
Kimora langsung bersalaman dengan Ayah tersebut.
"Iya Ayah, aku memutuskan untuk pulang ke sini menemani Putri Kimora di sini."
Kimora pun langsung membuka pintu kamar nya, dan melihat malaikat kecil nya sudah tertidur pulas.
Kimora memeluk erat tubuh mungil tersebut, dia pun mencium kening putri cantik itu.
"Maafkan Ibu yaa sayaaaaang, bukan Ibu tidak peduli tapi Ibu melakukan ini untuk masa depan kamu."
Kimora menganti pakaian nya, dan dia melihat satu foto yang terjatuh. Kimora mengambil foto tersebut sambil memandangi wajah Putri nya.
"Apakah Putri Kimora sempat melihat foto-foto ku ini, jangan sampai dia menemukan foto pernikahan ku dan dia melihat wajah Ayah kandung nya."
Kimora membereskan kembali foto-foto nya tersebut, dia mencari foto pernikahan tetapi tidak ada.
"Aku pernah menyimpan satu foto pernikahan kuu, sebelum semuanya aku bakar tapi kemana yah Foto jangan sampai menghilang dan di temukan oleh Putri."
Kimora begitu sangat cemas sekali, dia terus mencari foto tersebut sampai akhirnya. Rossalinda masuk ke dalam kamar Kimora.
"Kimora, kamu bisa keluar sebentar saja Ibu ingin bicara dengan kamu."
Kimora pun langsung mengikuti Ibu nya, dan mereka pun hanya berdiri di depan pintu kamar tersebut.
"Kimora, sampai kapan kamu seperti ini selalu sendiri dalam mengurusi Putri kamu. Putri kamu butuh sosok Ayah di samping nya jika kamu masih saja trauma dan ingin selalu sendiri jangan salahkan diri kamu sendiri jika suatu saat nanti Genzy hadir di kehidupan kamu lagi dan jangan sampai dia datang untuk mengambil Putri dari pelukan kamu."
Setelah berbicara seperti itu Rossalinda pun langsung pergi meninggalkan Kimora, Kimora hanya terdiam setelah mendengar perkataan dari Ibu kandungnya.
Kimora pun merasa sangat terbebani sekali, dan dia pun membayangkan jika hal itu terjadi Putri Kimora bertemu dengan Genzy.
"Aku belum bisa melupakan sakit nya kejadian itu, dan bukan berarti aku belum bisa menerima kehadiran Dokter Rian dan aku membuka hati untuk menerima kembali kehadiran Mas Genzy di hati aku."
Kimora kembali masuk ke dalam kamar nya, dia memandangi kembali wajah putri cantik nya.
"Hmmmmmm, sayaaaaang mafkan ke egoisan Ibu ini yang tidak mau mempertemukan kamu dengan Ayah kandung kamu sendiri. Ibu sangat takut sekali sayaaaaang Ayah kamu memberikan pengaruh yang tidak baik untuk kehamilan kamu karena apa yang sudah Ayah kamu lakukan selama ini."
__ADS_1
Kimora meneteskan air mata nya, dia terus memandangi wajah cantik putri nya. Kimora pun merasa kebaikan Dokter Rian kepadanya yang tidak pernah berubah.
"Aku belum bisa menerima kehadiran Dokter Rian yang begitu sangat baik sekali dengan aku, dia yang sudah membuat aku sembuh dari despresi berat aku. Apakah dia akan terus bisa seperti itu sampai pintu hati ku ini terbuka untuk nya."
Kimora bersiap untuk beristirahat bersama dengan putri cantik nya, ketika Kimora hendak mematikan lampu kamar nya. Tiba-tiba handphone nya bergetar.
Kimora langsung mengambil handphone tersebut, dan ternyata itu adalah pesan singkat dari Dokter Rian.
Kimora langsung tersenyum dan membaca apa isi dari pesan tersebut.
*Kimora Leticia, selama beristirahat yah harus langsung tidur yah dan jangan banyak berpikiran negatif harus selalu positif demi kesehatan mental kamu sendiri. Sampai ketemu besok yah.*
Keesokan harinya Putri Kimora terbangun dari tidur lelap nya, dia terkejut ketika melihat tangan yang memeluk erat tubuh mungil nya.
Dia membalikkan badannya dan ternyata dia melihat wajah cantik Ibu nya yang masih terlelap tidur, mungkin ini adalah pelukan hangat yang jarang sekali dia rasakan.
Putri Kimora mencium ke dua pipi Ibu nya sambil tersenyum manis.
"Aku sayang Ibu, aku rindu sekali pelukan Ibu ini."
"Hmmmmmmm, sayaaaaang selamat pagi anak Ibu yang cantik jelita."
Kimora langsung mencium kening Kimora dan tersenyum manis melihat wajah ceria anak nya tersebut.
Ini adalah moments langka Kimora bisa bersama dengan Putri nya.
"Sayang, ayo kita bangun mandi dan sarapan pagi dan kita pergi ke suatu tempat yang indah."
Putri Kimora langsung terbangun dari tidurnya, dan meloncat-loncat kegirangan.
"Ayoooo Buuu kita pergi bermain, yeeeeee akhirnya aku bisa bermain-main sama Ibuuuuu."
Mereka pun langsung bersiap-siap Kimora begitu sangat senang sekali ketika melihat ekpresi Putri nya.
"Aku yang salah, aku yang tidak punya waktu banyak bersama dengan Putri ku sendiri. Pantas saja ketika dia sedang sakit dia lebih memilih Suster Diana yang menemani nya."
__ADS_1
Setelah selesai bersiap-siap mereka berdua langsung ke meja makan dan ternyata hanya mereka berdua saja orang tua Kimora sudah pergi untuk membuka toko kue nya.
"Sayaaaaang, kita makan berdua saja yaa Nenek dan Kakek sibuk dengan pekerjaan nya."
Putri Kimora menggangukan kepalanya dengan tersebut, dia sangat bahagia sekali di hari itu karena dia merasa kasih sayang penuh dari Kimora.
Selesai makan Kimora langsung menuntun tangan mungil Putri untuk berpamitan pulang ke pada kedua orang tua nya.
"Nenek dan Kakek aku pulang dulu yah, nanti aku pasti main lagi ke sini."
Pelukan dan ciuman hangat langsung di berikan oleh Nenek dan Kakek nya tersebut.
"Hati-hati yah anak cantik, nanti main dan menginap lagi yah."
Kimora pun langsung bersalaman dan berpamitan untuk pulang, mereka pun melambaikan tangan ketika hendak masuk ke dalam mobil.
"Ayoo sayaaaaang, hati-hati yaa."
Putri Kimora duduk di kursi depan di setiap perjalanan dia fokus melihat ke luar, Kimora tersenyum sambil memperhatikan Putri kecilnya itu.
"Buuu, aku ingin bucket bunga warna-warni untuk Suster Diana. Nggak apa-apa kan Ibu."
Kimora memberhentikan mobilnya tepat di depan toko bunga yang ternyata langganan dari keluarga Genzy.
Kimora sempat hawatir sekali dia takut Genzy berada di tempat tersebut.
"Sayaaaaang, lebih baik kita beli bucket makanan saja seperti coklat dan snack-snack yang lain nya. Nah nanti kita makan bersama kan kita mau pergi ke taman, jadi nanti saja yah beli nya."
Kimora terus saja membujuk Putri nya tersebut sampai akhirnya dia pun luluh, toko bunga itu memang sangat bangun sekali sangat menarik hati para pelanggan yang melihat nya.
Mereka pun kembali masuk ke dalam mobil nya, Kimora merasa sangat bergetar karena dia akan melewati rumah putih itu rumah kediaman keluarga Genzy.
Dia pun mencoba untuk fokus mengendarai mobil nya, dan tiba-tiba saja mobil Kimora terhenti di depan gerbang rumah tersebut.
Kimora seketika langsung panik sekali, dan mata Putri Kimora pun langsung memandangi rumah tersebut.
__ADS_1