
Genzy membuka kan pintu kamar nya dengan begitu sangat lebar sekali, mempersilahkan Dokter Alena untuk segera pergi dari kamar nya.
Semua para pegawai nya pun menatap puas kepada Alena yang di usir oleh Genzy, dengan penuh perasaan rasa sakit hati yang sangat besar.
Alena pun langsung meninggalkan rumah Genzy dengan hati yang sangat terluka sekali.
Alena merasa tidak di hargai sedikit pun oleh Genzy, dia berencana untuk membuat Genzy kembali ke pelukannya.
Alena masuk ke dalam mobilnya, dia berteriak sangat kencang sekali seperti orang yang sudah tidak punya akal dan pikiran.
Dia menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi dan memilih untuk pergi ke tempat hiburan malam.
Dan menghabiskan waktu malam nya di sana.
***
Melihat Alena sudah pergi dari rumah nya, Genzy memilih untuk berjalan menuju ke belakang rumah nya.
Genzy membuka pintu tersebut, dan menghampiri peti mati berwarna putih yang dia simpan.
Genzy membuka peti mati tersebut dan memandangin wajah Ayana yang terlihat pucat pasih dan membeku.
__ADS_1
Genzy terus memandangi wajah Almarhum istri tersebut, mata nya berkaca-kaca.
"Aku belum bisa membiarkan kamu pergi selama dari penglihatan ku ini, aku membenci Kimora hanya karena dia mengetahui semuanya, tapi aku membuat nya despresi berat membuat nya tidak bisa menikmati perannya menjadi seorang ibu."
Genzy menutup rapat kembali peti mati tersebut, dia memilih untuk beristirahat di samping peti mati istri nya tersebut.
Genzy merasa sangat nyaman sekali ketika dia ada di samping peti mati istri nya tersebut.
***
Kimora mulai bisa menengkan perasaan hati ketika dia bertemu dengan Genzy, Kimora mengingat kembali masalalu bersama dengan Genzy.
Kondisi Kimora mulai bisa membaik, dia pun langsung bangun dari tempat tidurnya dan mencari putri nya.
Kimora menghampiri kamar nya, dia melihat putri nya sedang tertidur pulas. Kimora langsung memeluk erat putri cantik nya itu.
"Sayaaaaang, anak ku sayang."
Kimora langsung membawa Tiara ke kamar nya, Suster Diana yang berpura-pura tertidur langsung terbangun dan mengikuti Kimora.
Suster Diana merasa Kimora mulai sedikit membaik ketika kehadiran Genzy.
__ADS_1
"Seperti nya suaminya yang akan membuat dia sembuh, tapi itu tidak mungkin terjadi karena Genzy seperti sudah tidak bisa peduli sepenuhnya dengan Ibu Kimora."
Suster Diana langsung memilih untuk beristirahat kembali.
Kimora menatapi wajah putri cantik tersebut dia seperti sedang memikirkan sesuatu.
Mama Sarrah yang melihat Kimora mengendong Tiara langsung was-was menghampiri nya.
"Mama ini putri cantik aku, dia cantik yaa Mam."
Kimora mulai bisa berbicara panjang, biasanya dia berbicara hanya seperlunya saja.
"Iyaa sayang ini putri kamu yang di berikan nama oleh Dokter Alena, Mutiara Letica cantik kan nama nya sayang."
Kimora menggelengkan kepalanya, dia seperti tidak menerima nama tersebut untuk putri cantik nya.
"Nggak ini anak aku bukan anak dia, ini adalah Putri Kimora. Nama nya Putri Kimora bukan yang seperti Mama ucapan tadi."
Kimora menutup rapat pintu kamar nya, Mama Sarrah merasa Kimora sudah mulai membaik sekali.
"Terimakasih banyak Tuhan, aku rasa Kimora sudah kondisi sangat membaik semoga dia bisa secepatnya sembuh kembali."
__ADS_1
Mama Sarrah merasa sangat terharu sekali, kehadiran Genzy memberikan dampak positif untuk Kimora.