
Kimora langsung pergi meninggalkan suaminya yang ada di kamar.
Matanya pun sudah mulai berkaca-kaca.
Kimora mencoba untuk menghentikan air mata nya untuk keluar.
"Aku harus pergi aku tak tahan kalau harus tinggal lama-lama di sini".
Melihat kimora menangis asisten rumah tangga itu sangat tidak tega dan mencoba menghampiri kimora.
"Ayo Bu ikut bersama saya".
Kimora langsung terdiam dan mengikuti ajakan asisten rumah tangga itu.
Asisten rumah tangga itu menggajak Kimora ke kamar nya.
"Ibu kenapa selalu menangis merasa tidak nyaman di sini".
Kimora hanya terdiam saja dia tak kuasa menahan air mata nya.
"Buu apakah ibu tau bukan hanya ibu yang di larang untuk pergi ke belakang rumah ? semua orang yang ada di sini pun di larang bu termasuk saya dan satpam di sini".
Kimora mulai memberikan pertanyaan nya.
"Kenapa memang ada apa dengan keluarga ini"
Kimora mulai semakin serius mendengarkan apa yang di ucapkan asisten rumah tangga nya itu.
"Ibu tahu sebelumnya alrmahum papa pak genzy meninggalkan dia sering menghabiskan waktunya bersama bu sarrah dan pak genzy di sana.halaman nya pun sangat luas sekali di sana sering kali di pakai main bola dan kadang untuk berkemah.dan hal itu pula di lakukan ketika istrinya pak genzy masih ada.keluarga ini sangat sering menghabiskan waktu nya di sana.bahkan ibu sarrah se akan menyulap juga menjadi tanaman bunga-bunga an yang indah"
Kimora lagi-lagi terdiam mendengar cerita dari asisten rumah tangga itu.
__ADS_1
"Jadi di belakang rumah itu banyak kenangan tentang keluarga ini ? ".
"Iya bu benar sekali pokoknya di sana sangat indah menjadi tempat bersantai mereka apalagi ibu sarrah dan ibu Ayana mempunyai kebiasaan yang sama yaitu berkebun dan menanam bunga-bunga".
Kimora mulai teringat dia pernah meminta mama sarrah untuk berkebun di belakang rumah menanam sayuran buah-buahan dan bunga-bunga tapi mama sarrah hanya menjawab dengan senyuman.
"Lalu sekarang kenapa jadi begini ?".
Asisten rumah tangga itu menghelakan nafas yang panjang.
"Semenjak kematian suaminya dan di susul dengan kematian menantunya ibu sarrah mulai despresi dan dia langsung tidak memperdulikan lagi apa yang terjadi di belakang rumah itu bunga-bunga layu dan tanaman pun banyak sekali yang mati karena tidak ada yang mengurus nya.Lalu mas genzy pun meminta untuk membersihkan menjadi seperti lapangan yang luas".
Ucap asisten rumah tangga itu menceritakan semuanya dengan nada yang bergetar.
"Hanya karena itu ? dan keluarga ini sampai melarang untuk kita menghampiri lingkungan itu kenapa harus di buat drama sekali aku ga mengerti apa yang mereka pikirkan selalu masih saja mengenang dan aku rasa aku di menjadi boneka mereka saja"
Kimora mulai menangis histeris di kamar asisten rumah tangga nya itu.
Kimora mencoba untuk menghapus kan air mata nya itu.
"Akuuuuu takut mbaaak aku tertekan di sini tapi semuanya sudah terlambat aku sekarang sedang mengandung anak nya penerus keluarga ini mereka sangat menginginkan kehadiran keturunan dari aku dan mas genzy".
Asisten rumah tangga itu tak kuasa menahan air mata nya.
Dia memikirkan bagaimana kalau anaknya yang ada di posisi Kimora.
"Mbak tau kan boneka teddy bear yang berwarna putih itu yang mas genzy hadiah kan kepada aku.awal nya aku sangat senang sekali tapi ternyata ketika aku tau kalau boneka teddy bear putih itu permintaan Ayana ketika dia baru positif hamil tapi tidak keburu membelikan nya karena keburu istrinya itu meninggal.terus kenapa boneka itu di belikan untuk aku dan lagi-lagi di simpan di dalam kamar".
Asisten rumah tangga itu mengelus rambut Kimora sambil menangis.
"Aku ingin pulang ke rumah orang tua ku aku tidak tahan tinggal lama di sini."
__ADS_1
Asisten rumah tangga itu pun tampa ragu memeluk erat tubuh kimora sambil berkata.
"Saya akan membantu ibu keluar dari rumah ini".
Kimora langsung melepaskan pelukan perlahan.
"Terimakasih mbak terimakasih banyak".
Asisten rumah tangga itu pun keluar dari kamar nya memastikan tidak ada yang melihat Kimora ke luar dari kamar nya.
"Ayoo bu keluar seperti nya aman".
Kimora langsung keluar kamar dengan perlahan dan segera berjalan menuju pintu keluar.
"Hati-hati ibu Kimora semoga mendapatkan kebahagiaan yang layak".
Asisten rumah tangga itu sangat berani melindungi Kimora padahal jika semua ini sampai ketahuan oleh genzy habis lah dia kemungkinan besar dia akan di pecat oleh genzy.
"Aku harus segera pergi dari sini".
ucap kimora dengan tegas.
Tiba-tiba genzy datang memegang erat tangan kimora yang mau membuka pintu keluar rumah nya.
"Mau kemana kamu kimora"
ucap genzy dengan tegas.
Genzy menarik tangan kimora dengan begitu kencang nya.
Sampai membuat kimora kesakitan.
__ADS_1