kimora semakin curiga.
Tiba-tiba datang seorang perawat yang memperhatikan Wanita dari sebelumnya.
"Maaf yaa Buu, sebelumnya saya dari tadi memperhatikan ibu ini yang seperti nya memang sangat sengaja menjatuhkan Coffe panas kepada Dokter Kimora."
Wanita itu pun mulai merasa tertekan dan memilih untuk langsung pergi melarikan diri, Kimora langsung duduk dan memegang kepalanya dia terlihat sangat syok sekali dengan kejadian tadi.
"Dokter Kimora, harus hati-hati yaa saya takut ada seseorang yang sedang mengincar kehidupan Dokter Kimora. Itu sangat mengerti sekali Dok, lebih sekarang Dokter mengobati luka Dokter pasti sangat sakit sekali tersiram air panas."
__ADS_1
Perawat itu pun langsung membantu Kimora pergi ke ruangan nya, dia juga membantu mengobati luka tersebut.