
Dokter Rian tidak sabar ingin mendengarkan cerita dari Putri Kimora.
"Dari Om baik Dokter, dia membagikan ini semua kepada semua anak-anak yang ada di taman bermain."
Kimora pun langsung memakan cokelat tersebut, dan langsung tersenyum manis kepada Putri Kimora.
"Coklat yang manis sekali, ini adalah coklat kesukaan Ibu loh nak. Terimakasih banyak yah sayang."
Sister Diana pun langsung berpikir jika Coklat tersebut adalah makanan kesukaan Kimora, setangkai mawar putih yang di sukai Ayana dan balon merah itu lambang dari Putri Kimora yang dulu masih ada di dalam kandungan Kimora.
"Sebenarnya kedatangannya kita ke sini, ingin membicarakan tentang rencana Putri Kimora untuk bisa bersekolah kembali. Dan Putri Kimora menyukai sekolah tersebut dan bisa kalian lihat alamat dari sekolah tersebut."
Dokter Rian pun langsung mengambil handphone Suster Diana bersama dengan Kimora mereka langsung terdiam ketika membaca alamat sekolah tersebut yang berdekatan dengan Apartemen Alena dan Mama Sarrah dulu.
Dokter Rian sangat terkejut sekali apalagi dia tahu jika Alena masih berada di Apartemen tersebut dan kondisi yang sangat membahayakan sekali.
"Hmmmmm, Putri Kimora bagaimana kalau Dokter Rian cari sekolah yang lebih bagus dari sekolah ini. Sekolah yang dekat dengan Apartemen Putri Kimora supaya Putri Kimora tidak terlalu cape, Dokter rasa sekolah ini terlalu jauh sekali untuk jarak dari Apartemen kalian."
Mendengar perkataan Dokter Rian, Suster Diana merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Dokter Rian.
"Tidak Dokter Rian, aku ingin sekolah di sini. Jika tidak aku tidak mau sekolah lagi selama nya."
Melihat putri yang mulai bersedih dan marah, Kimora pun langsung menyetujui keinginan putri kesayangannya tersebut.
"Baiklah sayaaaaang, kamu bisa sekolah di sana. Tapi ingat kamu jangan pindah-pindah sekolah lagi yah."
Mendengar perkataan Ibu nya, Putri Kimora langsung ceria kembali dan memeluk erat tubuh Ibu nya tersebut.
"Terimakasih banyak Buu, ibu baik sekali dengan aku."
Dokter Rian tidak bisa berkata-kata lagi, dia hanya berharap yang terbaik untuk Putri Kimora.
__ADS_1
"Buu, aku ingin lihat ruangan praktek Ibu boleh kan Buu."
Kimora pun langsung mengendong Putri tersebut untuk pergi ke ruangan praktek nya.
Melihat Kimora pergi bersama dengan Putri Kimora, Dokter Rian langsung menarik tangan Suster Diana agar mereka bisa duduk berdampingan dan menceritakan semuanya yang terjadi.
"Bicarakan semuanya apa yang sebenarnya terjadi, Kamu tahu jika Alena sekarang ada di Apartemen lama nya kondisi nya sangat memprihatikan sekali dia despresi berat. Dia kehilangan bayi nya dan sekarang dia sedang berhalusinasi dengan barang-barang milik Putri Kimora di saat masih bayi. Dan pun hampir akan menusuk ku dengan gunting ketika dia melihat wajah kuu."
Suster Diana langsung terkejut mendengar perkataan dari Dokter Rian.
"Lalu bagaimana jika dia bertemu dengan Putri Kimora, dan mengetahui jika Putri Kimora adalah Mutiara kecil nama yang dia berikan kepada Putri Kimora. Hah aku takut sekali Putri Kimora di bawa oleh dia dan di lukai fisiknya."
Suster Diana begitu sangat ketakutan sekali, dia takut Alena berbuat jahat dengan Putri Kimora.
"Tapi dia tidak pernah keluar dari Apartemen kan, lalu bagaimana ceritanya Dokter Rian bisa bertemu kembali dengan Alena itu."
Dokter Rian menghelakan nafas panjang nya seperti berat untuk menceritakan nya.
Setelah menceritakan itu semua Suster Diana semakin hawatir sekali, dia pun mulai ingin menceritakan apa yang terjadi tadi.
"Hmmmm, Dokter Rian sebernarnya tadi yang memberikan coklat, bunga mawar putih dan balon itu adalah Pak Genzy."
Dokter Rian pun langsung terkejut ketika mendengar cerita tersebut dari Suster Diana.
"Astaga, dunia ini begitu sangat sempit sekali yah. Lima tahun lama kita berhasil menjauh kan Kimora dari Genzy hanya itu menghalangi Genzy supaya tidak bertemu dengan Putri Kimora, tapi sekarang mereka di pertemuankan dengan mudah nya."
Dokter Rian menundukan kepalanya dia seperti sedang merenung memikirkan bagaimana jika Kimora tahu anaknya sudah bertemu dengan Genzy dan sekarang bagaimana jika Putri Kimora bertemu dengan Alena.
"Kita harus bagaimana Dokter Rian, jujur saya juga sangat hawatir sekali. Saya lebih hawatir jika Putri Kimora bertemu dengan Alena saya takut Alena menyakiti Putri Kimora, tapi jika Genzy mengetahui Putri Kimora saya takut jika Putri Kimora di bawa ke rumah itu."
Melihat pembicaraan yang begitu sangat serius sekali, Kimora pun langsung menghampiri Suster Diana dan Dokter Rian.
__ADS_1
"Apa yang sedang kalian bicarakan,? seperti nya sangat serius sekali. Kalian sedang membicarakan tentang apa yah."
Kimora begitu di buat sangat penasaran sekali, dan duduk berdampingan dengan Suster Diana dan Dokter Rian sambil memeluk erat Putri Kimora.
"Kita tentang membicarakan tentang sekolah yang di pilih oleh Putri Kimora, dan kita sedang membandingkan dengan sekolah yang lain nya."
Kimora pun langsung melirikan mata nya kepada Suster Diana.
"Iya bener apa yang di katakan oleh Dokter Rian, tapi Putri tetap ingin sekolah di sana."
Kimora yang sudah selesai dengan praktek nya pun langsung berdiri dari tempat duduk nya.
"Dokter Rian, bagaimana kalau kita sekarang pergi untuk makan siang bersama. Jadwal praktek nya juga sudah selesai kan."
Dokter Rian terpaksa harus berbohong kepada Kimora karena dia sudah berjanji akan datang ke Apartemen Alena untuk konsultasi supaya Alena supaya kondisi bisa semakin membaik.
"Kimora seperti nya nggak bisa untuk sekarang, lain kali saja gimana. Hari ini ada pasien yang menunggu."
Kimora pun tidak bisa memaksa keinginan nya, dia pun pergi makan siang bersama dengan Suster Diana dan Putri nya saja.
"Oke baiklah, kamu hati-hati yah. Dan semoga pasien kamu bisa cepat pulih kembali."
Kimora dan Suster Diana pun langsung meninggalkan Rumah Sakit, Kimora menyimpan mobil nya di Rumah Sakit mereka pergi menggunakan mobil Suster Diana.
Di saat Kimora sudah masuk ke dalam mobil nya, Dokter Rian pun langsung merasa sedikit tenang.
"Hah Kimoraaaa, andai saja kamu tahu pasien tersebut adalah Alena Renita. Sahabat dan musuh dalam selimut di hubungan rumah tangga kamu."
Dokter Rian pun langsung bersiap untuk berangkat ke Apartemen Alena, Dokter Rian pun langsung menekan tombol bell dan langsung pintu nya di buka kan oleh Tante Riana ( Mama Alena).
"Dokter Rian, terimakasih banyak yah ternyata Dokter Rian benar-benar menepati janji nya. Ayo silahkan masuk ke dalam."
__ADS_1