
Putri Kimora pun memperhatikan boneka tersebut dan dia pun seketika tersenyum karena merasa boneka ini sangat lucu sekali.
"Kenapa yah aku seperti pernah bersama dengan boneka ini, tapi di kamar ku aku tidak punya boneka seperti ini sebelumnya."
Tampa Putri Kimora sadari itu adalah boneka pemberian Alena di saat dia masih sangat bayi sekali boneka penjaga nya.
Putri Kimora selama bayi tidak pernah jauh dari boneka tersebut dan selalu ada di samping nya menemani nya tidur boneka itu ada di samping nya selama ibunya Kimora Letica harus berjuang keras sembuh dari despresi berat nya.
Putri Kimora memegang erat boneka tersebut, sampai akhirnya Alena dan Mama nya sampai di lantai dasar.
Mata Alena langsung tertuju kepada boneka nya yang di pegang oleh Putri Kimora.
Tapi Alena tidak berani untuk menghampiri Putri Kimora dia hanya melirikan mata nya saja.
Dan membuat Putri Kimora langsung bereaksi terhadap Alena.
"Seperti nya boneka ini milik nya Tante cantik itu deh, yasudah aku berikan saja kepada nya."
Putri Kimora langsung berdiri dari tempat duduk nya, dia menghampiri Alena dan Mama nya.
"Tante cantik, apakah ini adalah boneka milik Tante. Tadi boneka ini terjatuh seperti nya dari lantai atas dan aku langsung mengambil nya."
Tatapan mata Alena begitu sangat tajam sekali memperhatikan Putri Kimora, sedangkan Mama nya langsung mengambil boneka tersebut dari tangan Putri Kimora.
"Terimakasih banyak yah sayang, iya ini adalah boneka kesayangan Tante."
Alena pun langsung mengambil boneka tersebut dari tangan Mama nya, Putri Kimora tersenyum manis kepada Alena.
Karena merasa takut membahayakan Alena pun langsung di bawa kembali ke Apartemen nya.
Putri Kimora terus memandangi wajah Alena dia pun tersenyum dan Alena melambaikan tangan nya.
Setelah bertemu dengan Putri Kimora, Alena langsung terdiam dan menyimpan boneka nya. Dia seperti sedang merenung memikirkan sesuatu hal.
Kimora yang sangat lama meninggal kan Putri nya pun langsung menghampiri Putri nya.
"Maafkan Ibu yah, kamu pasti sangat lama sekali menunggu Kedatangan Ibu. Keduanya sangat ramai sekali jadi Ibu harus mengantri panjang."
__ADS_1
Putri Kimora pun langsung es krim tersebut dan mengambil juga balon karakter yang dia inginkan.
Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil nya, Putri Kimora masih saja memikirkan wajah Alena.
Melihat putri nya yang seperti sedang memikirkan sesuatu, Kimora pun menepuk lembut pipi Putri nya.
"Sayaaaaang, kok kamu melamun gitu sih. Seperti ada yang kamu pikirkan."
Putri Kimora langsung tersenyum kepada Ibunya.
"Tidak ada apa-apa kok Ibu aku sedikit rindu Suster Diana saja."
Kimora hanya tersenyum tipis dan dia pun langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi melihat anak nya yang sangat merindukan sekali Suster Diana.
Suster Diana baru saja sampai di Apartemen nya, dia yang berniat ingin menjemput Putri Kimora memilih pulang langsung saja.
Suster Diana pun langsung masuk ke dalam kamar nya, sehingga ketika Putri Kimora pulang dia seperti sedang beristirahat.
"Beruntung sekali aku datang tepat waktu sebelum Putri Kimora pulang, aku harus cepat-cepat masuk ke dalam kamar dan berpura-pura tidur siang."
Putri Kimora sampai di Apartemen dia pun langsung berlari menuju ke kamar Suster Diana.
Putri Kimora langsung terdiam ketika melihat Suster Diana yang sedang tertidur, Kimora berlari menyusul Putri Kimora yang pergi ke kamar Suster Diana.
"Yah Ibuuuu, Suster Diana yah sedang tertidur pulas seperti nya. Yasudah deh aku langsung masuk ke kamar dan ganti baju seragam sekolah sendiri."
Kimora memperhatikan wajah Suster Diana yang memakai bedak dan lipstik, Kimora merasa jika Suster Diana sudah pergi dari suatu tempat.
Tapi dia tidak mau terlalu banyak pertanyaan, Kimora pun langsung memilih untuk keluar dari kamar Suster Diana dan menutup rapat kembali pintu kamar nya.
Dokter Rian mencari cara bagaimana dia bisa bertemu dengan Genzy dan ngajakan untuk bisa bertemu dengan Putri Kimora.
Dia mencoba untuk datang kembali ke rumah itu dan meminta kepada salah satu penjaga gerbang tersebut agar bisa mempertemukan nya dengan Genzy.
Tapi mereka hanya bisa terdiam saja mengabaikan ucapan Dokter Rian, membuat Dokter Rian pun merasa sangat kesal sekali.
"Oke kesabaran sudah habis, kedatangan saya ke sini itu ingin mempertemukan Tuan kalian Genzy Putra dengan Putri Kimora yaitu anak dari hasil pernikahan dengan Kimora Letica."
__ADS_1
Dokter Rian berteriak kencang sekali seakan terdengar suara nya oleh Genzy.
Dokter Rian pun langsung meninggalkan tempat tersebut tapi ternyata pintu gerbang tiba-tiba terbuka.
Langkah kaki Dokter Rian pun tiba-tiba terhenti karena mendengar suara gerbang yang terbuka tapi dia tetap saja berjalan kembali menuju ke mobil nya.
Genzy pun langsung mengejar Dokter Rian dia menarik tangan Dokter Rian hingga Dokter Rian membalikkan badannya.
Dokter Rian langsung terkejut ketika dia melihat wajah Genzy yang ada di hadapannya.
"Akhirnya, kamu keluar juga dari istana tersebut."
Dokter Rian tersenyum tipis sambil memandangi wajah Genzy yang sangat serius sekali.
"Apa maksud dari perkataan kamu ituuu,? apakah itu benar atau hanya tipu daya saja."
Genzy memandangi wajah Dokter Rian dengan serius dan penuh emosi.
"Bisakah kita berbicara di dalam atau di tempat tertentu karena ini jika di ceritakan sangat panjang sekali."
Genzy pun langsung berjalan menuju ke dalam rumah nya, Dokter Rian langsung menghelakan nafas panjang ketika dia di bawa ke dalam rumah tersebut.
"Astaga, kenapa harus masuk ke rumah berhantu itu lagi."
Dokter Rian pun mengikuti langkah kaki Genzy yang menuju ke dalam rumah tersebut.
Dokter Rian sudah merasa kan suasana yang tidak nyaman, aroma parfume bunga melati sangat menyengat sekali di hidung nya.
Mereka pun duduk di kursi tamu dan mereka saling bertatapan wajah dengan serius.
"Cerita kan semuanya dengan panjang dan lebar."
Genzy begitu sangat serius sekali dia ingin mendengarkan cerita dari Dokter Rian.
"Selama lima tahun berlalu Putri Kimora tumbuh menjadi anak yang sangat cantik sekali, Kimora berkata jika Papa nya sedang berada di luar negeri. Kimora belum bisa menerima kenyataan masalalunya itu dan dia tidak mau mempertemukan Putri nya dengan Papa nya, tapi Putri Kimora menemukan foto pernikahan kalian dan dia sekarang ingin bisa bertemu dengan Papa nya tapi tampa sepengetahuan Kimora."
Genzy langsung tertundukan kepala nya ketika mendengar cerita dari Dokter Rian, dia begitu sangat merasa sangat bersalah sekali mengingat kembali kejadian masa lalu nya terhadap Kimora.
__ADS_1