
Diperjalanan pulang~
Genzy memandangi Kimora yang cemberut sepanjang jalan.
"Kamu kenapa cemberut terus biasa nya sepanjang jalan kamu banyak cerita banyak pertanyaan".
"Mas, kamu perhati in ga Alena kalau ketemu sama kamu dia suka senyum senyum ga jelas".
Ucap Kimora dengan suara yang jengkel.
"Lalu kenapa dia itu kan teman baik kamu.jangan berpikiran negatif dia kan tau aku suami kamu".
"Iyaa aku kan waspada aja mas.yang nama pelakor itu lebih horor daripada kuburan".
Genzy hanya tersenyum melihat tingkah laku istrinya yang sangat cemburu an itu.
"Sudah yah tidak usah kita bahas lagi.Oh iya Kimora mama sarrah ibu sama ayah datang ke rumah".
"Oh iya mas,ibu dan ayah datang".
"Gimana apa mereka senang dengan kabar kehamilan mu ?".
"Hmmm,iya mas mereka senang sekali".
Kimora langsung menunduk kepala se akan tidak mau memperlihatkan wajah sedih nya kepada suaminya.
"Kamu kenapa ? apa kamu mau kita menginap di rumah ayah dan ibu ? mengobati rasa rindu dengan ayah dan ibu".
"Tidak mas tidak usah aku tidak mau.aku ingin rumah saja bersama mama sarrah".
Genzy merasa aneh dengan tingkah laku istrinya.
Biasanya Kimora yang selalu mengajak untuk menginap di rumah orang tua nya.
"Oke, kalau kamu lebih nyaman di rumah bersama mama sarrah".
Genzy tiba-tiba memberhentikan mobilnya di depan sebuah toko boneka.
"Kamu diam di mobil jangan keluar mobil".
Tegas genzy kepada istrinya.
"Iya,mas aku diam di mobil".
Genzy keluar mobil dan masuk ke dalam toko boneka tersebut.
"Mau apa dia masuk ke toko boneka ?. Jangan ngarep dulu Kimora belum tentu dia beli boneka untuk kamu".
Kimora menunggu di mobil dan sudah merasa bosan tapi suami nya belum juga keluar dari toko boneka itu.
"Yaaampuuun,lamaaaaaa banget sih beli apa sih dia".
Kimora sudah mulai merasa bosan diam terlalu lama di dalam mobil.
Tapi tiba-tiba genzy keluar dari toko boneka itu dengan membawa boneka Teddy bear putih yang sangat besar.
Kimora terkejut melihat suami nya membawa boneka Teddy bear putih itu.
__ADS_1
"Yaampuun mas genzy bawa boneka Teddy bear raksasa".
Genzy membuka pintu mobil nya boneka Teddy bear putih di simpan di bangku belakang.
"Mas kenapa di simpan di kursi belakang".
"Terus harus aku simpan di depan dan kamu di kursi belakang hah ? biar sekalian Teddy bear di pakai kan sabuk pengaman."
Kimora tertawa mendengar ucapan suaminya tersebut.
"Maksud aku kenapa ga di simpan di bagasi saja Teddy bear nya".
"Sudah ayo masuk kita lanjutkan perjalanan pulang".
"Oke,mas".
Kimora langsung membuka pintu mobil dan segera masuk ke dalam mobil.
Kimora masih penasaran untuk siapa boneka Teddy bear putih ini biasa nya kalau berwarna putih ada kaitannya dengan Ayana.
"Mas ini boneka buat siapa ?"
Genzy melirik kimora dengan sinis.
"Kamu ga mau boneka itu ?".
"Akuu mau donk mas.kalau boneka ini buat aku terimakasih banyak yah suami ku".
Kimora langsung melirik ke belakang mobil melihat boneka Teddy bear putih yang lebih besar dari tubuh mungil Kimora.
Kimora antusias sekali dia membuka langsung pintu mobilnya.
"Hey kimora kamu mau kemana hati-hati ingat kamu sedang hamil".
Kimora langsung terdiam mendengar ucapan suaminya itu.
Niat dia ingin mengambil boneka itu langsung dan memeluk nya sambil jalan.
"Iya mas maaf aku lupa".
Genzy langsung memanggil satpam untuk membantu nya mengeluarkan dari mobil.
Ternyata dua orang pun masih kewalahan membawa boneka itu.
"Awas yah hati-hati jangan sampai jatuh soalnya kan boneka Teddy bear nya warna putih".
Satpam dan genzy membawa boneka itu ke dalam rumah.
Mama sarrah terkejut melihat genzy membeli boneka yang begitu besar sekali.
"Yampun ini boneka besar sekali untuk siapa ? di sini kan tidak ada anak kecil".
Kimora tersenyum malu mentap wajah mama sarrah.
"Boneka Teddy bear putih ini untuk aku mah.Mas genzy yang memberikan nya untuk aku".
"Ohh,so sweet sekali genzy memberikan boneka raksasa untuk istri nya".
__ADS_1
Genzy langsung membawa boneka Teddy bear itu ke kamar dan membaringkan nya di tempat tidur.
"Ada apa kimora genzy memberikan boneka Teddy bear raksasa itu apa kamu ulang tahun hari ini ?".
Tanya mama sarrah kepada kimora.
"Tidak mah aku tidak ulang tahun ko mah.tiba-tiba di perjalanan mas genzy berhenti dan turun di depan toko boneka dan keluar membawa boneka Teddy bear putih raksasa ini mah".
"Ohh, begitu rupa nya biasa genzy kalau memberikan sesuatu itu di saat pasangan nya lagi marah-marah sama dia".
Kimora terdiam dan langsung menyusul suaminya ke dalam kamar.
Takut ketahuan mama sarrah dia cemburu dengan teman nya sendiri.
"Mah aku ke kamar dulu yah"
"Oh,iyaa hati-hati jalan nya jangan lari-lari"
Kimora masuk ke dalam kamar nya.
"Mas, makasih banget yah kamu udah baik banget beli in aku boneka Teddy bear putih ini.aku beneran seneng banget".
Genzy menghampiri Kimora dan mencium kening Kimora.
"Jangan punya pikiran aneh-aneh lagi walaupun mungkin teman mu menyukai saya tapi saya tidak menyukai nya.
saya pernah kehilangan orang yang sangat saya cintai walaupun saya tidak pernah menyakiti nya tapi ketika dia pergi untuk selamanya menyesal terberat itu selalu ada".
Mendengar kata-kata suaminya kimora langsung memeluk erat suaminya itu.
Genzy melepaskan pelukan erat istrinya itu.
"Sudah yah".
Genzy langsung pergi meninggalkan istrinya sendiri di kamar nya.
"Mas, kamu mau pergi kemana ?".
Kimora langsung membuka gorden jendela kamar nya.
Melihat ke bawah apakah suaminya ada di sana.
"Mas genzy ga ada di bawah.oh iya aku hampir lupa omongan satpam itu sekarang mas genzy memesan bunga mawar putih itu malam-malam".
Kimora membuka pintu kamar nya.
"Sepi yaa ko gada siapa-siapa di sini".
Kimora langsung pergi ke tempat tanaman bunga mama sarrah.
Dia pun tidak melihat suaminya itu.
"Kemana perginya mas genzy.di mana-mana dia ga ada.apa dia pergi ke belakang rumah lagi yah".
Kimora mencoba terus mencari suaminya itu.
Dan tidak segaja bertemu asisten rumah tangga yang mau bercerita banyak tentang apa yang dia lihat di belakang rumah itu.
__ADS_1