
Alena mengikuti Genzy, tangan mulai bergetar dia mulai merasakan ketakutan yang mendalam sekali, tapi tetap mengikuti Genzy kemana pun dia akan membawa nya pergi.
Genzy membawa nya pergi ke depan taman bunga tempat di mana Mama Sarrah menghabiskan waktu luang nya di sana, Genzy menyiapkan makanan malam untuk mereka berdua.
Bukan suasana romantis yang di rasakan oleh Alena, tapi hawa ketakutan yang semakin menjadi-jadi. Alena mulai merasakan rasa yang tidak nyaman sekali pundaknya terasa sangat berat dan tangan pun seketika merinding.
Genzy mempersilahkan Alena untuk duduk, Alena yang sangat ketakutan sekali pun langsung mengikuti apa yang Genzy arahan, belum ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir mereka berdua.
Alena terlihat tidak mau diam sama sekali, pandangan terus melihat di sekitar nya, bahkan gudang belakang rumah sangat terlihat jelas sekali.
Alena seakan ingin menutup rapat matanya, dia tidak mau memandangi apa yang ada di sekitarnya.
Alena mencoba fokus kan pandangan kepada Genzy, dia menatap wajah Genzy dengan penuh emosional sekali.
"Kamu cantik juga yaa, Dokter Alena Renita kamu mempesona sekali malam ini dan saya sangat tergoda sekali melihat, kamu sangat berbeda di malam ini tidak seperti biasanya."
Alena menundukkan kepalanya dia seakan mencoba tidak tergoda dengan ucapan Genzy.
__ADS_1
"Saya langsung saja yaa pada inti kedatangan saya ke sini, saya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi sehingga membuat kondisi Kimora sangat memperhatikan sekali, dia menjadi sangat despresi sekali dan selalu ketakutan dan kamu harus bertanggung jawab atas perlakuan kamu ini."
Alena meluapkan semua emosional nya kepada Genzy.
"Kenapa kamu sangat perhatian sekali dengan Kimora, dia bukan sodara kamu dia hanya teman kamu tapi rasa perhatian kamu begitu sangat luar biasa sekali."
Genzy menuangkan minuman ke gelas Alena.
"Genzy tolong lah jangan berbicara seperti itu, saya sudah tidak mau membuang waktu berlama-lama dengan suami orang, jadi tolong jawab pertanyaan saya."
Alena mulai terbawa emosi dengan sikap Genzy, Genzy langsung tersenyum kepada Alena dengan penuh perasaan.
Alena langsung menampar pipi Genzy berkali-kali.
Plaaaakkkkkkk,,,,,, Plaaaakkkkkkk
"Kamu bener-bener tidak punya hati yaa Genzy, istri masih ada kalian belum bercerai kalian masih berstatus suami istri, seharusnya kamu itu memberi semangat untuk kesembuhan istri kamu."
__ADS_1
Alena langsung berdiri dari tempat duduk nya dan berniat untuk pergi dari tempat tersebut.
Tapi Genzy langsung menahan nya, Genzy memeluk erat tubuh Alena.
"Saya tahu kamu itu menyukai ku dari dulu, jadi kamu tidak usah bersikap seperti itu. Kita bisa menjalani hubungan secara diam-diam tampa sepengetahuan semua orang."
Alena mencoba melepaskan pelukan erat dari Genzy dan mereka pun saling bertatapan wajah.
"Kamu ingin mengetahui semuanya kan, Dokter Alena Renita saya nggak akan membohongi saya akan 100% jujur semua."
Alena langsung terdiam mendengar perkataan Genzy, wajah Genzy terus memandangi wajah Alena.
Tatapan mata mereka semakin mendekat dengan mudahnya Genzy pun mengecup bibir mungil Alena.
Genzy menahan tubuh Alena sehingga tidak bisa melawan dengan apa yang di lakukan oleh Genzy.
Alena yang sebelumnya menolak, lama-lama dia pun menikmati kecupan manis yang di berikan oleh Genzy kepadanya.
__ADS_1
Alena Renita