
Kimora lebih memilih untuk pergi ke Apartemen Mama Sarrah, dia menghampiri Suster Diana.
"Aku ingin pergi ke rumah Mama Sarrah," ucap Kimora kepada Suster Diana.
Suster Diana yang sedang mengendong Tiara pun langsung mengantar kan Kimora ke Apartemen Sarrah.
"Baiklah, ayo kita ke sana," suster Diana menggandeng tangan Kimora.
Mereka pun sampai di depan pintu Apartemen Mama Sarrah dan menekan tombol bell yang ada di pintu tersebut.
Sarrah yang sedang bersiap untuk sarapan pagi pun langsung menghampiri pintu keluar nya dan membuka nya.
Terlihat senyuman manis Kimora menatap wajah Mama Sarrah.
"Yaa Tuhan, Kimora ayoo sayaaaaang masuk. Mama sedang sarapan."
Kimora langsung masuk ke dalam tapi Suster Diana dia tidak dia pergi kembali ke Apartemen nya.
"Yasudah, baik-baik yaa bersama Mama Sarrah. Jika Ibu Kimora perlu sesuatu langsung telephone saja, soalnya saya belum memandikan Tiara."
__ADS_1
Kimora langsung menutup rapat pintu tersebut, padahal Suster Diana belum selesai bicara.
Mama Sarrah sangat senang sekali dengan kehadiran Kimora di Apartemen nya dan dia pun berniat untuk membawa Kimora ke psikiater agar dia lebih cepat sembuh nya.
"Ayoo kita makan sayaaaaang, kamu harus makan yang banyak sekali yaa."
Kimora menggangukan kepalanya dan benar saja dia makan sangat banyak sekali ketika bersama dengan Mama Sarrah. Kimora sudah merasa sangat nyaman bersama dengan Mama Sarrah.
Sarrah memikirkan bagaimana dengan kehidupan Kimora ke depan nya, dia tidak akan pernah bisa bersama dengan Genzy lagi. Dia akan berjuang menjadi seorang ibu yang mengurus anak nya.
"Kimora kamu merasa nyaman di sini bersama dengan Mama Sarrah,? kamu tidak ketakutan lagi kan. Hari ini Mama akan membawa kamu untuk jalan-jalan lagi kita datang ke psikiater yaah sayang."
Sarrah memperhatikan terus Kimora dengan perubahan wajah nya, Sarrah memegang tangan Kimora.
"Ada apa ayo ceritakan saja pada Mama sayang, jangan ada yang di rahasiakan diantara kita."
Kimora langsung menatap wajah Sarrah, matanya langsung berkaca-kaca.
"Dia memakai baju dress putih milik ku, dia tidak baik aku tidak suka."
__ADS_1
Sarrah tidak mengerti dengan apa yang di katakan dengan Kimora, dia langsung berpikir siapa yang memakai baju Kimora.
Sarrah langsung berpikir kembali, siapa yang memakai baju dress warna putih tersebut.
"Siapa yang memakai baju dress putih yaa, kebetulan semalam Suster Diana dan Dokter Alena juga pakai baju yang sama berwarna putih."
Sarrah mencoba untuk menenangkan pikiran Kimora kembali, dia mengajak Kimora untuk membantu nya merangkai bunga-bunga.
"Kimora sebelum kita pergi jalan-jalan bagaimana kalau kita sekarang merangkai bunga-bunga kita masukkan ke dalam vas bunga pasti sangat menyenangkan."
Kimora di bawa ke tempat yang banyak sekali dengan bunga-bunga, Kimora pun mulai bisa tersenyum kembali dia melihat bunga-bunga warna warni di depan nya.
Pandangan Kimora seketika tertuju kepada Setangkai mawar putih yang di masukkan ke dalam Vas.
Kimora langsung mengambil nya dan membuangnya, Sarrah terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Kimora.
Setelah di buang Kimora pun langsung menginjak-injak mawar putih tersebut sampai hancur.
Sarrah langsung menghampiri Kimora, dengan penuh perasaan Sarrah pun menanyakan secara perlahan.
__ADS_1
"Kenapa di buang bunga mawar putih nya, apa kamu punya kenangan sesuatu dengan mawar putih tersebut,?"