
Dokter Alena masuk kembali ke ruangan praktek nya.
"Aku hanya memikirkan bagaimana nanti nasib Kimora setelah sudah melahirkan bayi nya.seperti nya dia akan di usir dari rumah itu".
Dokter Alena memegang kepalanya dengan ke dua tangan nya.dia tampak sangat tidak mengerti apa yang ada di pikiran suami teman nya tersebut.
Suster diana dan kimora pergi setelah mendapatkan obat dan vitamin untuk kandungan Kimora.
"Suster diana, langkah ku terasa sangat berat sekali ketika harus pergi kembali ke rumah itu.sumpah aku sangat malas sekali".
Kimora seperti tidak berdaya dia langsung duduk di depan kursi rumah sakit tersebut.
Suster diana duduk di samping Kimora.
"Aku sangat ingin menjadi dokter spesialis kandungan seperti Alena dia sudah sangat sukses sekali.aku ingin membanggakan ke dua orang tua aku dengan susah paya membiayai aku untuk bisa menjadi seorang dokter".
Kimora di buat sangat sedih dia terus mengingat masa-masa indah nya ketika menjadi seorang dokter.
"Cita-cita aku ingin menjadi dokter kandungan karena aku sangat ingat membantu banyak ibu untuk berjuang melahirkan anak nya.tapi ternyata malah sekarang aku yang berjuang seperti ini".
__ADS_1
Suster diana tidak kuasa melihat kimora yang dalam masa kehamilan nya.terus meneteskan air mata nya.
"Sudah bu,ayo kita pulang sekarang
jangan sampai nanti tuan genzy mencurigai kita lagi buu.saya takut nanti tuan genzy memecat saya.jadi saya nggak bisa menemani ibu lagi".
Mendengar perkataan suster diana Kimora langsung berdiri dari kursi nya.dan bergegas untuk pulang.
"Ayo buu, pegang tangan saya.taxi online kita sudah menunggu kita".
Kimora da suster diana langsung masuk ke dalam taxi online sewaannya tersebut.
Kimora langsung memegang perut besar nya.
"Iyaa sangat aktif sekali suster dia pasti sangat senang.tadi di bawa ke dokter kandungan".
Kimora terus mengelus perut nya sambil tersenyum.
"Syukur lah yaa buu, sekarang kalau ibu lagi sedih coba pegang dan elus perut ibu.sering-sering di ajak ngobrol bu.supaya bayinya semakin aktif dan senang karena mendengar suara ibu nya".
__ADS_1
Suster diana memegang perut kimora juga.
"Jadi anak yang baik yaa sayang.lindungi terus ibu nya ketika ada yang mencoba menyakiti hati ibu kamu".
Kimora tersenyum merasakan gerakan bayi nya yang semakin aktif.seperti membalas ucapan dari suster diana.
"Suster apa aku harus merelakan anak aku ini.kalau sampai mas genzy hanya ingin bayi ini dan membuang aku pergi dari rumah nya.apa aku harus bisa menerima jika itu terjadi dengan aku".
Kimora menatap penuh kesedihan kepada suster diana.
"Jangan dulu berpikir kejauhan buu.saya yakin itu tidak akan terjadi.percaya ibu akan selalu bahagia bersama anak ibu itu".
Suster diana mengengam tangan kimora dengan sangat erat sekali.
"Baiklah suster,aku akan mencoba melupakan semua pikiran negatif yang ada di pikiran ku ini".
Kimora mencoba memaksakan untuk bisa tersenyum manis kembali.
"Sebentar lagi kita sampai di rumah bu,jangan memperlihatkan wajah yang sedih nanti mereka malah makin mencari tahu apa yang membuat ibu sedih.mereka kan sangat pintar sekali jika sudah membongkar rahasia seseorang.di rumah itu banyak sekali memasang CCTV".
__ADS_1