
Dokter Rian membawa Kimora sampai di rumah sakit, dan Dokter Rian melihat jika rambut panjang Kimora yang di gunting oleh Alena membuat Kimora harus mengunting rambut panjang nya.
Dokter Rian merasa sangat kasihan sekali melihat Kimora, bukan hanya tangan nya yang terluka tapi juga harus kelihalangan rambut panjang nya.
"Kimora, kamu harus gunting rambut kamu nanti yaa. Kenapa Alena bisa seperti ini yaa dia begitu sangat jahat sekali, tapi kita tidak bisa melaporkan Alena ke pihak kepolisian karena status Alena yang terkena gangguan mental."
Dokter Rian membawa Kimora untuk di obati dia tidak kuasa meneteskan air mata nya, ketika wanita yang dia cintai harus seperti ini.
Menahan rasa sakit yang luar biasa, ketika Kimora selesai di perban dan di obati.
Dokter Rian seketika memeluk erat Kimora dan membuat Kimora terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Dokter Rian terhadap nya.
"Aku akan menghentikan tugas kuu sebagai psikiater Alena, aku merasa sangat gagal sekali ketika pasien kuu bisa berbuat seperti ini."
Kimora tidak menyangka jika dia bisa sedekat ini dengan Dokter Rian kembali.
"Bagaimana dengan Putri Kimora, kasihan sekali dia kenapa ini semua harus terjadi di saat dia sedang merayakan hari ulang tahun nya. Aku tidak mau Putri Kimora menjadi sangat hawatir sekali dengan apa yang aku alami ini."
Kimora terdiam memikirkan bagaimana dia harus menyembunyikan luka ini pada Putri Kimora.
"Tinggal bersama kuu saja sampai luka ini sedikit mengering dan kamu juga harus merapikan rambut kamu ini."
Kimora merasa tidak punya pilihan lain dia tidak mungkin pulang ke rumah orang tua nya, karena itu akan membuat orang tua sangat hawatir sekali.
"Baiklah, tapi aku rasa lebih baik aku mencari hotel saja. Tidak usah di rumah kamu karena itu pasti sangat merepotkan sekali."
Kimora tidak ingin merepotkan Dokter Rian, apalagi jika dia harus tinggal bersama dengan Dokter Rian.
"Kimora, jika kamu menginap di hotel sendiri. Aku hawatir sekali Alena kembali melakukan nya kembali karena dia pasti masih penasaran sekali karena apa yang dia lakukan itu belum terlaksana semua nya."
Dokter Rian begitu sangat hawatir sekali dengan keadaan Kimora dan tidak mau wanita yang dia sayangi terluka kembali.
"Yaa, baiklah aku mengikuti apa yang di katakan oleh Dokter."
__ADS_1
Kimora bercermin dan membersihkan wajah yang terkena tetesan darah segar dari tangan nya yang memegang erat ujung gunting tersebut.
"Sejahat itu kah Alena kepada kuu, sampai dia berniat untuk menusukkan gunting tersebut ke wajah kuu. Mungkin dia berpikir jika nyawa kuu masih tertolong wajah kuu akan memiliki tanda atas perbuatannya itu."
Dokter Rian memegang rambut Kimora dan Kimora pun menangis sambil memegang rambut nya.
"Dia menggunting rambut panjang kuu dan dia berniat untuk melukai wajah kuuu, Alena sangat jahat sekali."
Dokter Rian pun langsung membawa Kimora keluar dari ruangan tersebut, semua Dokter yang ada di Rumah Sakit Sejahtera sangat menghawatirkan kondisi Kimora.
"Kasihan sekali yaa Dokter Kimora sampai di perlakuan seperti itu oleh Dokter Alena yang sedang despresi. Padahal dulu mereka berdua sangat dekat sekali tapi Dokter Alena bisa sejahat itu kepada Dokter Kimora."
Ucap salah satu Dokter yang ada di rumah sakit itu.
Kimora masuk ke dalam mobil Dokter Rian, dengan penuh hati-hati Dokter Rian selalu memperhatikan Kimora.
"Terimakasih banyak atas semua kebaikan dan perhatian Dokter Rian kepada saya, terimakasih banyak."
Dokter Rian hanya tersenyum tipis kepada Kimora, karena dia melakukan ini semua nya karena rasa sayang nya yang begitu sangat besar sekali kepada Kimora.
Kimora tersenyum kepada Dokter Rian, sambil memegang tangan nya yang sobek dan harus di jahit.
Di perjalanan Kimora terus saja tersenyum sambil menahan perih nya luka yang ada di tangan nya.
Dokter Rian terus memperhatikan Kimora yang sedang menahan rasa sakit nya.
"Kamu yang sabar ya Kimora aku akan mengirimkan suster ke rumah, dia akan merawat luka kamu sampai sembuh total."
Mereka pun akhirnya sampai di depan sebuah salon, Dokter Rian langsung turun dan membuka kan pintu mobil nya untuk Kimora.
Mereka pun langsung masuk ke dalam dan Dokter Rian meminta untuk merapihkan kembali rambut Kimora sesuai dengan rambut yang sudah tergunting kan.
Dokter Rian menunggu Kimora sambil memainkan handphone nya, dan seketika Dokter Rian menyadari jika gunting tersebut sama dengan gunting yang di berikan oleh Suster Diana kepada nya.
__ADS_1
Dokter Rian pun masih sangat ingat sekali jika Suster Diana pernah berteriak histeris dia melihat jika gunting tersebut banyak sekali darah yang menempel di gunting tersebut.
Tapi ketika di lihat oleh Dokter Rian gunting tersebut bersih tidak ada sedikit pun darah yang menempel.
"Dan, aku menyimpan gunting tersebut di dalam mobil dan ternyata tanpa sepengetahuan kuu gunting tersebut dia ambil oleh Alena."
Dokter Rian pun langsung berpikir di mana asal mula gunting tersebut, seperti nya itu bukan gunting sembarangan.
Dokter Rian yang terlalu sibuk memikirkan tentang gunting tersebut sampai dia tidak sadar jika Kimora sudah selesai dan berdiri di depan nya.
Melihat penampilan baru Kimora, Dokter Rian di buat sangat terkejut sekali. Dan Dokter Rian tersenyum manis kepada Kimora.
"Jika dengan mengunting rambut panjang kuu Alena berpikir akan membuat kamu menjadi tidak menarik lagi ternyata itu salah besar, kamu terlihat lebih cantik dan segar sekali dengan penampilan rambut pendek muu ini Kimora."
Kimora tersipu malu ketika mendengar perkataan tersebut dari Dokter Rian.
"Yasudah Kimora sekarang aku akan mengantarmu ke rumah kuu, agar kamu lebih aman. Dan setelah itu aku akan kembali ke taman bermain untuk membawa Alena pulang dan segera menyelesaikan masalah ini."
Kimora dan Dokter Rian kembali masuk ke dalam mobil nya, Dokter Rian memandangi terus wajah cantik Kimora.
Dan membuat Kimora merasa sangat malu sekali ketika dia di perhatikan terus oleh Dokter Rian.
"Jangan seperti itu aku malu kan jadi nya."
Ucap Kimora membuat Dokter Rian langsung tersenyum kepada Kimora.
"Kamu sangat cantik sekali Kimora, aku benar-benar terpesona dengan kecantikan seorang Ibu anak satu ini."
Kimora hanya menundukkan kepalanya sambil tersenyum.
Setibanya di depan rumah Dokter Rian langsung membawa Kimora masuk ke dalam.
Dan berbicara kepada para satpam penjaga gerbang rumah nya agar memberikan masuk kepada wanita yang ada di foto ini.
__ADS_1
Dokter Rian memberikan foto Alena kepada para satpam dan pegawai nya.