
Alena merasa sekarang Genzy begitu sangat terbuka kepada nya, dia pun langsung berpikir jika Genzy akan mengikuti semua ucapan nya.
"Apakah kamu sudah menganti foto-foto yang ada kamar kamu itu, dan menyimpan nya ke gudang. Dan jangan lupa kamu masih punya janji yang belum kamu beritahukan."
Alena seakan menagih janji Genzy yang akan memberitahu semua nya terhadap nya.
"Baiklah tapi sekarang belum waktunya karena kamu belum mau menjadi milik aku sepenuhnya."
Mereka selesai memilih bunga-bunga yang akan di bawa ke rumah Genzy, Alena memilihkan bunga-bunga yang berwarna-warni supaya rumah itu lebih berwarna.
Selesai membeli bunga-bunga mereka pun langsung melanjutkan untuk makan bersama.
Genzy terlihat sangat kaku berubah mencair ketika ada di dekat Alena.
Genzy merasa jika Alena bisa merubah nya menjadi lebih baik lagi.
__ADS_1
"Alena, aku sangat menginginkan kamu sebagai pendamping hidup ku selama nya."
Genzy begitu sangat serius sekali dengan Alena tapi Alena tidak begitu menanggapi nya dia masih menghargai Kimora yang sedang despresi berat.
"Aku masih ingin kita menutupin hubungan kita ini, apalagi dari keluarga kita dan menghargai perasaan keluarga Kimora juga bagaimana pun juga Kimora adalah sahabat baik aku dan masih istri sah kamu."
Genzy terdiam ketika Alena yang masih menghargai perasaan Kimora.
"Genzy, sekarang aku ingin membelikan keperluan untuk Tiara. Anak kandung kamu yang sekarang sedang di urus oleh aku, apa kamu mau mengantar aku ke tempat keperluan bayi. Ingat ini adalah anak kandung kamu sendiri."
Genzy pun hanya pasrah mengikuti kemauan dari Alena.
"Kenapa kamu tidak mau bertemu dengan Anak kandung kamu sendiri itu, bukan kah dia seperti yang kamu inginkan perempuan tapi kenapa kamu sangat tidak ada rasa kagen untuk melihat nya."
Raut wajah Genzy langsung berubah menjadi kemerahan.
__ADS_1
"Aku tidak suka dengan sikap Kimora yang begitu sangat lancang sekali masuk ke kamar tersebut dan membuat aku pun menjadi membenci juga anak itu, dan aku berharap bisa segera mendapatkan kebahagiaan dari kamu. Alena Renita."
Sungguh jawaban yang sangat tidak masuk akal sekali, hanya karena Kimora masuk ke dalam kamar tersebut Genzy langsung membenci Kimora dan juga anak nya.
Alena tidak habis dengan apa yang ada dalam pikiran Genzy, apakah kejiwaan memang sedikit terganggu, sampai dia punya pikiran seperti itu.
Mereka pun sampai di tempat keperluan bayi, Genzy hanya terdiam di dalam mobil dia seperti tidak mau turun dari mobil nya.
"Apa kamu tidak mau menemani aku untuk mencari-cari barang yang bagus untuk Tiara,"
Genzy mengabaikan ucapan Alena dia memilih memainkan handphone nya di dalam mobil.
Alena memilih untuk pergi sendiri ke dalam dan mencari sendiri barang-barang yang akan dia beli.
"Aku baru menemukan seseorang seperti Genzy dia bukan hanya lelaki misterius dia juga lelaki yang sangat aneh sekali, apa yang dia lakukan seperti bukan orang normal pada umumnya, aku harus mendekati Tiara dengan Genzy bagaimana pun juga merasa merupakan ayah dan anak. Kasihan sekali Tiara mempunyai ibu yang despresi dan ayah yang tidak peduli sama sekali terhadap nya."
__ADS_1
Alena pun langsung membayar semua barang-barang yang dia beli.