Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 74


__ADS_3

Mereka sampai di rumah sakit, suster diana sangat hati-hati mengawasi kimora sejak turun dari mobil nya.hingga sampai di depan ruangan praktek Dokter Alena.


"Ayoo, kimora kita tensi dulu yaa.kamu harus tenang yaa jangan sampai tegang."


Kimora mengatur nafas nya dengan rileks sekali.


"130/70, kimora jangan sampai tensi kamu selalu tinggi yaa.kamu harus sebisa mungkin tenang jangan tertekan yaa.kamu sudah mau masuk trimester akhir".


Dokter Alena melirikan mata nya kepada suster diana.


"Aku rasa ibu kimora harus segera pergi dari rumah itu.kalau bisa dia pindah rumah saja nya.saya sangat kasian sekali semakin hari kita semakin di buat penasaran tapi kita masih saja belum menemukan jawaban nya".


Suster diana memang pundak kimora seakan menguatkan nya.


"Tapi aku rasa itu sangat tidak mungkin sekali kimora bisa pergi dari rumah itu.karena yang genzy inginkan adalah anak perempuan yang ada di kandungan nya itu".


Suster diana dan Dokter Alena menatap kasihan melihat keadaan kimora.


"Aku akan bertahan di sana walaupun mungkin aku tidak akan bahagia.Aku mencoba untuk bisa sabar menjalankan rumah tangga ku ini".


Kimora terlihat mencoba untuk menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


"Kamu harus kuat yaa,demi bayi yang ada di kandungan kamu ini".


Dokter Alena langsung melanjutkan dengan melakukan USG 4D.


"Nampak sangat jelas sekali dia berjenis kelamin perempuan.semuanya terlihat sangat sehat dan kepala nya pun sudah di bawah".


Kimora tersenyum puas mendengar perkataan dari dokter alena dengan kondisi kandungan nya.


"Aku sangat bersyukur sekali anak ku bisa sehat dan sempurna.semoga aku dan anak ku bisa selalu sehat sampai waktunya lahiran".


Dokter Alena membantu Kimora untuk turun setelah selesai USG kandungan nya.


Dokter Alena meresepkan obat dan vitamin untuk Kimora.


"Kamu harus makan yang banyak yaa.vitaman harus selalu kamu minum dan jangan lupa minum susu hamil sebelum tidur.itu bisa membantu kamu supaya tidur pulas"


Kimora mengambil resep yang di berikan kepada nya.


"Terimakasih banyak alena, kamu sangat banyak membantu aku selama aku hamil ini.kamu sahabat terbaik aku".


Alena tersenyum dan menghampiri kimora.Alena memegang tangan kimora.

__ADS_1


"Kamu harus terus berjuang semuanya demi anak yang ada di kandungan kamu ini.sampai kapan pun aku akan terus melindungi dan menjaga kamu Kimora".


Kimora langsung memeluk erat tubuh dokter alena.


"Sudah yaa, kamu jangan menangis lagi kasihan bayi yang ada di kandungan kamu ini.nanti dia ikutan sedih karena ibu nya menangis".


Suster diana langsung membantu kimora berdiri dari tempat duduk nya.


"Ayoo buu,saya bantu yaa bu pelan-pelan saja yaa.Jangan buru-buru takut ibu terjatuh nanti".


Dokter Alena memperhatikan suster diana yang begitu perhatian terhadap Kimora.


"Iya suster terimakasih yaa,maaf aku selalu merepotkan suster diana".


Kimora dan suster diana langsung pergi meninggalkan ruangan praktek tersebut.


Mereka langsung menunggu obat dan vitamin untuk kimora di apotek rumah sakit.


Dokter Alena masih memantau dari pintu ruangan praktek nya.


"Kamu tenang saja Kimora,aku akan menyelamatkan kamu dari rencana genzy".

__ADS_1


__ADS_2