Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode (266)


__ADS_3

Putri Kimora tetap ingin di antarkan ke sekolah oleh Ibunya.


"Baiklah, besok Ibu akan mengantarkan Putri Ibu sekolah."


Putri Kimora pun langsung ceria kembali, dia langsung memeluk erat Ibu nya.


Suster Diana merasa di abaikan dia pun memilih untuk pergi ke kamar nya.


Melihat Suster Diana yang pergi begitu saja, Kimora pun mulai merasa ada yang sembunyikan oleh Suster Diana.


Kimora menatap wajah Putri Kimora dia begitu sangat serius sekali.


"Putri, apa yang kamu lakukan dengan Suster Diana. Kenapa wajah Suster Diana begitu sangat sedih sekali."


Putri Kimora hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya saja.


"Aku mau ke kamar saja, aku nggak mau jawab pertanyaan Ibu."


Putri Kimora turun dari pangkuan Kimora dan Kimora pun memilih untuk pergi ke kamar Suster Diana.


Kimora mengetuk pintu kamar Suster Diana yang walaupun tidak tertutup rapat.


"Masuk saja Buuuu,"


Ucap Suster Diana sambil tersenyum kepada Kimora.


Kimora pun masuk dan menghampiri Suster Diana yang sedang duduk di atas kasur nya.


"Sebenarnya, ada apa dengan Putri. Kenapa dia bersikap seperti itu kepada kamu tidak seperti biasa nya."


Suster Diana merasa binggung apa yang harus di ceritakan kepada Kimora, jika dia berbicara jujur dia takut membuat mental Kimora menjadi terganggu.


Suster Diana merasa di situasi yang sangat sulit sekali, jika selalu membohongi Kimora membuat nya kasihan kepada Kimora.


"Hmmmmm, jadi begini Buu tapi sebelum Ibu tenang nya jangan marah dulu dan tahan emosi Ibu."


Kimora sangat penasaran sekali dia mencoba untuk menenangkan pikiran nya.

__ADS_1


"Jadi pada saat Putri menginap di rumah Ibu Rossalinda, Putri bicara dengan saya kalau dia menemukan foto pernikahan Ibu dengan Pak Genzy."


Kimora mulai beraksi tapi dia masih bisa menenangkan diri nya.


"Dan dia memberikan foto pernikahan kepada saya, dan tadi tiba-tiba dia menanyakan kembali foto tersebut tapi tidak saya kasih dan dia pun langsung marah."


Kimora langsung berdiri dari tempat tidur tersebut, dia merasa sangat tertekan sekali. Suster Diana pun langsung menghampiri Kimora.


"Tidak ada salahnya jika Putri Kimora ingin bertemu dengan Ayah kandung nya, karena cepet atau lambat semua itu pasti terjadi Buu."


Suster Diana mencoba untuk menasehati Kimora yang tidak mau jika Putri nya bertemu dengan Genzy.


"Tapi bagaimana jika Putri tau kalau dia mempunyai Ayah yang tidak normal seperti itu. Aku sangat takut sekali apalagi Putri Kimora memiliki kelebihan dengan mudahnya dia pasti akan tau ada apa di dalam rumah itu."


Kimora menangis dan badan nya pun langsung bergetar, Suster Diana menyuruh Kimora untuk duduk dan mengambilkan minuman untuk nya.


"Ayoo Buu, minum air putih ini. Dan tenangkan pikiran Ibuu. Karena tidak mungkin Ibu selalu seperti ini ingat Putri Kimora jangan sampai Ibu kembali despresi dan membuat Putri Kimora hawatir."


Kimora pun langsung mengatur nafas nya dia mencoba untuk menenangkan pikiran nya.


"Yah, aku akan merelekannya jika itu semua terjadi. Aku tidak boleh egois dan aku tidak akan melarang jika suatu saat Putri bertemu dengan Ayahnya karena dia pun juga butuh kasih sayang dari Ayah nya selama Ayah nya masih hidup."


Suster Diana berharap sekali Dokter Rian bisa segera menyembuhkan Alena menjadi sehat dan normal seperti biasa nya.


"Suster Diana, kenapa tiba-tiba aku jadi rindu sekali dengan Alena yah. Aku sangat merindukan nya, dan aku berharap besar bisa bertemu kembali dengan nya. Tampa ada rasa dendam di masa lalu agar kita bisa bertiga kembali."


Ke esokan hari nya Putri Kimora sudah bersiap untuk pergi ke sekolah nya yang baru, dia di urus oleh Ibu nya sendiri.


Putri Kimora begitu sangat senang ketika dia bisa pergi ke sekolah bersama dengan Ibu nya.


"Sudah siap, sudah cantik jadi ayooo kita berangkat sekolah."


Kimora langsung mengendong Putri nya tersebut, dan melihat Suster Diana yang tersenyum manis sambil memandangi wajah ceria Putri Kimora.


"Aku mau pergi bersama dengan Ibu yah, aku nggak mau berangkat sekolah dengan Suster Diana hemmmmm aku keselll."


Kimora tiba-tiba mengeluarkan foto pernikahan bersama dengan Genzy, dan Putri Kimora pun langsung terkejut melihat foto pernikahan tersebut ada di tangan Ibu nya sendiri.

__ADS_1


Kimora menurunkan Putri nya, untuk duduk sambil memandangi foto tersebut.


Tapi sayang nya Kimora sudah mencoret foto Genzy, ketika foto tersebut di berikan kepada Putri Kimora.


Suster Diana pun langsung terkejut ketika dia melihat Kimora yang mencoret foto Genzy, ini tandanya Kimora memang tidak sepenuhnya melerakan Putri Kimora untuk bisa melihat wajah ayah kandung nya.


"Loh, kok foto papa nya di coret sih Buu. Aku nggak bisa lihat wajah papa dengan teliti dong Buu."


Putri Kimora terlihat sangat kecewa sekali dia pun langsung memberikan kembali foto tersebut kepada Kimora.


Dia berdiri dari tempat duduk nya dan menghampiri Suster Diana, sambil meraih tangan nya.


"Aku pergi ke sekolah bersama Suster Diana saja, Ibu jahat sekali sudah mencoret wajah Papa aku."


Kimora hanya bisa terdiam melihat Putri nya yang tidak mengambil foto pernikahan tersebut.


"Maafkan Ibuu sayaaaaang, hati belum ikhlas jika kamu bisa bertemu dengan Papa kandung kamu. Ibu melakukan ini karena Ibu tidak mau kehilangan kamu."


Kimora pun langsung bersiap-siap untuk pergi ke Rumah Sakit, dia melihat Suster Diana dan Putri sudah masuk ke dalam mobil nya.


"Mereka sudah berangkat, ini waktunya aku untuk bersiap-siap pergi juga."


Kimora masuk ke dalam mobil nya, dia merasa sangat merindukan Mama Sarrah. Dia berniat untuk pergi menengok nya.


"Ini masih jam 7 pagi, aku masih punya waktu untuk bisa bertemu dengan Mama Sarrah. Aku sangat merindukan nya."


Kimora memilih untuk tidak memberikan bucket bunga kepada Mama Sarrah karena dia ingin bisa mengobrol dengan nya.


Ketika Kimora turun dari mobil nya, dia seperti melihat seorang yang dia kenal tapi Kimora lebih memilih untuk mengabaikan nya.


Orang tersebut turun dari mobil nya tapi kembali masuk seperti ketakutan sekali.


Kimora pun berjalan dia tidak menyadari akan seseorang yang sedang mengikuti nya.


Kimora masuk ke ruangan dan dirinya bisa melihat Mama Sarrah dengan dekat.


Mama Sarrah tersenyum manis melihat wajah Kimora, dia pun langsung memeluk erat tubuh Kimora dia seperti sangat merindukan sekali Kimora.

__ADS_1


"Ayana sayaaaaang, kenapa kamu baru datang nak Mama kangen sekali."


__ADS_2