
Dokter Rian mulai ingin menanyakan sesuatu yang sangat privasi kepada Genzy tentang jasad Ayana yang dia simpan di dalam rumah itu.
"Hmmmmmm, Genzy apakah kamu masih menyimpan jasad Ayana di dalam rumah itu."
Pertanyaan Dokter Rian membuat Genzy langsung memandangi wajah nya dengan tatapan mata yang tajam.
Dokter Rian merasa jika pertanyaan tidak tepat waktu tapi dia sudah terlanjur menayakan nya langsung kepada Genzy.
"Jasad Ayana masih di simpan di gudang belakang rumah tapi sudah tidak pernah untuk mendatangi nya, ketika Mama masuk rumah sakit Kejiwaan langsung beniat pergi dari rumah itu dan mencoba untuk melupakan bayang-bayang Ayana. Rumah itu sudah lama sekali tidak di huni tapi tetap di jaga dengan ketat sekali."
Dokter Rian merasa sangat aneh dengan sikap Genzy jika dia sudah bisa melupakan bayang-bayang tentang Ayana kenapa dia tidak langsung mengistirahatkan nya dengan layak agar dia bisa tenang.
"Jika sudah belajar untuk melupakan bayang-bayang tentang Ayana, kenapa Ayana tetap di sana."
Pertanyaan Dokter Rian tidak bisa di jawab oleh Genzy, dia memilih untuk diam saja dan bahkan langsung pergi meninggalkan Dokter Rian sendiri.
"Ternyata dia hanya bisa belajar melupakan bukan melepaskan secara ikhlas, jika suatu hari dia tahu jika Putri Kimora bisa melihat hal-hal yang misterius maka terbongkar semua apa yang dia sembunyikan selama ini."
Dokter Rian yang berniat datang ingin mengambil barang-barang yang di berikan oleh Genzy untuk Putri Kimora menjadi Langsung terlupakan dia pun memilih untuk pergi dari tempat tersebut.
Dokter Rian melihat Genzy yang sedang bersama dengan anak-anak yang berkumpul di hadapan nya itu.
Dokter Rian memilih untuk pergi dia harus bertugas di Rumah Sakit, melihat Dokter Rian pergi Genzy berniat untuk pergi ke Rumah Sakit untuk bertemu dengan Mama nya.
Genzy berencana untuk membawa pulang Mama nya, dia pun menghubungi mantan pegawai nya untuk menemani Mama nya.
"Lebih baik aku menyuruh nya pergi ke Apartemen Mama yang dulu, mungkin jika Mama bisa tinggal kembali di sana Pikiran Mama semakin membaik dengan kenangan-kenangan nya selama di Apartemen itu."
Genzy langsung menghubungi pegawai nya untuk datang ke Apartemen tersebut dan membersihkan terlebih dahulu Apartemen tersebut.
Karena Genzy berencana untuk membawa Mama nya pulang hari ini juga.
__ADS_1
Sebelum pergi ke Rumah Sakit, Genzy membeli bucket bunga mawar merah kesukaan Mama nya.
Sesampainya di Rumah Sakit Genzy langsung menghampiri pihak Rumah Sakit membicarakan tentang rencana untuk membawa pulang Mama nya dan berniat untuk mengurus Mama nya di Rumah Saja.
Setelah sudah berbicara panjang lebar, Genzy pun langsung menghampiri Mama nya.
Genzy melihat kondisi Mama nya yang masih sangat memprihatinkan sekali, dengan perlahan-lahan Genzy duduk di samping Mama nya. Dia memegang tangan Mama nya dan mencium nya.
Mama Sarrah langsung memandangi wajah Genzy dan memegang wajah nya, Genzy tersenyum manis ketika Mama nya melihat wajah nya.
"Mam, kita pulang yuu sekarang pulang ke Apartemen Mama yang dulu. Banyak bunga-bunga yang layu kering ingin di urus lagi oleh Mama."
Tatapan mata yang kosong yang seperti tidak merespon sama sekali perkataan dari Genzy.
Genzy memeluk erat tubuh Mama nya seakan melepaskan kerinduan nya kepada Mama nya itu.
"Mam, maafkan aku yah maaafkan aku salah maafkan aku. Sekarang aku sudah tidak tinggal di rumah itu Mam aku tinggal di hotel selama Mama di Rumah Sakit ini."
Mama Sarrah langsung melepaskan pelukan erat dari Genzy.
Genzy terdiam ketika dirinya mendengar Mama nya menyebutkan nama Ayana, Ayana yang di maksud itu adalah Kimora.
Mata Mama Sarrah pun langsung berkaca-kaca dia beranjak dari tempat duduk nya, dan berjalan menuju ke jendela kamar nya.
Genzy menghampiri Mama nya dia pun langsung berpikir jika Kimora bisa menyembuhkan Mama nya.
Tapi kenyataannya tidak mungkin terjadi karena Kimora yang sudah sangat sibuk sekali dengan peran nya menjadi seorang Dokter Specialis Kandungan di Rumah Sakit Sejahtera.
"Ayanaaaa, Ayaanaaaa sayang Mama pulang sekarang."
Genzy pun berniat untuk menunda membawa pulang Mama nya, dia berniat untuk membicarakan ini dengan Dokter Rian.
__ADS_1
"Iya Mam, kita pulang besok ya. Sekarang Mama lebih baik banyak beristirahat ya."
Genzy menuntun tangan Mama nya untuk kembali ke tempat tidur nya.
"Aku pergi dulu yaa Mam, besok semoga saja aku bisa membawa Ayana ke sini."
Genzy pun langsung pergi dan berniat untuk pergi ke Rumah Sakit, dia ingin bertemu dengan Dokter Rian.
Genzy pun sekidit berharap bisa bertemu dengan Kimora di Rumah Sakit, setelah bertemu dengan Putri nya Genzy tidak bisa membohongi perasaannya kalau dia juga ingin bertemu dengan Kimora.
Genzy sampai di Rumah Sakit dan langsung menuju ke ruangan praktek Dokter Rian, dia melihat masih ada satu pasien lagi dia pun memilih untuk duduk menunggu Dokter Rian keluar dari ruangan Praktek nya.
Genzy memainkan handphone yang ternyata dia menyuruh salah seorang pegawai nya untuk memotret kebersamaan nya bersama dengan Putri Kimora.
"Sayaaaaang, Putri papa yang sangat cantik sekali. Papa ingin bisa bersama dengan kamu setiap waktu."
Genzy terus melihat wajah Putri Kimora dengan senyuman manis nya. Dan sampai tidak sadar Dokter Rian keluar dari ruangan.
"Genzy, untuk apa dia ke sini. Pasti ada sesuatu."
Dokter Rian pun langsung duduk di samping kursi Genzy dan menepuk pundak Genzy membuat Genzy langsung terkejut dan menyimpan handphone.
"Astaga, Dokter Rian saya ingin meminta bantuan muu. Saya berniat untuk bisa membawa Mama saya pulang ke Apartemen nya yang dulu tapi dia terus menyebut nama Ayana atau Kimora."
Melihat banyak nya para pegawai medis di sekitar nya yang pasti sudah mengenal dengan Kimora.
Dokter Rian pun mengajak Dokter Rian untuk membicarakan ini semua nya di kantin Rumah Sakit saja.
Genzy pun mengikuti apa yang di lakukan oleh Dokter Rian, mereka berjalan menuju ke Kantin Rumah Sakit.
Dan mereka pun duduk berhadapan dengan memesan dua cangkir Coffe panas untuk menemani mereka.
__ADS_1
"Tuan Genzy, kenapa Bu Sarrah harus di bawa ke Apartemen nya yang dulu. Sedangkan Apartemen tersebut berdampingan dengan Apartemen milik Alena dan sekarang kondisi Alena pun sedang despresi berat."
Genzy pun baru menyadari hal tersebut, dia tidak memikirkan sebelumnya Tapi Genzy tetap saja yakin sekali dengan rencana nya tersebut dia ingin sekali membawa Mama nya pulang ke Apartemen yang dulu tampa harus berpikir panjang terlebih dahulu dampak nya.