Suamiku Misterius

Suamiku Misterius
Episode 170


__ADS_3

Kimora memegang tangan Dokter Rian yang memegang kedua pipi nya, tetesan air matanya Kimora tidak berhenti menetes di pipi nya.


"Kamu harus kuat demi anak kamu sekarang, lupakan orang-orang yang menusuk mu dari belakang. Sekarang ingat selalu putri cantik mu Kimora."


Dokter Rian terus memberikan semangat kepada Kimora, dia hanya bisa tersenyum tipis tapi di dalam hatinya dia pun begitu sangat kasihan kepada Kimora.


Dokter Rian merapikan rambut Kimora yang acak-acakan, Dokter Rian terus tersenyum kepada Kimora.


"Kamu harus tenang yaa Kimora, sekarang kamu menginap di rumah ku saja. Karena tidak mungkin kamu pulang dengan keadaan seperti ini kasihan Tante Sarrah jika melihat kamu dengan kondisi seperti ini."


Kimora hanya terdiam tatapan mata nya kembali kosong, dia hanya bisa melamun di dalam mobil.


Dokter Rian pun langsung mengeluarkan handphone nya dia menghubungi Tante Sarrah.

__ADS_1


*Hallo Tante selamat malam, ini saya Dokter Rian begini Tante sekarang saya kan sedang bersama dengan Kimora tapi ternyata dia tiba-tiba histeris lagi jadi saya memutuskan untuk membawa Kimora untuk menginap di rumah saya dulu karena tadi Kimora sempat membuang obat nya.*


Mama Sarrah langsung sangat terkejut sekali dan hawatir dengan keadaan Kimora.


*Dokter Rian, tapi Kimora tidak apa-apa kan dia nggak melukai fisik nya. Karena waktu itu dia pernah menusukkan jarinya ke duri tangkai bunga mawar putih.*


*Pokoknya Tante jangan hawatir dengan kondisi Kimora yaa Tante, dan Tante beri kepercayaan besar sama saya. Saya berjanji tidak akan melakukan sesuatu yang negatif dengan Kimora.*


*Baiklah Dokter Rian, Tante percaya kan semuanya kepada Dokter Rian dan besok pagi Tante pasti akan datang ke rumah Dokter Rian.*


Dokter Rian menutup langsung panggilan telephone dia langsung memandangi wajah Kimora, wajah seketika menjadi pucat pasih matanya terus mengeluarkan air mata, pandangan mata nya pun begitu sangat kosong sekali.


Dokter Rian langsung menjalankan mobilnya dan membawa Kimora ke rumah nya.

__ADS_1


"Yaa Tuhan, kasihan sekali kamu Kimora."


Kimora mengambil handphone nya dia memandangi handphone nya, Dokter Rian yang penasaran pun langsung mengambil handphone Kimora.


Dan ternyata Kimora memandangi nomber kontak suaminya, dari semenjak tadi siang ternyata Kimora memandangi nomber handphone suaminya.


"Kimora aku nggak tahu gimana rasanya ada di posisi kamu sekarang seperti apa, kamu berjuang di ruangan operasi tapi suami kamu tidak ada disampingnya untuk menemaninya padahal kamu sedang berjuang pertarungan nyawa. Dan sekarang setelah kamu sudah bertarung nyawa melahirkan anak kamu dengan selamat tiba-tiba kamu harus menerima kenyataan kalau kamu despresi dan tidak bisa bersama dengan bayi kamu yang baru lahir."


Dokter Rian sangat kesal dengan perlakuan Dokter Alena yang tidak seperti dia bayangkan sebelumnya, Dokter yang sangat baik dan elegan baik dalam bersikap tapi bisa menjadi seperti ini.


Sesampainya di rumah nya, Dokter Rian memilih untuk mengendong Kimora untuk masuk ke dalam rumah nya karena kondisi Kimora yang sangat lemah sekali.


Pegawai Dokter Rian pun langsung dengan cepat menghampiri nya dan membantu Dokter Rian untuk membawa Kimora ke kamar tamu.

__ADS_1


"Mbak malam ini tolong temani Kimora, dia pasien saya yang mengalami despresi. saya akan menyiapkan obat-obatan nya terlebih dahulu."


__ADS_2