Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 180


__ADS_3

Secara tidak langsung Genzy berusaha untuk mengecek ingatan Alena


"Aku sangat ingin kejadian itu Genzy dan tidak akan pernah aku lupakan di sepanjang hidup ku."


Genzy pun langsung berdiri dari tempat duduk nya, dia meminta ijin untuk pergi ke luar.


"Aku ingin pergi ke luar dulu yaa, dari tadi aku selalu ada di samping mu. Aku ingin mencari udara segar dan aku pun aku menyuruh Suster untuk bisa menemani mu di sini."


Genzy pun pergi meninggalkan Alena dia ingin melihat kondisi Kimora. Ketika dia berniat masuk ke dalam masih ada Dokter Rian di samping nya.


Genzy melihat mereka berdua sangat begitu akrab sekali.


"Dokter Rian, sekarang sudah jam berapa kamu selalu menemani aku. Apa kamu tidak ada jadwal praktek hari ini,?"


Dokter Rian tersenyum ketika Kimora menanyakan hal tersebut.


"Hari ini aku mengosongkan jadwal praktek nya, aku begitu sangat hawatir melihat keadaan mu."


Kimora tersenyum sambil tersipu malu, Genzy merasa sangat kesal melihat kedekatan Kimora dengan Dokter Rian.

__ADS_1


Genzy pun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut tampa mengetuk pintu sebelumnya, hal tersebut pun membuat Kimora dan Dokter Rian sangat terkejut.


"Kamu betah sekali yaa, berlama-lama dengan istrinya. Aku itu sebenarnya punya niat untuk menyembuhkan atau yang lain."


Suasana di dalam ruangan semakin sangat memanas, Kimora yang sebelumnya ingin menceritakan tentang ruangan belakang rumah pun langsung terhenti karena kedatangan Genzy yang secara tiba-tiba.


"Maaf yaa pak Genzy saya di sini memang bisa di bilang sangat special untuk Kimora karena dia adalah pasien yang belum pernah saya temukan sebelumnya, dia perempuan yang berhati kuat sekali dia perempuan yang sangat tangguh."


Genzy mulai terbawa emosional ketika Dokter Rian berkata special kepada Kimora, dia saat Genzy akan melakukan sesuatu kepada Dokter Rian. Beruntunglah Mama Sarrah langsung datang dan menghentikan perkelahian mereka.


"Genzy cukup kamu ini kenapa sih,"


"Dokter Rian saya mohon lebih baik pergi saja, terimakasih sudah menjaga Kimora selalu."


Dokter Rian mengikuti perintah Mama Sarrah dia meninggal tempat tersebut.


"Genzy kamu ini kenapa sih, dia itu seorang Dokter yang mau menyembuhkan istri kamu tapi kamu malah mau berbuat kasar kepada dia."


Genzy terduduk lemas dia seperti sangat banyak beban pikiran yang harus dia hadapi, Kimora memperhatikan suaminya itu yang seperti sedang kebingungan sekali.

__ADS_1


"Tapi harus kah dia sedekat itu dengan Kimora, dia terus bersama-sama dengan Kimora hah,? sampai Kimora harus menginap di rumah nya."


Genzy terlihat benar-benar di bakar api cemburu, dia cemburu melihat Kimora dan Dokter Rian.


"Diaaaaammmmm, dan pergi lah aku nggak mau melihat wajah kamu lagi."


Kimora berteriak kencang sekali dia meminta Genzy untuk pergi dari ruangan.


"Genzy pergi lah jangan sampai kamu membuat Kimora menjadi despresi lagi."


Genzy pun langsung meninggalkan ruangan Kimora, dia begitu sangat kesal sekali dengan apa yang sudah terjadi di ruangan tersebut.


Mama Sarrah menghampiri Kimora dan perlahan menanyakan sesuatu.


"Kimora kenapa kamu sangat membenci melihat Genzy."


Genzy menatap tajam wajah Mama Sarrah.


"Dia pasti lebih indah menemani Alena daripada aku, lebih baik dia pergi dari ruangan ku ini."

__ADS_1


Kimora begitu sangat sedih sekali ketika dia mengatakan hal tersebut.


__ADS_2